MWCNU

MWCNU (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) Kedungreja

MWCNU Kedungreja. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kedungreja Cilacap merupakan salah satu Struktur Organisasi NU di tingkat Kecamatan. MWCNU Kedungreja membawahi struktur organisasi Ranting NU sejumlah 11 (sebelas) Ranting NU. Ke 11 Ranting NU dimaksud yaitu Bojongsari, Bangunreja, Kedungreja, Jatisari, Ciklapa, Tambaksari, Rejamulya, Bumireja, Kaliwungu, Tambakreja, Sidanegara.

MWCNU Kedungreja terletak di Lat. -7,50782, Lng 108,78361 Dusun Kedungbakung RT.006 RW. 008 Desa Kedungreja Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah Kode Post 53263, yang tepatnya berada di Jalan Pemuda No. 21 Kedungreja yakni sebelah barat pasar Mingguan ± 100 M.

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kedungreja, Cilacap merupakan salah satu Organisasi  Sosial keagamaan ditingkat Kecamatan yang terbentuk sekitar tahun 1970 an, namun secara amaliyah NU sudah ada sejak lama, walau belum ada label NU.

MWCNU Kedungreja merupakan organisasi NU ditingkatan kecamatan yang pada saat itu dipelopori oleh beberapa Alim Ulama diantaranya adalah Kyai Muzni, Kyai Adzkiya, Kyai Sumarjo, KH. Ibrohim Mukti Sudasih, KH. Makinudin Malik Dan Kyai Khos lainya, karena kurangnya pendataan pada masa lalu banyak sejarah yang terlupakan, akan tetapi sejarah itu akan selalu dikenang dan diteruskan oleh kyai – kyai saat ini dengan terbukti MWCNU Kedungreja semakin hari semakin berkembang dan tertata rapih.

Di bawah ini sekilas sejarah singkat berdiri dan perkembangan MWCNU Kedungreja, beserta kegiatan-kegiatannya yang didukung oleh keberadaan Lembaga Lembaga NU dan Badan Otonom NU di Kedungreja.

Sekilas sejarah MWCNU Kedungreja

Sekitar tahun 1980 M sebelum pemekaran MWCNU Kedungreja membawahi 7 Ranting, yakni :

  1. Ranting Kedungreja ( Ketua Tanfidziyah Ky Mungawam )
  2. Ranting Tambaksari ( Ketua Tanfidziyah Ky Ma’ful )
  3. Ranting Tambakreja ( Ketua Tanfidziyah Ky Abu Huraeroh )
  4. Ranting Bumireja ( Ketua Tanfidziyah Ky Dahlan )
  5. Ranting Patimuan ( Ketua Tanfidziyah Ky Abidin )
  6. Ranting Ciklapa ( Ketua Tanfidziyah Ky Badrun )
  7. Ranting Rejamulya ( Ketua Tanfidziyah Ky Ngatiman )

Singkat sejarah MWCNU Kedungreja membeli sebidang tanah yang sudah ada gedungnya, kurang lebih pada tahun 1982 yang dimotori atau penggeraknya adalah KH Makinudin Malik, KH Ibrohim Mukti Sudasih, KH Mukhlasin, KH Taefur dan KH. Ahmad Taufikin.

Ketika NU kembali ke khittoh, MWCNU mengadakan Koferensi di Patimuan tahun 1985 M terpilih Ra’is Syuriah KH. Ibrohim Mukti Sudasih dan Tanfidziyah KH. Makinudin malik, sejak itulah NU mulai tertata rapih walau banyak rintangan dan halangan tetapi NU bukanya semakin kecil malah semakin membesar karena yang sejatinya NU adalah organisasi sosial keagamaan yang sudah mendarah daging secara amaliah dalam kehidupan Agama.

Seiring berjalanya waktu ditengah perjalannanya ada Resufle, KH. Makinudin malik yang pada waktu itu mengundurkan diri selaku tanfidziyah digantikan oleh KH Taefur Junaedi, dengan alasan ingin fokus terhadap Pondok Pesantren yang diasuhnya, selang beberapa tahun MWCNU Kedungreja mengadakan kembali Konferensi di desa Sidanegara pada tahun 1990 M. dan  terpilihlah Ra’is Syuriah pada waktu itu beliau  KH. Ibrohim Mukti Sudasih dan Ketua Tanfidziah  beliau KH. Ahmad Taufikin, pada tahun berikutnya itulah Kantor MWCNU Kedungreja pernah menjadi tempat Klinik.

