Badan Otonom NU

IPNU IPPNU Cilacap Utara Berbagi Vitamin Ke TPQ & Santri

Berdasarkan hasil survei PAC IPNU IPPNU Cilacap Utara, hampir 100% TPQ meniadakan kegiatan mengaji, seiring dengan adanya kelonggaran PPKM mestinya harus ada ikhtiar lain terhadap imunitas santri, lantas IPNU IPPNU pun tergerak untuk membantu meningkatkan imunitas para santri dengan ide program Vitamin Dari IPNU IPPNU Untuk Santri.

Ketua PAC IPPNU Cilacap Utara, Irma Rachmawati Tauhid menuturkan, tujuan program ini selain meningkatkan imunitas santri, ada maksud terselubung. “Ini adalah bagian dari pengenalan IPNU IPPNU kepada santri, mudah-mudahan mereka terkesan dan tertarik dengan IPNU IPPNU,” ungkap Irma.

Di bawah komando Ketua PAC IPNU Cilacap Utara, Riyan Subekti, pengurus IPNU IPPNU menyusun konsep pembagian vitamin dengan meminimalisir kerumunan. Maka terbentuklah tim yang menugaskan Pengurus Ranting Se-Cilacap Utara untuk memberikan vitamin ini ke 47 TPQ di lima ranting.

Program ini berjalan selama 5 hari, 1-5 Agustus 2021. Riyan menambahkan nantinya akan ada program lanjutan ke TPQ untuk kaderisasi. Ia mencontohkan di wilayah Tritih Kulon ada anak kecil sudah mencintai IPNU IPPNU, rupanya karena sering melihat kegiatan sosial yang IPNU IPPNU lakukan. Bahkan ketika PAC IPNU IPPNU PAC Cilacap Utara mengadakan Upgrading pengurus, anak ini mengikutinya.

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah membuat sejumlah TPQ dan pesantren meliburkan santrinya dan harus menghentikan kegiatan sementara waktu. Namun, di satu sisi pendidikan harus terus berjalan sesuai kodratnya. Apabila hal ini terjadi berlarut-larut, dapat menjadi sebuah persoalan yang kompleks.

Apresiasi MWCNU Cilacap Utara

Ketua Tanfidziyah MWCNU Cilacap Utara, KH Imam Mausul mengapresiasi kegiatan positif ini. Beliau berpesan untuk tetap istiqomah menggaungkan trilogi belajar, berjuang dan bertaqwa.

“Harapan saya para santri kedepannya bisa ikut aktif dalam kegiatan NU khusunya di IPNU IPPNU. Tetap jaga kesehatan karena biasanya anak muda sering abai akan protokol kesehatan,” tuturnya saat ditemuk di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien.

Secara terpisah Ketua UPZIS NU-Care LAZISNU Cilacap Utara, Kiai Suprapto Kurniawan menyambut baik program ini.

“Alhamdulillah kegiatan IPNU IPPNU Cilacap Utara berbagi vitamin terlaksana dengan lancar. Saya yakin segala sesuatu yang rekan-rekanita lakukan pasti bermanfaat. Walaupun tidak seberapa, tetapi sedikit bisa membantu apalagi di tengah penerapan PPKM dan wabah ini. Imunitas itu penting di masa pandemi ini.” jelas Kiai Suprapto.

MWCNU Cilacap Utara memang sedang menggaungkan beberapa hal, salah satunya adalah legalitas TPQ. Tentu dalam hal ini NU harus turut serta mendorong dan membantu. Berdasarkan pengalaman salah satu ranting, persyaratan legalisasi TPQ harus membuat yayasan atau dengan rekomendasi lembaga berbadan hukum. Rupanya setelah melakukan konfirmasi ke Kantor Kementerian Agama Cilacap, NU bisa berperan sebagai penyelengara TPQ.

Kontributor: Santri Mbeling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

7 + 10 =

Back to top button