Ranting NU

NU Cibalung Menggelar Muskeran, Perkuat Jam’iyah & Jama’ah

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Cibalung, Kecamatan Cimanggu menggelar Musyawarah Kerja Ranting (Muskeran) sebagai bentuk penjelasan, penegasan serta ikhitiar perkuat warga NU Cibalung, baik secara jam’iyah maupun jama’ah. Muskeran digelar di Masjid Jami’ Nurul Huda Desa Cibalung, Dusun Karangmangu pada Ahad (28/03/2021) lalu.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cimanggu, Pengurus Ranting NU, Pimpinan Ranting Muslimat NU, GP Ansor, Banser, Fatayat NU Cibalung serta Kepala Desa Cibalung, yang menegaskan dukungan sepenuhnya dari pihak pemerintah desa kepada ranting NU dengan program-programnya.

Ketua Tanfidiyah MWCNU Cimanggu, KH Saeful Majid Darkino, dalam sambutannya menegaskan pentingnya Gerakan Wakaf NU sebagai upaya penguatan warga NU Cibalung.

“Jangan sampai masjid atau musholla yg dikelola warga NU, diambil alih oleh “minhum”, disebabkan tidak diwakafkan melalui NU, karena akhir-akhir ini terjadi alih kelola masjid atau musholla NU oleh pihak-pihak tertentu yang bukan bagian dari NU.” pungkasnya.

Selanjutnya program gerakan wakaf NU menjadi diskusi tersendiri dalam muskeran kali ini. Hal-hal terkait mekanisme wakaf disampaikan oleh Lembaga Pertanahan dan Wakaf NU (LPWNU) MWCNU Cimanggu. Hal ini menjadi diskusi yang menarik terlihat dari antusias sebanyak 57 peserta muskeran yang hadir.

Baca Juga : Musker-1 Ranting NU Karangsari Cimanggu Perkuat Syuriyah

Dalam agenda penguatan keorganisasian, Wakil Ketua Tanfidziyah MWCNU Cimanggu, T. Ahmad Muhyiddin menegaskan jangan ragu untuk berkhidmat di NU Cibalung.

“Organisasi NU ini bukan partai, bukan gerakan politik, maka jangan ragu diam di NU. Khidmah di NU berarti berkhidmah untuk kemanusiaan. Sebab NU mengedepankan ukhuwah basyariyah.” tuturnya.

Beliau melanjutkan pentingnya koordinasi dan konsolidasi antar elemen NU untuk menghadang gerakan “minhum” yang ingin mengganti NKRI.

“Kita harus tahu pola dan cara mereka menyusup di warga NU. Jangan sampai terjadi seperti insiden Kota Kamal yang ternyata ujungnya digunakan untuk pendanaan teroris.” tambahnya.

Selanjutnya dalam pemaparan gerakan Koin NU atau Gocap, Fatkhurrokhman menjelaskan prioritas alur pencapaiannya. Mulai dari motivasi cara penggalian dana sampai aspek-aspek pentasarufannya.

“Jika kaleng-kaleng gocap ini bisa berhasil secara maksimal dan optimal, maka kegiatan-kegiatan yang ditopang NU bisa mendapatkan bagian pendanaan dari Koin NU ini, dengan ini kita mampu mandiri, tidak mudah dibeli pihak-pihak tertentu, dan tidak selalu menunggu bantaun dari pemerintah ketika akan merealisasikan program-program NU ke depannya.” ucapnya.

Dari unsur Banser pun intens mengikuti muskeran ini. Apalagi mereka diberi “bebungah” atau kabar baik dari Koin NU ini, dengan adanya bantuan biaya Diklatsar jika mampu meraih target yang diharapkan.

Kemudian acara Muskeran (Musyawarah Kerja Ranting) NU Cibalung ditutup dengan do’a oleh Rois Syuriah, Kiai Abdul Wahab.

Kontributor: T. Ahmad Muhyiddin/Ah. Zahid Mahmud
Penyunting: Shevilla Dewi Pramudita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 × four =

Back to top button