15 Ranting Fatayat NU Se-Kecamatan Adipala Resmi Dilantik

NU CILACAP ONLINE – Sebanyak Lima Belas (15) Pimpinan Ranting Fatayat Nahdlatul Ulama (PRFNU) Se-Kecamatan Adipala resmi dilantik oleh Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Cilacap (PCFNU). Kegiatan pelantikan ini dirangkai dengan penguatan organisasi. Berlangsung di aula MTs Raudlatul Huda Welahan Wetan Adipala acara pelantikan berlangsung khidmat, Ahad, (13/3).

Prosesi Pelantikan

Hadir pada acara pelantikan tersebut yakni PC Fatayat NU Cilacap, Kiai Banu Tolib selaku Narasumber penguatan organisasi, MWCNU Adipala, Jajaran Forkompincam Adipala, ketua-ketua Banom NU se- Kecamatan Adipala, pengurus PAC Fatayat NU Adipala dan PR Fatayat NU Se-Kecamatan Adipala.

Acara diawali dengan tarian Gambyong yang dibawakan oleh Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPPNU) Adipala. Selanjutnya untuk prosesi pelantikan kali ini Konsepnya juga berbeda dari biasanya, para terlantik disambut dengan tongkat pora dan diiringi tarian dari anggota Korp Pelajar Putri (KPP), ketika naik dan turun dari panggung.

15 Pimpinan Ranting Fatayat NU

Ketua panitia Fathin Amamah dalam laporannya menyampaikan ada sebanyak 15 Pimpinan Ranting yang dilantik dari Enam Belas Ranting yang ada yaitu ; 1. Pimpinan Ranting Fatayat NU Welahan Wetan; (2) Glempangpasir; (3) Pedasong; (4) Karangbenda; (5) Pimpinan Ranting Fatayat NU Adiraja; 6. Adirejawetan; 7. Adirejakulon; 8. Doplang; 9. Kalikudi, 10. Karangsari, 11. Penggalang, 12 Bunton; 13 Adipala, 14. Wlahar dan 15 Gombolharjo.

Artikel Terkait

Fathin juga sangat mengapresiasi kinerja Pimpinan Ranting Fatayat NU Kecamatan Adipala dan mengharapkan setelah dilantik nantinya lebih aktif dan tambah semangat dalam berjuang di Nahdlatul Ulama melalui Fatayat NU.

“Dalam kegiatan pelantikan ini kami juga bersinergi dengan kader penerus Fatayat yaitu Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang tergabung di Korp Pelajar Putri (KPP). Anggota KPP ini membantu dalam upacara tongkat pora dan pertunjukkan tari. Selain KPP juga kami selalu menggandeng BANSER untuk ikut menjaga dan pam demi lancarnya kegiatan,” tegas Fathin.

Pelantikan Ranting Fatayat NUBaca juga Pelantikan Raya Fatayat NU Kesugihan Diikuti 9 Pimpinan Ranting

Pesan Camat Adipala

Dalam sambutannya Camat Adipala Teguh Prastowo menjelaskan pentingnya tetap menjaga kesehatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Teguh prastowo juga mengucapkan selamat kepada para terlantik dan memberikan enam pesan yang harus dijalankan baik untuk pengurus maupun anggotanya.

Enam pesan Camat Adipala tersebut yaitu ;
1. Profesionalisme, agar setiap pengurus maupun anggota mempunyai kemampuan dan kemahiran dalam melaksankan tugasnya masing-masing, mengabdi kepada Nahdlatul Ulama. Catat setiap materi yang diamanahkan kemudian amalkan agar NU semakin besar.
2. Prosedural, setiap pengurus harus bekerja sesuai dengan aturan yang ada.
3. Proporsional, bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing.
4. Proaktif, pengurus harus jemput bola bekerjasama dan sama-sama kerja untuk hasil bersama.
5. Progresif, percepatan dalam pergerakan.
6. Produktif, dalam melakukan pekerjaan dan hasil yang diperoleh berdasarkan sumber daya yang digunakan seseorang yang diinginkan secara efektif dan efisien.

