Badan Otonom NU

GP Ansor Cilacap, Organisasi Pemuda Nahdlatul Ulama (NU)

GP Ansor Cilacap, atau Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cilacap, menjadi bagian tak terpisahkan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap; sebagai Badan Otonom, berbasis anggota pemuda NU, memiliki Badan Semi Otonom yang dinamakan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dan dan Rijalul Ansor.

GP Ansor Cilacap

Gerakan Pemuda Ansor atau Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (GP Ansor NU) Kabupaten Cilacap mengalami dinamika dan pasang surut yang variatif; namun demikian tidak bisa dikatakan vakum sama sekali. Inilah kondisi obyektif internal organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) tersebut

Cara pandang siapapun –baik internal maupun eksternal– yang berbeda jelas akan melahirkan kesimpulan yang berbeda pula dalam menilai dan melihat kondisi obyektif ini. Pasang surut tersebut secara internal dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kepemimpinan, etos kerja, rasa kepemilikan, implementasi visi dan misi, kepentingan-kepentingan dan kesadaran individu maupun kolektif.

Faktor-faktor tersebut jelas sangat terasa dalam konteks bagaimana Gerakan Pemuda Ansor merealisasikan program kerja dan kegiatan-kegiatan lainnya. Ia bisa bersifat koordinatif, kerja sama saling menguntungkan dan menjalin komitmen untuk keberlanjutan sebuah program atau kegiatan.

Artikel Terkait

Secara eksternal, kondisi obyektif Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Cabang Kabupaten Cilacap ikut dipengaruhi oleh interaksi positif antar elemen di lingkungan Nahdlatul Ulama dan elemen-elemen masyarakat lain dari unsur kepemerintahan sampai dengan unsur kemasyarakatan pada umumnya.

Kepemimpinan GP Ansor

Pimpinan GP Asnor Cilacap sebagai struktur organisasi kepemudaan NU di tingkat Cabang atau Kabupaten, mengalami proses regenerasi kepemimpinan secara dinamis. Maksudnya, sejauh penelusuran sejarah singkat, kepemimpinan GP Ansor Cilacap berjalan dengan baik dari waktu ke waktu.

Nama-nama berikut ini adalah para Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Cilacap terdahulu, di antaranya H Samsul Hidayat Hammaf (1992-1996), KH Muhlisuddin Affandi (1996-2000), H Munir Nur Said (2000-2004), H Munawar AM (2004-2008); H Fathul Aminudin Azis (2008-2012), Libanun Muzayyin (2012-2018), dan Aliman S.Pd (2018-2022).

Mereka semua adalah figur, sosok dan tokoh yang mendapat kepercayaan untuk memimpin GP Ansor Cilacap pada zamannya. Di era mereka, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) juga senantiasa tumbuh silih berganti menjadi bagian dari kader inti GP Ansor.

Kepemimpinan GP Ansor Cilacap dengan demikian mengalami kontinyuitas yang terjaga. Setidaknya sejak periode tahun 1992 hingga 2022 ini; di mana tidak pernah mengalami kekosongan kepemimpinan; dan itu berarti selama 30 tahun berturut turut, GP Ansor Cilacap tetap eksis secara berkelanjutan.

Baca Artikel Ke NU an Lainnya

Organisasi Kader

Ansor Banser CilacapAntara Ansor dan Banser ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan karena fungsinya. Belajar dari pengalaman masa lalu; kedua komponen dalam Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama tersebut pada prinsipnya merupakan KADER-KADER yang secara bersama-sama harus memikul tanggungjawab penghidmatan ini.

Dengan Jati Diri Sebagai Organisasi Kader, Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama diuraikan menjadi beberapa topik dan pemikiran-pemikiran sebagaimana berikut ini:

  1. Memperkuat sistem kepemimpinan melalui penguatan struktural organisasi di semua tingkatan; dari Cabang, Anak Cabang hingga Ranting. Ini berlaku juga bagi Satuan Koordinasi Banser. Karena secara struktural, Banser akan mengikuti pola dan struktur yang ada di Gerakan Pemuda Ansor. Penguatan ini penting dalam konteks keberlangsungan struktural sehingga tetap dinamis.
  2. Memperkuat pemahaman Kader tentang Administrasi Organisasi yang bermuara pada pentingnya berorganisasi sesuai sistem administrasi yang berlaku sehingga organisasi bisa dijalankan secara lebih bertanggungjawab. Termasuk di dalamnya adalah pembuatan database organisasi, pengurus, kader, anggota berserta potensi yang dimilikinya.
  3. Memperbanyak moment-moment Kaderisasi ditingkat Cabang untuk mempersiapkan kader di tingkat anak cabang dan memperbanyak momen kaderisasi di tingkat Anak Cabang yang ditujukan untuk rekruitmen kader agar bisa menjangkau pembentukan semua ranting yang ada. Ini bisa disinergiskan dengan rencana besar NU untuk menguatkan jaringan struktural hingga ke Kelompok Anak Ranting yang berbasis Masjid dan atau Musholla.
  4. Mencari dan mengimplementasikan model-model Penguatan Kader dari sisi pemberdayaan ekonomi, social, politik, lifeskill, pengembangan pemikiran keagamaan Ahlussunnah Wal Jamaah, penguasaan tehnologi informasi, dalam paket Kaderisasi yang utuh sehingga wawasan Kader berkembang sesuai dengan pilihan dan minatnya.

