Badan Otonom NU

Di Masjid LDII Majenang, Mars Banser & Yalal Wathan Berkumandang

Mars Banser Ansor dan Yalal Wathon berkumandang di Masjid Syaifurahman Sindangsari Majenang, yang selama ini masjid tersebut dikelola oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), mengiringi Diklat Pemulasaraan Jenazah NU Majenang Peduli Covid-19

Nyanyian Mars Ansor Banser dan Yalal Wathan (dikenal juga dengan Mars Subbanul Waathon) di Masjid Syaifurahman merupakan acara pembuka dalam rangka kegiatan pelatihan dan latihan (diklat) pemulasaraan jenazah dan penanggulangan prefentif covid-19 oleh tim satgas NU Peduli Covid MWCNU Majenang.

Kegiatan ini didukung oleh Tim Gugus Tugas Covid 19 Kecamatan Majenang bekerjasama dengan Yayasan Minhajurrosyidin Majenang sebagai fasilitator kegiatan.

Sebagaimana diberitakan NUCOM sebelumnya Masjid Syaifurahman, dikelola oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Majenang, merupakan wakaf dan digunakan untuk kemaslahatan ummat.

“Kegiatan di masjid ini diinisiasi guna mengembalikan fungsi masjid sebagai media siar dakwah Islamiyah juga sebagai media silaturahmi mempererat ikatan kekeluargaan seluruh umat Islam tidak untuk golongan tertentu apalagi di tengah problema negeri ini terjangkit wabah pandemi covid-19 yang makin hari bertambah tinggi dan meningkat. Maka mesti bersama saling meguatkan, saling berbagi rasa optimisme guna mengatasinya.” terang shohibul muassis (Ketua Dewan Pembina) Minhajurrasyidin Majenang Komisaris Jendral Purnawirawan Haji Nurfaizi Soewandi melalui Shohibul Ma’had H Muhammad Murtadlo Abdul Aziz. Kamis, 22/7/2021 siang.

Diklat Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Ketua Satgas Gugus Tugas NU Peduli Covid-19 MWCNU Majenang Cilacap H Muhtar Faizin mengatakan kegiatan ini merupakan inisiasi bersama dalam rangka peningkatan kapasitas satuan tugas (Satgas) penanganan pemulasaraan jenazah akibat covid-19

“Pelatihan sebagai bekal ilmu untuk bisa diterapkan di lingkungan tugas peserta diklat dalam menangani jenazah covid-19”. terangnya.

Disampaikan, kegiatan pendidikan dan latihan (diklat) dibekali dengan wawasan pengetahuan tentang ilmu pemulasaraan jenazah covid dan ilmu terapannya yakni praktik lapangan mulai dari bagaimana memandikan jenazah, menyolati, mengkafani dan menguburkannya sesuai ajaran Islam Annahdliyah.

Satgas Gugus Tugas NU Peduli Covid-19 MWCNU Majenang Cilacap

“Kehadiran kami melalui kegiatan diklat inj semoga membawa rahmat dan pulang memberi maghfiroh. Amiin.” Akunya

Ketua Satgas Covid 19 Kecamatan Majenang melalui Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Majenang, Wasis mengapresiasi kegiatan penyelengaraan diklat tersebut, pasalnya penting guna bekal ilmu dan guna pelaksanaannya nanti di lapangan.

“Saya harap para peserta bisa ikuti kegiatan pelatihan ini dengan seksama sebagai bekal ilmubyang nanti diterapkan diligkungan peserta pelatihan masing-masing.” akunya.

Pelatih narasumber kegiatan diklat, Syamsul Bakhri mengatakan kepanikan menghadapi masalah merupakan salah satu penyakit yang terpenting diatasi sebelum melakukan pemulasaraan.

“Yang utama bagi peserta tugas pemulasaraan jangan terbawa suasana panik.” tegasnya.

Pada suatu masa di negeri Syiria, lanjut Syamsul Bakhri yang juga Ketua GP Ansor Majenang menceritakan sebuah hikayat, di Negeri itu ada seorang wali yang bisa berkomunikasi dengan toun (senyawa virus) dan menyampaikan pesan pada sang wali bahwa dirinya (thoun) diperintahkan Allah Swt untuk menyerang dan membunuh 10 ribu orang. Namun pada kenyataannya yang mati 40 ribu orang meninggal.

“Maka wali itu bertanya, dan jawabnya toun bahwa 30 ribu orang itu mati sebab karena panik. Kepanikan yang membunuhnya” terangnya.

Kegiatan diklat pemulasaraan jenazah di hadiri oleh tim satgas Gugus tugas Covid19 Kecamatan Majenang, perwakilan santri pesantren di Majenang dan termasuk pesantren Minhajurrasyidin, Perwakilan dari pengurus LDII Majenang, serta tim satgas NU Peduli covid-19 dari perwakilan setiap ranting (17) desa se-kecamatan Majenang baik dari Ansor, Banser maupun pengurus Ranting NU Majenang.

Banser Ansor Satgas Covid-19

Perlu diketahui kegiatan diklat dipungkasi dengan tausyiah sekaligus munajat doa oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cilacap yang juga Ketua Umum Yayasan Minhajurrosyidin Majenang, KH Shoim Ahmed Al Amin, Lc MH

“Kegiatan diklat ini merupakan langkah antisipatif kita umat Islam, sebab penanganan dan pemulasaraan jenazah covid 19 ada ketentuannya, ada syariahnya yang aman bagi semua bagi sesama.” pungkasnya

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Sindangsari Majenang, yang juga anggota Lesbumi MWCNU Majenang, Muhammad Ashif Sholeh Syahid mengatakan rencana kegiatan diklat (pendidikan dan pelatihan) pemulasaraan dan penanganan jenazah covid-19 ini akan disiarkan ulang via akun youtube GP Ansor Majenang dan facebook GP Ansor Sindangsari Majenang.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 + 2 =

Back to top button