Selain itu Teguh Prastowo juga berpesan agar para pengurus senantiasa minum jamu “Jamu Jati Kendi” jaga mulut, jaga hati dan kendalikan diri. Agar Nahdlatul Ulama tetap ada dan tumbuh subur karena NU menjadi rujukan semuanya baik di Indonesia maupun Mancanegara.

Ketua MWCNU Adipala H. Yakup Karmawan dalam sambutannya juga menyampaikan selamat kepada para terlantik dengan memberikan pesan agar dalam berjuang dan berkhidmat di Nahdlatul Ulama senantiasa dilandasi dengan keikhlasan dan rasa memiliki dari kita oleh kita untuk kita. Pengurus harus selalu bekerjasama dan sama-sama kerja untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan lebih maksimal.

Baca juga 48 Anak Ranting Fatayat NU Dilantik, Cipari Semakin Hijau

“Setelah dilantik hendaknya para pengurus bisa mengimplentasikannya dimasyarakat, berperan aktif dalam setiap kegiatan yang ada di masyarakat dengan niat berkhidmat kepada masyarakat,” imbuh beliau.

Sementara itu wakil ketua PC Fatayat NU Cilacap Muji Kurniatiningsih dalam sambutannya mengucapkan selamat bagi para terlantik dengan harapan dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya, berjuang dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab dengan tetap patuh kepada para ulama dan aturan yang ada dalam Jam’iyyah.

Pimpinan Ranting Fatayat NU

“Pengurus dalam berkhidmat dan berjuang bersama di masyarakat harus tetap berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah; serta bisa menjadi teladan yang utama, turut mewujudkan umat beragama yang kondusif santun dan berakhlakul karimah,” imbuh Asih panggilan akrabnya.

Penguatan Organisasi Terlantik

Dalam penguatan organisasi narasumber yang sekaligus instruktur PKPNU wilayah Jawa Tengah Kiai Banu Tolib mengatakan Fatayat hadir dalam setiap kegiatan sebagai undangan langsung dari Baginda Nabi Muhammad SAW, hadir menebar Rahmat yang membawa manfa’at untuk umat.

Fatayat NU sebagai teladan pemudi utama harus bisa memaknai isi dari lagu yang ada di Mars Fatayat. Jika Fatayatnya baik maka yang lain pun ikut baik, karena Fatayat banyak berperan dalam setiap kegiatan baik di dalam Jam’iyyah Nahdlatul Ulama maupun masyarakat.

Banu Tolib juga berpesan kepada para pengurus Fatayat agar mau mengurus anggota dan organisasinya untuk membulatkan tekad dalam berkhidmat bukan malah menjadi urusan dalam organisasi. Untuk itu hendaklah berorganisasi dan menjalankan organisasi dengan bahagia. Jika hati sudah mulai was-was sudah mulai gundah maka perbanyaklah shalawat agar hati menjadi tenang kembali.

“Menjadi pengurus harus yakin dengan NU dan Fatayat agar anggotanya pun ikut yakin dan mantap berkhidmat di NU melalui Fatayat. Berkhidmat di Fatayat NU harus mampu menyatukan idielogi dan hati menjadi satu dengan yang lainnya dengan saling menyapa dan tatap muka dengan cinta. Bersatu bulatkan tekad insyaalloh Fatayat bisa membawa kemuliaan untuk yang lainnya,” tegasnya.

“Sekali layar terkembang pantang untuk Fatayat mundur dan surut kebelakang. Menjaga dan melestarikan nilai-nilai ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah dengan kegiatan amaliyah NU baik Yasin Tahlil, Manaqib, Al Barzanji maupun yang lainnya dari tingkatan PAC hingga Anak Ranting. Ketaatan pada Fatayat NU menjadi kunci utama untuk selalu taat pada perintah Allah SWT,.” imbuh Banu Tolib.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Rais MWCNU Adipala KH Abdul Ghofir. (Fathin Amamah/Khayaturrohman

Baca juga Makesta IPNU IPPNU Cipari Wujudkan Kader Berakhlakul Karimah di Era Digital

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button