Artikel Terkait Lainnya

PAC GP Ansor

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (GP Ansor NU) Kabupaten Cilacap membawahi 24 Pimpinan Anak Cabang (PAC), yaitu Adipala Bantarsari Binangun Cilacap Selatan Cilacap Tengah Cilacap Utara, Cimanggu, Cipari Dayeuhluhur, Gandrungmangu, Jeruklegi, Kampunglaut Karangpucung Kawunganten, Kedungreja Kesugihan Kroya Majenang Maos Nusawungu Patimuan Sampang Sidareja dan Wanareja.

Dengan berbagai kekurangan yang dimiliki; Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Kabupaten Cilacap telah mampu menggalang konsolidasi organisasi dalam kerangka menguatkan bangunan struktural; membangun dan menguatkan jaringan struktur di tingkat Pimpinan Anak Cabang sebagai pondasi organisasi.

Memberikan stimulus kepada Pimpinan Anak Cabang GP Ansor NU dalam bentuk partisipasi aktif untuk kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan. Ini semua juga bergantung pada kondisi obyektif Pimpinan Anak Cabang GP Ansor NU yang performance-nya juga sangat variatif.

Ada beberapa Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor di Kabupaten Cilacap yang memiliki mobilitas tinggi, ada beberapa lainnya yang mobilitasnya perlu ditingkatkan. Perjumpaan konsolidatif dan partisipasi aktif antara Pimpinan Cabang (PC GP Ansor Cilacap) dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor NU ini merupakan ruh dari kinerja organisasi yang saling melengkapi dan menguatkan.

Momen-momen kegiatan yang diselenggarakan tidak lain adalah bentuk kerjasama untuk menyelaraskan kinerja dan pelaksanaan program organisasi secara komprehensif/menyeluruh. Pelaksanaan program antara idealitas dengan realitas tentu masih perlu ditingkatkan, karena satu alasan; bahwa organisasi kita memang harus dinamis, terus mengupayakan agar tidak mengalami stagnasi berkepanjangan.

Baca Artikel Terkait

Rijalul Ansor Cilacap

GP Ansor Cilacap mulai periode 2018-2022, telah embentuk Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor, yang merupakan lembaga semi otonom GP Ansor.

Dalam Peraturan Organisasi (PO) Gerakan Pemuda Ansor Nomor : 02/KONBES-XVIII/VI/2012 yang di maksud dengan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor adalah lembaga semi otonom yang dibentuk oleh Gerakan Pemuda Ansor sebagai implementasi Visi Revitalisasi Nilai dan Tradisi dan Misi Internalisasi nilai Aswaja dan Sifatur rasul dalam Gerakan Pemuda Ansor.

Rijalul Ansor CilacapSecara Kelembagaan, Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor dibentuk mulai dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan ranting di seluruh Indonesia. Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor bersifat semi otonom disetiap tingkatan yang diangkat, disahkan dan diberhentikan oleh pimpinan Gerakan Pemuda Ansor di masing-masing tingkat kepengurusan.

Rijalul Ansor memiliki status sebagai lembaga semi otonom yang dibentuk oleh Gerakan Pemuda Ansor Ansor sebagai implementasi Visi Revitalisasi Nilai dan Tradisi dan Misi Internalisasi nilai Aswaja dan sifatur rasul dalam Gerakan Pemuda Ansor.

Majelis ini dibentuk mulai dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan ranting di seluruh Indonesia. Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor bersifat semi otonom di setiap tingkatan yang diangkat, disahkan dan diberhentikan oleh pimpinan Gerakan Pemuda Ansor di masing-masing tingkat kepengurusan.

Baca Juga : Pengurus Organisasi NU Dan Pimpinan Badan Otonom NU

Rijalul Ansor memiliki fungsi enjaga dan mempertahankan paham Aqidah Ahlus sunnah wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama dan ebagai upaya konsolidasi kiai dan ulama muda Gerakan Pemuda Ansor di setiap tingkatan.

Sedangkan tugas dari Rijalul Ansor adalah; mensyiarkan ajaran-ajaran dan amalan-amalan keagamaan yang telah diajarkan oleh paramasayyih Nahdlatul Ulama dan para Wali penyebar agama Islam di Nusantara; melaksanakan program-program kegiatan peringatan hari besar Islam sebagai upaya dakwah Islam Ahlussunah wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama.

Selain memiliki tugas dan fungsi, Rijalul Ansor juga memiliki tanggungjawab berupa: menjaga, memelihara dan menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan aqidah ahlussunah wal jama’ah ala Nahdlatul Ulama; dan menjaga gerakan Islam Indonesia tetap sebagai agama Islam yang rahmatan lil alamin dan menolak cara-cara kekerasan atas nama Islam (Update 13 Februari 2022).

Baca Juga >> Situs Berita Kegiatan Lembaga dan Badan Otonom NU

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

three × five =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button