Badan Otonom NU

Pelantikan PK IPNU IPPNU Bahrul Ulum MAN 3 Cilacap

Pelantikan Pimpinan Komisariat (PK) IPNU IPPNU Bahrul Ulum MAN 3 Cilacap pada Sabtu (23/10) lalu mengusung tema “Pembekalan Santri Indonesia untuk Menjaga Kesucian Hati dan Akhlak, Berpegang Teguh Pada Akidah, Nilai dan Ajaran Aswaja.”

Pelantikan IPPNU dibarengkan dengan peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri; di Gedung Serbaguna MAN 3 Cilacap ini dikemas dengan tagline “Pelantikan & Ngobrol Bareng Hari Santri”.

Pelantikan IPNU IPPNU Bahrul Ulum merujuk kepada Hari Santri ini, memiliki maksud agar para pengurus baru tidak melupakan perjuangan santri pada awal Kemerdekaan NKRI. Terkhususnya kepada rekan-rekanita IPNU IPPNU yang akan berperan aktif dalam kepengurusan.

Pembina PK IPNU Bahrul Ulum MAN 3 Cilacap, Attourrohman berpesan kepada anak didiknya untuk tidak berperan sebagai anggota partisipatif saja, tetapi yang militan. “Sekarang sudah zamannya bergerak, jika hanya diam saja, kita akan tertinggal,” tambahnya.

IPNU IPPNU adalah Santri Masa Kini

Ketika kita mendengar IPNU dan IPPNU, maka tak lepas dari trilogi “Belajar, Berjuang, dan Bertaqwa”. Tentunya trilogi tersebut menjadi penyemangat kader paling muda di NU dalam berkhidmat sebagai santri masa kini.

Aid Mustaqim menyampaikan dalam Ngobrol Bareng Hari Santri dan pembekalan pengurus baru, bahwa kader IPNU IPPNU representasi umat zaman sekarang.

“Pemuda zaman sekarang dunianya serba digital, beda dengan zaman dahulu. Maka jika berbicara dakwah, IPNU IPPNU yang paling bisa diandalkan,” ujar Aid.

Dengan bermodalkan media sosial, seharusnya itu menjadi senjata utama IPNU IPPNU, sebagai santri untuk menyebarkan sekaligus menjaga keutuhan ideologi Aswaja.

Tambah Aid, “Kita harus bisa menjaga dan membela NU melalui media sosial”.

Hal senada juga disampaikan oleh M Hidayaturrohman, “Zaman sekarang bukanlah penjajahan ekonomi maupun wilayah, melainkan penjajahan Ideologi yang menyerang generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Mereka mempercayai bahwa IPNU IPPNU bisa menangkal radikalisme pemuda Indonesia khususnya dunia maya.

Seperti contoh Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menjadi topik panas di masyarakat. Tujuan mengadakan kegiatan tersebut adalah meningkatkan kecintaan (mahabbah) kita kepada Baginda Rosul.

“Kita harus sering (melakukan) berjanjen, jangan jadi kader yang tidak tahu apa-apa karena tidak melakukan apapun,” pungkasnya.
PK IPNU IPPNU Bahrul Ulum MAN 3 Cilacap

H Imam Tobroni, S.Ag., MM Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cilacap yang juga menghadiri pelantikan PK IPNU IPPNU Bahrul Ulum MAN 3 Cilacap memberikan pembekalan kepada pengurus IPNU IPPNU terlantik.

Ia pun mengingatkan bahwasanya perjuangan santri pada zaman dahulu berbeda dengan sekarang.

“Dahulu para santri dalam melawan penjajah menggunakan alat seadanya, yang terpenting ialah ijazah dari kyai,” tuturnya.

Santri menurut Imam merupakan sosok yang penuh semangat takdzim. Takdzim akan ilmu, guru, dan cita-citanya.

“Sebagai santri sekaligus kader muda NU, janganlah terbuai dengan euforia Hari Santri hanya dengan merayakan seperti karnaval, tapi jagalah nilai historisnya,” tegasnya

Dalam kesempatan yang sama, Imam memberikan penghargaan kepada anggota yang telah memenangkan Lomba Foto Kreasi IPNU IPPNU Bahrul Ulum MAN 3 Cilacap. Hasil karya tersebut menjadi simbol atas konsistensi PK IPNU IPPNU Bahrul Ulum selaras dengan Santri.

Editor : Shevilla Dewi Pramudita

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button