Dokumentasi

Penguatan Kapasitas, NU Cilacap Peduli Gelar Rapat Kordinasi

NU Hadir Dalam Khidmah Yang Lebih Beragam

NU Cilacap Peduli menggelar rapat kordinasi dalam rangka penguatan kapasitas personal dan Tim sekaligus penyusunan kontigensi plan, Sabtu (6/10). Acara digelar di aula Gedung Pusdiklat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulam (PCNU) Cilacap yang beralamat di Jalan raya Kalisabuk KM. 15 Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap.

Rapat kordinasi dihadiri oleh Wakil Sekretaris PCNU Cilacap H Munawar AM,  jajaran pengurus tim NU Cilacap Peduli seperti Ketua, Sekretaris dan Bendahara, serta 4 Kordinator Wilayah (Korwil) Banser dan 4 Korwil Fatayat dan Devisi dalam kepengurusan Tim NU Cilacap Peduli.

Ketua NU Cilacap Peduli H Ali Yusro dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir atas dedikasinya. Ia mengungkap bahwa NU Cilacap Peduli merupakan “panggung besar” milik PCNU, untuk itu harus ada sinergi dari semua elemen NU.

“NU Cilacap peduli harus mensinergikan semua kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh lembaga dan Banom terutama dalam misi kemanusiaannya adalah sebuah keharusan,” katanya.

H Ali Yusro juga mengungkap bahwa keharmonisan antar Lembaga dan Banom harus dijaga dalam pengabdian misi kemanusiaan. Baginya, spirit tetap menjaga harmoni dan komitmen kebersamaan sangat penting bagi Tim NU Cilacap Peduli dalam hal penanganan kebencanaan.

Khidmah yang Lebih Beragam

Sementara itu Wakil Sekretaris PCNU Cilacap H Munawar AM mengungkapkan, nomenklatur secara prinsip NU Cilacap Peduli sudah diputuskan dalam Musyawarah Kerja Cabang NU Cilacap.

“Nama Tim ini sesuai hasil Muskercab adalah NU Cilacap Peduli. Nama ini juga tertuang dalam Surat Keputusan PCNU Cilacap. Nomenklaturnya sudah jelas. Tim NU Cilacap Peduli juga kelak akan dibentuk di level MWCNU,” katanya.

H Munawar AM juga mengatakan bahwa  sudah saatnya NU hadir dalam Khidmah yang lebih beragam. Pengkhidmatan NU saat ini tidak lagi soal pengajian, istighosah dan rutinan; akan tetapi NU hadir di semua sektor kehidupan. Salah satunya ya penanganan kebencanaan.

Dalan hal penanganan kebencanaan ini, menurut H Munawar AM butuh adanya jejaring yang kuat di semua level. Termasuk Penguatan Kapasitas NU Cilacap Peduli untuk keperluan publikasi di media massa dan media sosial.

Ia menuturkan bagaimana kiprah Bagana di Kota Batu Malang Jawa Timur menjadi headline berita nasional dalam ikut serta menangani korban banjir bandang. Semua ini terjadi karena respon yang cepat, proporsional, dan memiliki jejaring yang kuat dalam setiap level.

Harus ada yang mewakili untuk perperan dan terlibat pada tingkat Kabupaten. Minimal pada level sekretariat Tim NU Cilacap Peduli, khususnya divisi media. guna memperluas jaringan dan berperan dalam publikasi misi kemanusiaan.

NU Cilacap Peduli Tim Reaksi Cepat

Artibut dan Tim Reaksi Cepat

H Munawar AM menambahkan pentingnya atribut NU Cilacap Peduli dalam penanganan kebencanaan. Hal ini untuk mempertegas peran penting yang telah dilakukan oleh NU di tengah-tengah masyarakat.

Selama ini NU selalu tampil di garda depan dalam penanganan kebencanaan, akan tetapi yang viral di media justru pihak lain. Sekarang jamannya publikasi lewat media dengan gambar ataupun video. Yang tampak di kamera ya mereka yang menonjol atributnya, sementara kita yang kerja keras dari awal sampai recovery justru tidak kelihatan.

“Sudah saatnya dalam penanganan kebencanaan, Tim NU Cilacap Peduli semua memakai atribut sebagaimana mestinya sesuai nomenklatur,” tegasnya.

Di samping menyebut atribut, H Munawar AM juga meminta penambahan tugas penanganan tidak hanya dalam kebutuhan fisik semata, akan tetapi juga sisi religi.

“Selama ini Tim NU Cilacap Peduli masih berputar pada aspek Tim Reaksi Cepat (TRC), dapur umum atau evakuai. Padahal ada yang lebih penting lagi yakni penanganan trauma paska bencana. Tidak semua menjadi tim reaksi cepat (TRC), dapur umum atau evakuasi. Namun kita butuh tim trauma healing dan materi dakwah di medan bencana,” sambungnya.

Terakhir H Munawar AM mengimbau untuk memperkuat sinergitas seluruh potensi. Ia menyebut bahwa saat ini NU Care LAZISNU Cilacap sudah hadir lahir dan batin bersama NU Cilacap Peduli. Sudah saatnya seluruh potensi disinergikan dan saling memberi manfaat.

“Tidak hanya untuk organisasi, melainkan kebermanfaatan itu harus sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya

Artikel Terkait

One Comment

  1. Mantap sekali
    Seyogyanya dalam penangan bencana ,memang menjadi tanggung jawab semua lapisan elemen masarakat tanpa terkecuali,
    Edukasi edukasi pada masarakat terkait kebencanaan juga penting untuk di sosialisasikan agar di kemudian hari ketika terjadi bencana kita tidak gagap dan maksimal dalam upaya penanganan bencana??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button