Hadiri Apel Garfa, Ini Pesan Bupati Cilacap

NU CILACAP ONLINE – Bupati Cilacap Dr. Syamsul Auliya Rahman hadir dan bertindak sebagai pembina dalam Apel Garfa di Patimuan. Dalam kesempatan ini bupati menyampaikan beberapa hal, di antaranya himbauan agar Garfa cerdas dan tanggap di era multimedia ini.

Sebanyak 100 anggota Garda Fatayat (Garfa) dan 123 peserta Diklat Tingkat Dasar (DTD) Garda Fatayat (Garfa) mengikuti apel besar yang digelar di Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua PAC Fatayat se-Kabupaten Cilacap, jajaran PCNU Cilacap, MWCNU Patimuan, serta PC Fatayat NU Cilacap.

Bertindak sebagai pembina apel, Bupati Cilacap Dr. Syamsul Auliya Rahman menyampaikan arahan sekaligus mandat penting kepada para kader perempuan muda NU.

Dalam amanatnya, Bupati Syamsul Auliya menekankan pentingnya kesiapan kader Fatayat dan Garfa tidak hanya di ranah domestik, tetapi juga di ruang-ruang publik.

“Di era multimedia saat ini, kader Fatayat harus cepat tanggap, cerdas, dan cekatan. Kiprah kalian tidak cukup hanya di bidang keagamaan, tapi juga harus mampu mengasah skill dan keterampilan untuk berkontribusi di luar ranah domestik,” tegasnya. Baca juga GARFA, Garda Fatayat NU : Alasan, Makna dan Tujuan

Di hadapan peserta apel, bupati menyatakan bahwa pemerintah daerah siap bersinergi dengan Fatayat dan Garfa dalam berbagai program, khususnya yang menyangkut pemberdayaan dan kepentingan perempuan. Baca juga Pertemuan Garfa PC Fatayat NU Cilacap Peringati Hari Pahlawan

“Pemerintah Kabupaten Cilacap membuka pintu selebar-lebarnya untuk berkolaborasi dengan Fatayat dan Garfa, demi mendukung pembangunan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan perempuan,” tambahnya.

“Untuk Fatayat NU Cilacap, sekali lagi semangat! Harapannya, Garfa (Garda Fatayat) bisa semakin besar dan berperan di segala lini, termasuk membantu pemerintah. Keberadaan Garfa harus menjadi kekuatan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara”. Harlah ke 75, Fatayat NU Cilacap Gelar Refleksi dan Apel Garfa

Bupati mengungkap Garda Fatayat bukan hanya simbol. Ia adalah wujud nyata komitmen menjaga keutuhan bangsa.

Fatayat NU hari ini tidak hanya dituntut cakap secara spiritual, tetapi juga harus siap menghadapi tantangan modernisasi. Garfa merupakan manifestasi nyata dari upaya menjaga nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah.

“Perempuan muda NU hari ini dituntut untuk cakap, berani, dan mampu menyuarakan serta mewujudkan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan secara seimbang.”

Garfa harus bisa menampilkan identitas diri sebagai kader Fatayat NU yang: berjiwa nasionalis, religius, dan responsif terhadap tantangan zaman.

Teruslah berkiprah. Fatayat NU adalah kekuatan strategis perempuan muda Indonesia!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button