Badan Otonom NU

Wisata Religi dan Ziarah Fatayat NU Cilacap Perkuat Amaliyah

Untuk mengenang dan meneladani perjuangan mereka dan sudah menjadi program kerja Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) Cilacap mengadakan kegiatan wisata religi dan ziarah pada Hari Sabtu dan Ahad, (19-20/2).

Beberapa tujuan ziarah antara lain ke Makam Syekh Badawi Khanafi Kesugihan, Syekh Mahfud Salam Ambarawa, Raden Patah Demak, Sunan Kalijaga Demak, Sunan Kudus, Syekh Chudlori Magelang dan Syekh Dalhar Magelang.

Wisata religi dan ziarah ini di Komando langsung oleh ketua Fatayat NU Cilacap Tun Habibah dan dibimbing oleh H. Imam Al Udin kepala KUA Kecamatan Adipala sekaligus pengurus MWCNU Kecamatan Binangun.

Tun Habibah mengatakan, untuk memantapkan keimanan upaya yang dilakukan Pimpinan Cabang Fatayat NU Cilacap; tidak hanya terbatas dengan melakukan amaliyah ibadah mahdlah.

Amaliyah Ziarah

“Dengan memahami sejarah, meneladani pemikiran tokoh-tokoh dan mempelajari berbagai peninggalan Islam, keimanan muslim juga akan semakin bertambah. Tak jarang jika makam para pejuang Islam merupakan salah satu media yang seringkali dikunjungi umat diberbagai penjuru dunia guna memperdalam keimanan mereka,: kata Tun Habibah.

Baca Juga : Menjaga Tradisi Ibadah Dan Amaliyah, Tantangan Warga NU

Sebelum acara pemberangkatan diadakan upacara pembukaan yang dihadiri oleh Khazam Bisri Seretaris PCNU Cilacap dan Syarif Abdillah, anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PKB.

Sektretaris PCNU Cilacap Khazam Bisri dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal kaitannya dengan kekuatan warga Nahdliyin. Kekuatan warga NU itu terletak pada tiga unsur yaitu para Kiai, pondok pesantren dan tradisi NU itu sendiri.

“Jika ketiga unsur itu masih ada maka NU akan kuat. Salah satu tradisi NU adalah melakukan ziarah wali. Tradisi yang berkembang di masyarakat adalah karakter Islam Nusantara. Karakter dan praktik yang dilakukan umat Islam di Nusantara itulah ciri khas keagamaan NU,” ungkap Hazam Bisri

Wisata Religi Zarah Fatayat NU

Sementara itu Syarif Abdillah menyampaikan pentingnya pengkaderan dalam Fatayat NU. Pengkaderan menumbuhkan aspek-aspek kepribadian seseorang agar lebih terarah dan bijak untuk kedepannya agar terbentuk regenerasi yang sesuai dengan yang diinginkan.

Baca Juga : Sejarah Organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU)

Bagi Syarif Abdillah, pengkaderan juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dalam suatu organisasi sehingga diharapkan dapat membuat organisasi tersebut menjadi maju atau berkembang. Fatayat dimulai dari IPPNU baru di Fatayat NU terus berjenjang sampai ke Muslimat NU.

“Dengan adanya pengkaderan yang berjenjang akan menumbuhkan kekuatan sumber daya ditubuh organisas NU khususnya bagi Fatayat. Sumber daya sosial menjadi basis legimitasi bagi keberadaan NU itu sendiri, hal ini perlu dukungan kemampuan sumber daya manusia pada struktur organisasi NU; sebagai mandat sosial,” tegasnya.

Tujuan Berziarah

Ketua PC Fatayat NU Cilacap Tun Habibah kepada NU Cilacap Online mengatakan bahwa tujuan diadakannya ziarah adalah untuk menambah mahabbah dan mengharap barokah kepada para aulia dan muasis juga masyayikh NU.

“Mendekatkan diri pada Allah SWT dan mengenang jejak juang para aulia, ngecas hati dan pikir untuk selalu ingat kematian/ Karena hidup dalam khidmat di Nahdlatul Ulama banyak tantangan dan hambatan agar kita selamat dan husnul khotimah dalam khidmat di Fatayat NU.” Tegasnya.

Selain itu Tun Habibah juga berharap setelah diadakannya wisata religi Fatayat NU lebih semangat lebih kompa Lebih meningkat dalam berkhidmat di NU melalui Fatayat. Sehingga Fatayat NU semakin maslahah, manfa’at, barokah dan barokaih untuk umat dan masyarakat.

Hikmah Ziarah Kubur

Ziarah kubur hikmah yang sangat bagus dalam menguatkan ruhaniah umat Islam.  Ziarah kubur bukan sebatas datang di area pemakaman, tetapi wujud mengingat kematian dan masa depan akhirat yang akan dilalui manusia. Dengan ziarah kubur, manusia akan mempersiapkan diri lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :

Aktivitas keseharian manusia sering membuat lalai terhadap masa depan di akhirat. Untuk itu, mengajak ziarah kubur adalah mengembalikan manusia agar bisa menyiapkan diri menuju akhirat yang sesuai anjuran Nabi Muhammad. Memang, sejatinya manusia adalah makhluq akhirat dan sudah direncanakan Allah agar kembali ke akhirat nanti. Rasulullah SAW  bersabda dalam haditsnya:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُزَهِّدُ فِي الدُّنْيَا وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ

Artinya : “(Dulu) Aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah kalian ke kuburan, sesungguhnya ziarah kubur membuat kalian zuhud di dunia dan mengingatkan kalian pada akhirat.” (HR. Ibnu Majah).

Hikmah Ziarah Kubur Fatayat NU Cilacap

Salah satu hal yang mestinya dilakukan oleh peziarah saat menziarahi kubur adalah mendoakan orang yang berada dalam kubur> Sebab doa dan zikir-zikir yang dibacakan oleh peziarah dengan niat pahalanya ditujukan pada orang yang telah meninngal. Menurut kesepakatan para ulama pasti sampai pada mayit (orang meninggal).

Selama dalam perjalanan didalam bus membaca kitab Al Barzanji sebagai bentuk mahabbah kepada Nabi Muhammad SAW serta mengharap syafa’at dari Nabi.

Dalam kesempatan wisata religi ini; rombongan Fatayat NU Cilacap juga bersilaturrahim dengan PC Fatayat NU Kudus. Rombongan disambut Ketua PC Fatayat NU Kudus Nik Hayati dan sekretaris PC Fatayat NU Kudus Any Muchoyaroh; di Masjid Menara Kudus.

Kontributor : Fathin Amamah
Editor : Khayaturrohman

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button