Kemudian pada periode berikutnya KH. Ahmad Taufikin menjabat sebagai ketua Tanfidziyah MWCNU Kedungreja hingga akhir tahun 2016 dengan Rois Syuriyah beliau KH. Ahmad Muhammad Khasan Mas’ud.

Pada tahun 1992 M dengan adanya pemekaran Kecamatan Patimuan sehingga MWCNU Kedungreja merubah ranting yang awalnya 7 ranting menjadi 11 Ranting artinya berkurang Ranting satu malah bertambah empat Ranting yang diantaranya adalah:

1.       Ranting Kedungreja2.       Ranting Rejamulya3.       Ranting Sidanegara
4.       Ranting Bumireja5.       Ranting Kaliwungu6.       Ranting Jatisari
7.       Ranting Tambakreja8.       Ranting Tambaksari9.       Ranting Bojongsari
10.   Ranting Ciklapa11.   Ranting Bangunreja

Pada tahun 2016 tepatnya 29 Desember terselenggara Konferensi MWCNU Kedungreja dengan 7 team AHWA yang pada waktu itu diketuai oleh KH. QUSOSI menghasilkan  Rois Syuriyah Beliau KH. Ahmad Taufikin dari Dusun Suren RT. 001 RW. 004 Desa Tambakreja dan Ketua Tanfidziyah Beliau Samsul Mungin, S.Pd.I. dari Dusun Awiluar RT. 003 RW. 002 Desa Kedungreja.

Dimasa kepemimpinan KH. Ahmad Taufikin dan Samsul Mungin, S.Pd.I. periode 2016- 2021 Administrasi dan sarana dan Prasarana serta soliditas antar warga NU dari Pengurus MWCNU, Ranting NU, sampai Badan Otonomnya mulai terbangun sinergitas yang tinggi sehingga NU di Kedungreja.  Kpercayaan warga NU di Kedungreja sekarang sedikit demi sedikit terbangun kepercayaan dengan terbukti KOIN NU selalu meningkat hingga mencapai 55 Juta perbulan, dan dimasa akhir jabatannya dan MWCNU Kedungreja  sekarang sedang mendata warga NU atau yang berakidah ASWAJA di Kedungreja.

Lembaga dan Badan Otonom NU

Adapun Lembaga yang menjadi mitra dalam melaksanakan program ditingkat MWCNU ada Sepuluh  lembaga, satu Unit Pelaksana Teknis dan satu team Media NU serta Operator SISNU sebagai penunjang dan indikator kemajuan organisasi, yang meliputi;

  1. Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU)
  2. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)
  3. Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU)
  4. Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama  (LTMNU)
  5. Unit Pengelola Zakat Infak Sedekah (UPZIS) care- lazisnu
  6. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU)
  7. Lembaga Penangulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama ( LPBI NU )
  8. Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU (LPWNU)
  9. Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama ( LFNU)
  10. Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama ( LBH NU )
  11. Lembaga Seni Budaya Muslimin Nahdlatul Ulama ( LESBUMI NU)

Adapun Badan Otonom yang ada, antara lain;

  1. Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU dan 11 Ranting Muslimat NU
  2. Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan 11 Ranting GP Ansor
  3. Satuan Koordinasi Rayon (SATKORYON) BANSER dan 11 Satkorkel sebagai Badan Semi Otonom GP Ansor
  4. Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU dan 11 Ranting Fatayat NU
  5. Pimpinan Anak Cabang IPNU dan 11 Ranting IPNU
  6. Pimpinan Anak Cabang IPPNU dan 11 Ranting IPPNU

MWCNU Kedungreja juga sudah dilengkapi Media Nahdliyin Kedungreja (MNK) dan jaringan Operator Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU) di seluruh Ranting NU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

two × four =

Back to top button