Badan Otonom NU

Pelantikan Massal dan LKD Fatayat NU Kroya Diikuti 500 Kader

Sejumlah 500 orang kader Fatayat NU mengikuti Pelantikan Massal Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kroya. Acara  sekaligus Latihan Kader Dasar (LKD) di Auditorium Gibraltar MTs Maarif Sikampuh Kroya, Pada Hari Ahad, (18/9/22). Peserta Pelantikan Massal Fatayat NU Kroya kali ini adalah delapan Pimpinan Ranting dan dua belas Pimpinan Anak Ranting Se-Kecamatan Kroya.

Delapan Pimpinan Ranting tersebut yaitu Ranting Mujur, Ranting Mujur Lor, Ranting Kedawung, Ranting Karangmangu, Ranting Buntu, Ranting Pucung Kidul, Ranting Sikampuh dan Ranting Kroya. Sedangkan untuk Pimpinan Anak Ranting sebanyak dua belas yaitu ; PAR Masjid Baitul Huda, PAR Masjid Raudlatul Huda, PAR Masjid Baitul Mukminin, PAR Masjid AZ-Zahro, PAR Masjid Darussalam, PAR Dusun Putan, PAR Dusun Medang, PAR Dusun Pekuncen Selatan, PAR Dusun Jatisaba, PAR Dusun Kalisari, PAR Dusun Karangjambu dan PAR Tegal.

Dalam kegiatan pelantikan massal hadir ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kroya KH Mujiono, S,Sos. Kepala MTs Ma’arif Sikampuh Kroya Kiai Fatkhudin, Ketua Badan Otonom Se-MWCNU Kroya, Kepala Desa Sikampuh  H Misno Amin Musyafa dan ketua Organisasi Wanita Desa Sikampuh.

Dalam sambutannya Kepala Desa Sikampuh  H Misno Amin Musyafa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Fatayat NU Kroya atas dedikasinya kepada masyarakat khususnya perempuan muda. Selain itu Misno juga memberikan motivasi kepada Fatayat NU untuk selalu berperan aktif dalam masyarakat.

“Peran perempuan disektor domestik sebagai ibu rumah tangga maupun di sektor publik, tidak dapat dinafikan untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuh Misno.

Baca juga

Berkhidmat Bukan Mencari Popularitas

Sementara itu Wakil Rais Syuriyah MWCNU Kroya Kiai Fatkhudin sekaligus sebagai Kepala MTs Ma’arif Kroya dalam sambutannya menyampaikan sebuah hadits Nabi Muhammad SAW. Bagaimana Islam memandang peranan wanita? Islam dengan tegas menentang segala bentuk tindakan diskriminasi, penghinaan, dan penindasan terhadap wanita. Rasulullah SAW bersabda :

النساء عماد البلاد اذا صلحت صلح البلاد وإذا فسدت فسد البلاد

Artinya : Wanita adalah tiangnya negara. jika wanitanya baik, maka negara akan baik dan jika wanita buruk negara akan buruk”. ( HR. Dailami )

Dari hadits tersebut dapat dipahami betapa wanita mempunyai peranan yang tinggi dalam suatu negara. Seakan wanita menjadi penentu negara itu baik atau tidak. Perempuan adalah ibu bangsa yang melahirkan generasi bermutu.

Fatayat NU sebagai satu organisasi perempuan besar di Indonesia bahkan di dunia harus berperan aktif dalam setiap kegiatan. Karena apabila sebuah Negara baik maka ini berkat peran baik perempuan pada umumnya, khususnya Fatayat Nahdlatul Ulama. Sehingga perempuan harus mendapat perlindungan secara hukum,” kata Fatkhudin.

LKD Fatayat NU

Kegiatan pelantikan dilanjutkan dengan Latihan Kader Dasar (LKD). Peserta adalah para terlantik yang berjumlah lima ratus peserta. Peserta LKD sangat antusias dalam mengikuti setiap sesi materi yang disampaikan oleh Narasumber yang berasal dari Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Cilacap.

Baca juga: Fatayat NU Cilacap, Organisasi Perempuan Pemudi NU 

Adapun materi LKD yang diterima oleh para peserta yaitu Materi Organisasi dan Management Organisasi, Ke-Fatayat-an dan GARFA. Kepemimpinan, Ke-Administrasi-an, Management Konflik dan Kesetaraan Gender. Terakhir stresing yang disampaikan langsung oleh ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Cilacap Tun Habibah.

Pelantikan massal fatayat NU Kroya

Ketua PC Fatayat NU Cilacap Tun Habibah mengucapkan rasa syukur dan mengapresiasi atas terlantiknya Delapan Pimpinan Ranting (PR) dan dua belas Pimpinan Anak Ranting (PAR) Se-Kecamatan Kroya.

Baca juga: PAR Fatayat NU, Struktur, Program dan Peran

“Selamat dan sukses untuk para terlantik, semoga selalu diberi kesehatan dan kekuatan lahir dan batin dalam menjalankan amanah organisasi,” kata Bibah panggilan akrabnya.

“Fatayat NU mulai ditata niat dan hati untuk ikut pendiri para Masyayikh NU agar berkah dalam setiap khidmat, menuju Ridho Alloh,” imbuh Tun Habibah.

“Berkhidmat bukan mencari pengaruh ataupun popularitas untuk pribadi. Tapi berkhidmat semata-mata menuju jalannya Allah. Agar kelak di akhirat saat kita dihisab selamat dan mendapat pengakuan dari ulama dan pendiri Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Kontributor : Fathin Amamah
Editor : Khayaturrohman

Baca juga: 48 Anak Ranting Fatayat NU Dilantik, Cipari Semakin Hijau

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button