Ranting NU

Ranting NU Mulyasari Santuni 70 Yatim Dan 160 Dhuafa

Ranting NU Mulyasari Majenang Cilacap beserta seluruh komponen badan otonomnya memberikan santunan kepada 70 anak yatim dan 160 orang dhuafa. Santunan yang diberikan berasal dari perolehan dana infaq kaleng Gocap Muslimat NU Mulyasari serta para donatur sejumlah tidak kurang Rp. 23.000.000,-.

Masa pandemi Covid-19 menjadi dampak terbesar masyarakat tidak mampu khususnya secara ekonomi, hal tersebut mendorong Ranting NU Mulyasari melaksanakan pentasarufan infaq koin pada hari sabtu, 4 September 2021 yang bertempat di Balaidesa Mulyasari.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh diantaranya; Kepala Desa Mulyasari, Tohari, Ketua Ranting NU Mulyasari, Kiai Habibul Muhtar, Ketua Muslimat NU Mulyasari, Nyai Siti Asiyah, Ketua PAC Muslimat NU Majenang, Hj. Faiqoh Subkhi, Korlap UPZIS Ranting Mulyasari, Kiai Faozan dan Pengurus UPZIS MWCNU Majenang, Slamet Riyadi.

Ketua Ranting NU Mulyasari, Kiai Habibul Muhtar menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut andil mensukseskan acara tersebut terutama kepada masyarakat yang telah rela menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Beliau juga berharap semoga menjadi ladang pahala yang melimpah dan diridhoi Allah SWT.

“Terimakasih dengan semua elemen yang membantu berjalannya kegiatan ini, semoga melalui program pentasarufan infaq kaleng gocap ini diridloi oleh Alloh Swt serta membawa manfaat bagi masyarakat luas,” ucapnya.

Dalam sambutanya Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Majenang, Hj. Faiqoh Subkhi memberikan apresiasi terutama kepada Ibu-ibu Ranting Muslimat Mulyasari atas sumbangsih dengan menjadi penggerak dalam program-program NU khususnya di ranting NU Mulyasari. Ia juga memberikan semangat kepada kader penggerak PLPK Muslimat NU Mulyasari.

“Muslimat NU Mulyasari semangatnya sangat luar biasa, kita patut bangga kepada ibu Mardiyah dan ibu Marsiyem sebagai penggerak yang memiliki dedikasi serta semangat yang luar biasa, sehingga gerakan Koin Gocap di Mulyasari dapat maksimal”, ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengajak kepada seluruh angota Muslimat NU untuk terus menghidupkan majelis-majelis taklim, karena lewat majelis tersebut selain dapat menambah ilmu juga dapat dijadikan sebagai sarana konsolidasi.

“Lewat majelis taklim yang aktif kekompakan dan semangat pergerakan para kader muslimat akan terus terjaga.” tambahnya.

Inovasi Perkembangan NU di Majenang

Kepala Desa Mulyasari, Tohari, sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat banyak. Pihaknya melihat perkembangan NU di Majenang sangat pesat, hal tersebut terlihat dari inovasi yang dilakukan oleh NU, serta manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat, terutama di era pandemi seperti sekarang ini.

“Inovasi yang dilakukan NU Majenang Luar Biasa, banyak masyarakat telah merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Ia pun berharap NU dan seluruh komponen di dalamnya dapat terus bersinergi dengan pemerintah, terutama dalam upaya membangun peradaban masyarakat yang religius, peduli dan produktif apalagi di era pandemi seperti sekarang ini pemerintah tidak akan mampu menghadapinya sendiri dalam hal pemulihan ekonomi masyarakat, untuk itu diperlukan dukungan dari seluruh pihak.

Dalam acara tersebut juga diisi mau’idoh hasanah oleh Kiai Muttaqin bahwa jika seluruh eleman masyarakat, dari mulai pemerintah, ulama dan rakyat bersatu maka Negara Kesatuan Republik Indoenesia akan kuat seperti burung garuda yang menjadi lambangnya.

Penulis : Badrus Soleh
Penyunting : Achmad Nur Wahidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

three × three =

Back to top button