Badan Otonom NU

Latihan Instruktur dan Suspelat Ansor Banser Se Barlingmascakeb

Latihan Instruktur (LI) dan Kursus Pelatih (Suspelat) yang diikuti anggota Banser dan GP Ansor se Barlingmascakeb bertujuan untuk memberdayakan potensi kader di bidang keinstrukturan atau pelatih;, juga untuk penguatan idiologi dalam rangka menangkal paham radikal ekstrem di tengah masyarakat.

Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah menggelar Latihan Instruktur (LI) dan Kursus Pelatih (Suspelat) di MI Ya BAKII Welahan Wetan Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini digelar selama tiga hari dan dimulai  sejak 29 Oktober – 31 Oktober 2021.

Acara LI dan Suspelat yang merupakan gabungan peserta dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen (Barlingmascakeb) dibuka oleh Kasatkorwil BANSER Jawa Tengah Muchtar Ma’mum. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa kebutuhan akan Instruktur maupun pelatih semakin naik.

“Usaha mencetak kader-kader militan Gerakan Pemuda Ansor semakin hari semakin naik. Hal ini seiring dengan semakin banyaknya pengurus cabang maupun anak cabang membuka rekrutmen kader-kader potensial dalam Gerakan Pemuda Ansor,” ujar Muchtar.

Muchtar juga mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk usaha menyamakan persepsi dalam visi misi yang berkesinambungan di semua level.

Artikel Terkait
LI Suspelat Ansor Banser Barlingmascakeb Satkorwil Jateng
Para Peserta Latihan Instruktur (LI) dan Kursus Pelatih (Suspelat) se Barlingmascakeb mengikuti upara pembukaan.

“Pelatihan ini memang jadi kewajibannya seluruh kader-kader Ansor di tingkat cabang sampai ranting agar ada kesinambungan visi misi idiologi di bawah Ansor,” tambahnya.

LI Suspelat Barlingmascakeb

Pembukaan LI dan SUSPELAT Barlingmascakeb dihadiri oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap; para Ketua Badan Otonom NU Cabang, Pengurus MWCNU Adipala dan Kepala MI Ya BAKII Welahan Wetan.

Wakil Ketua PCNU Cilacap H Imam Thobroni dalam sambutannya mengatakan NU punya kesempatan besar untuk membangun NKRI.

“Kalau kita kuat di barisan Ansor. Maka untuk menghadapi seribu rintangan akan mampu kita patahkan  bersama. Tantangan dari waktu ke waktu adalah kesiapan kita untuk menyambut kader-kader NU,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cilacap mengatakan; bahwa calon peserta LI dan SUSPELAT terlebih dulu wajib melewati proses screening yang ketat. Mereka berasal dari wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen (Barlingmascakeb).

“Banyak peserta yang tidak lulus ketika mengikuti Screening. Setelah melalui screening, dari 75 peserta yang lulus hanya 56 peserta. Karena masih banyak yang belum memenuhi syarat,” ungkap ‘Aliman.

“Latihan Instruktur untuk kader Ansor sedangkan Suspelat untuk Kader Banser. Out put dari kegiatan ini nantinya adalah mencetak calon instruktur dan calon pelatih,” tambah ‘Aliman

Aliman menyampaikan terima kasih kepada PW GP Ansor dan Satkorwil Banser Jawa Tengah yang memberikan kepercayaan kepada GP Ansor Cilacap untuk menjadi tempat pelaksanaan LI dan Suspelat Banser dan GP Ansor se Barlingmascakeb.

Setelah mengikuti Latihan Istruktur, kelak para Instruktur hendaknya memahami dan menerapkan 3 tugas pokok Instruktur; yaitu bertanggung jawab terhadap pengelolaan pelatihan, monitoring kader pasca pelatihan (Aktivitas sosial kemasyarakatan, keagamaan & pribadi) dan follow up pelatihan & Pendampingan Kader pasca pelatihan

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button