Badan Otonom NU

Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama GP Ansor NU Cilacap

Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (GP Ansor NU) Kabupaten Cilacap, GP Ansor NU Cilacap menjadi bagian tak terpisahkan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap. Sebagai Badan Otonom, GP Ansor NU memiliki Badan Semi Otonom yang dinamakan Banser (Barisan Ansor Serbaguna).

Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Kabupaten Cilacap mengalami dinamika dan pasang surut yang variatif, dan tidak bisa dikatakan vakum sama sekali. Inilah kondisi obyektif internal organisasi yang sebenarnya. Cara pandang siapapun –baik internal maupun eksternal– yang berbeda jelas akan melahirkan kesimpulan yang berbeda pula dalam menilai dan melihat kondisi obyektif ini.

Pasang surut tersebut secara internal dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kepemimpinan, etos kerja, rasa kepemilikan, implementasi visi dan misi, kepentingan-kepentingan dan kesadaran individu maupun kolektif. Faktor-faktor tersebut jelas sangat terasa dalam konteks bagaimana Gerakan Pemuda Ansor merealisasikan program kerja dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Secara eksternal, kondisi obyektif Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Kabupaten Cilacap ikut dipengaruhi oleh interaksi positif antar elemen di lingkungan Nahdlatul Ulama dan elemen-elemen masyarakat lain dari unsur kepemerintahan sampai dengan unsur kemasyarakatan pada umumnya. Ia bisa bersifat koordinatif, kerja sama saling menguntungkan dan menjalin komitmen untuk keberlanjutan sebuah program atau kegiatan.

Kader Ansor dan Banser

Antara Ansor dan Banser ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan karena fungsinya. Belajar dari pengalaman masa lalu; kedua komponen dalam Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama tersebut pada prinsipnya merupakan KADER-KADER yang secara bersama-sama harus memikul tanggungjawab penghidmatan ini.

Dengan Jati Diri Sebagai Organisasi Kader, Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama diuraikan menjadi beberapa topik dan pemikiran-pemikiran sebagaimana berikut ini:

  1. Memperkuat sistem kepemimpinan melalui penguatan struktural organisasi di semua tingkatan; dari Cabang, Anak Cabang hingga Ranting. Ini berlaku juga bagi Satuan Koordinasi Banser. Karena secara struktural, Banser akan mengikuti pola dan struktur yang ada di Gerakan Pemuda Ansor. Penguatan ini penting dalam konteks keberlangsungan struktural sehingga tetap dinamis.
  2. Memperkuat pemahaman Kader tentang Administrasi Organisasi yang bermuara pada pentingnya berorganisasi sesuai sistem administrasi yang berlaku sehingga organisasi bisa dijalankan secara lebih bertanggungjawab. Termasuk di dalamnya adalah pembuatan database organisasi, pengurus, kader, anggota berserta potensi yang dimilikinya.
  3. Memperbanyak moment-moment Kaderisasi ditingkat Cabang untuk mempersiapkan kader di tingkat anak cabang dan memperbanyak momen kaderisasi di tingkat Anak Cabang yang ditujukan untuk rekruitmen kader agar bisa menjangkau pembentukan semua ranting yang ada. Ini bisa disinergiskan dengan rencana besar NU untuk menguatkan jaringan struktural hingga ke Kelompok Anak Ranting yang berbasis Masjid dan atau Musholla.
  4. Mencari dan mengimplementasikan model-model Penguatan Kader dari sisi pemberdayaan ekonomi, social, politik, lifeskill, pengembangan pemikiran keagamaan Ahlussunnah Wal Jamaah, penguasaan tehnologi informasi, dalam paket Kaderisasi yang utuh sehingga wawasan Kader berkembang sesuai dengan pilihan dan minatnya.

Pimpinan Anak Cabang GP Ansor NU

Dengan berbagai kekurangan yang dimiliki; Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Kabupaten Cilacap telah mampu menggalang konsolidasi organisasi dalam kerangka menguatkan bangunan struktural; membangun dan menguatkan jaringan struktur di tingkat Pimpinan Anak Cabang sebagai pondasi organisasi.

Memberikan stimulus kepada Pimpinan Anak Cabang GP Ansor NU dalam bentuk partisipasi aktif untuk kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan. Ini semua juga bergantung pada kondisi obyektif Pimpinan Anak Cabang GP Ansor NU yang performance-nya juga sangat variatif. Ada beberapa Pimpinan Anak Cabang yang memiliki mobilitas tinggi, ada beberapa lainnya yang mobilitasnya perlu ditingkatkan.

Perjumpaan konsolidatif dan partisipasi aktif antara Pimpinan Cabang dengan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor NU ini merupakan ruh dari kinerja organisasi yang saling melengkapi dan menguatkan. Momen-momen kegiatan yang diselenggarakan tidak lain adalah bentuk kerjasama untuk menyelaraskan kinerja dan pelaksanaan program organisasi secara komprehensif/menyeluruh.

Pelaksanaan program antara idealitas dengan realitas tentu masih perlu ditingkatkan, karena satu alasan; bahwa organisasi kita memang harus dinamis, terus mengupayakan agar tidak mengalami stagnasi berkepanjangan.

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (GP Ansor NU) Kabupaten Cilacap membawahi 24 Pimpinan Anak Cabang (PAC), yaitu Adipala Bantarsari Binangun Cilacap Selatan Cilacap Tengah Cilacap Utara, Cimanggu, Cipari Dayeuhluhur, Gandrungmangu, Jeruklegi, Kampunglaut Karangpucung Kawunganten, Kedungreja Kesugihan Kroya Majenang Maos Nusawungu Patimuan Sampang Sidareja dan Wanareja.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

thirteen − 1 =

Back to top button