Badan Otonom NUFeature & Figur

Implementasi Semangat Kartini, Harlah Fatayat Gandrungmangu

Harlah Fatayat Gandrungmangu ke-71 tahun 2021 jatuh bersamaan dengan peringatan Hari Kartini yang terbingkai dalam suasana bulan suci Ramadhan. Hari Kartini tahun ini juga masih diperingati dalam kondisi penuh keterbatasan karena pandemi COVID-19.

“Saya ingin sekali berkenalan dengan seorang ‘gadis modern’, yang berani, yang mandiri, yang menarik hati saya sepenuhnya. Yang menempuh jalan hidupnya dengan langkah cepat, tegap, riang, dan gembira, penuh semangat dan keceriaan.”

“Gadis yang selalu bekerja tidak hanya untuk kebahagiaan dirinya saja, tetapi juga berjuang untuk masyarakat luas, bekerja demi kebahagiaan banyak sesama manusia.”

Demikian dikutip dari buku Surat-surat Kartini. Renungan tentang dan untuk Bangsanya (1979) yang diterjemahkan Sulastin Sutrisno.

Harlah Fatayat Gandrungmangu

Peringatan Harlah Fatayat Gandrungmangu pun tidak diwarnai dengan kegiatan mengenakan pakaian adat bagi siswa siswi sekolah atau karnaval di pusat keramaian seperti yang lazim dilakukan. Hal tersebut karena pandemi COVID-19 membuat masyarakat sebisa mungkin untuk menjaga jarak satu sama lain dan tidak melakukan mobilitas.

Album Kegiatan Harlah Fatayat Gandrungmangu

Terlepas dari peringatan hari kartini yang penuh keterbatasan, apakah kita pernah mencoba melihat sosok Kartini dalam wujud lain? Bukan hanya sosok kartini sebagai Wanita Jawa yang berkebaya dan bersanggul saja, tetapi lebih kepada pemikiran-pemikirannya. Kartini berjuang melawan tradisi yang menempatkan perempuan Indonesia dalam keterbatasan. Keterbatasan berpikir maupun bergerak yang mengakibatkan perempuan Indonesia tidak bisa maju dan berkembang.

Masih dalam semangat Hari Kartini, Peringatan Harlah Fatayat NU ke- 71 tahun ini mengusung tema “PERAN FATAYAT SEBAGAI KARTINI MASA KINI”. Pimpinan anak Cabang Fatayat NU Gandrungmangu berkoordinasi dengan seluruh Pimpinan Ranting menyelenggarakan berbagai kegiatan secara serentak dan mandiri pada tangal 24 April 2021.

Harlah Fatayat Gandrungmangu

Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting sebagaimana dimaksud bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat dan pemikiran Kartini bahwa wanita Indonesia bisa berperan secara aktif dalam masyarakat tanpa membedakan status dan gender.

Selanjutnya rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tetap menaati ketentuan protokol kesehatan. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Ranting diantaranya

  1. Pimpinan Ranting Gandrungmangu mengadakan kegiatan Tadarus Al Quran, Gema Sholawat Al Barzanji, Santunan Yatim Piatu dan Dhu’afa.
  2. Pimpinan Ranting Gandrungmanis menyelenggarakan kegiatan Tadarus Al Quran, bagi takjil dititik lintas Jalur selatan, dan Koperasi Ramadhan. Pimpinan Ranting Layansari melaksanakan kegiatan berupa perlombaan hafalan suratan pendek, Pildacil dan Adzan bagi anak TPQ, Madin, SD, dan MI  yang ditutup dengan acara buka bersama.
  3. Pimpinan Ranting Sidaurip menyelenggarakan kegiatan Bazar Ramadhan, bagi takjil dan Santunan Yatim Piatu dan Dhuafa. Pimpinan Ranting Muktisari menyelenggarakan kegiatan Tadarus Al Quran.
  4. Pimpinan Ranting Kertajaya menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Bucket Snack dan Bakti Sosial berupa membersihkan 37 masjid dan mushola di wilayah Pimpinan Ranting Kertajaya.
  5. Pimpinan Ranting Bulusari melaksanakan kegiatan Tadarus Al Quran dan Sosialisasi Pola Asuh Remaja di Era Milenial.
  6. Pimpinan Ranting Wringinharjo melaksanakan kegiatan tadarus Al-Qur’an dan tausiyah yang ditutup dengan  buka bersama.
  7. Pimpinan Ranting Cinangsi melaksanakan kegiatan Mujahadah Asmaul Husna, berbagi takjil manisan kolang kaling, Bazar Ramadhan dan tukar menukar kado sebagai wujud silaturakhmi sesama anggota Fatayat Ranting.
  8. Pimpinan Karanganyar melaksanakan kegiatan berbagi takjil dan tadarus Al Quran yang ditutup dengan tausiyah.

Nanik Isnaniyah selaku Pimpinan Anak Cabang Fatayat Gandrungmangu menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan PHarlah Fatayat Gandrungmangu bertujuan untuk menghidupkan kembali pemikiran-pemikiran Kartini dalam semangat pergerakan Fatayat yang bermuara pada kebermanfaatan untuk sesama. Selain itu disampaikan pula bahwa Fatayat sebagai organisasi kemasyarakatan harus mampu mengatasi tantangan zaman dengan memperkaya ilmu dan kemampuan sehingga tetap bisa bermanfaat bagi sesama meskipun pada masa pandemi.

Akhir kata, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1442 Hijriah. Jadikan momen Harlah Fatayat NU ke-71 ini sebagai motivasi untuk terus bergerak, berkarya, dan bersinergi. Fatayat bersatu, Indonesia bangkit.

Ditulis oleh : Uswatun Chasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

one × one =

Back to top button