Kami adalah Banser, Barisan Ansor Serbaguna

NU Cilacap Online — Di bawah langit yang sama, di atas bumi pertiwi yang kita cintai, hari ini kita berdiri tegak—bukan sekadar sebagai barisan manusia berseragam cokelat hijau, tetapi sebagai simbol pengabdian, kemanusiaan, dan persaudaraan. Kami adalah Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Kami hadir bukan untuk membedakan, melainkan untuk menjaga. Bukan untuk menilai siapa engkau, dari mana asalmu, apa suku, bangsa, dan agamamu—tetapi untuk memastikan setiap manusia merasa aman, terlindungi, dan dimanusiakan.

Sejak awal kami dilahirkan, Banser dididik untuk setia kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan. Dalam setiap langkah pengabdian, kami diajarkan bahwa menolong satu nyawa adalah menolong seluruh umat manusia.

Karena itulah Banser selalu hadir di garis depan—saat bencana melanda, saat konflik mengancam persatuan, saat rumah ibadah perlu dijaga, dan saat masyarakat membutuhkan uluran tangan.

Hari ini, 23 Desember 2025, sepuluh ribu Banser berkumpul, di komplek Makom waliyullah, Sunan Gunung Jati, Bukan untuk menunjukkan kekuatan fisik semata, tetapi untuk menegaskan komitmen moral: bahwa kami peduli terhadap nasib umat manusia tanpa melihat perbedaan suku, bangsa, dan agama.

Kami berdiri sebagai penjaga nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, Islam yang menghadirkan kasih sayang bagi seluruh alam.

Kami berdiri sebagai benteng NKRI, setia pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Dan kami berdiri sebagai saudara bagi siapa pun yang membutuhkan pertolongan.

Apel ini bukan akhir, tetapi pengingat. Bahwa seragam ini adalah amanah. Bahwa langkah kami adalah pengabdian. Dan bahwa Banser akan selalu ada—di mana kemanusiaan dipanggil.

Jayalah Banser. Jayalah Ansor. Jayalah Indonesia.

Salam, Hadi Mustofa, Kasatkorcab. Banser X 26 Cilacap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button