Peningkatan Peran Syuriyah MWCNU dan Ranting NU

Peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2018, menjadi momentum bagi Syuriyah PCNU Cilacap untuk melaksanakan upaya peningkatan peran Syuriyah MWCNU dan Ranting NU di lingkungan NU Cabang Cilacap. Sejak tanggal 10 hingga 30 November 2018 Syuriyah PCNU telah melakukan turba di 14 titik kegiatan berupa pertemuan dengan jajaran syuriyah ranting di 24 MWCNU yang ada.

Kegiatan turba sebagai tindak lanjut dari salah satu hasil Muskercab I tahun 2018 ini menjadi kesempatan bagi Syuriyah PCNU untuk menyampaikan beberapa agenda program maupun kegiatan PCNU, khususnya yang terkait dengan syuriyah.

Dalam setiap pertemuan itu KH Su’ada selaku Rais Syuriyah juga menginstruksikan kewajiban bagi jajaran Syuriyah MWCNU dan Ranting NU untuk secara rutin membaca Hizb Bukhori sekurang-kurangnya sehari satu kali bacaan. Amalan hizb ini dimaksudkan sebagai permohonan kepada All√£h SWT. agar keutuhan NKRI tetap terjaga.

Rais Syuriyah dalam setiap sambutannya menyatakan:

“Keberlangsungan organisasi Nahdlatul Ulama itu sangat ditentukan oleh syuriyah. Tanpa bermaksud menafikan peran tanfidziyah katakanlah hidup matinya NU itu penentunya adalah syuriyah. Maka sudah semestinya syuriyah itu lebih memiliki tanggung jawab atas Nahdlatul Ulama”. Demikian salah satu kalimat inti yang selalu disampaikan dalam setiap kunjungan di seluruh MWC.

Lebih lanjut KH Sua’da menegaskan: “Nah, terkait Hizb Bukhori ini, kalau seseorang yang kebetulan menjadi pengurus jajaran syuriyah diminta waktunya sekitar 5 menit setiap hari untuk membaca hizb ini saja tidak bersedia atau tidak mampu maka saya tidak menemukan kata yang tepat untuk orang semacam ini”.

Peran Syuriyah secara kolektif

Selanjutnya Abdal Malik selaku katib menyampaikan beberapa hal terkait pentingnya peningkatan peran syuriyah ini. Dia menegaskan bahwa peran syuriyah yang dimaksud bukan semata-mata peran personal melainkan juga peran syuriyah secara kolektif-kelembagaan.

Dan peran NU secara kelembagaan ini meniscayakan kesepahaman untuk secara bersama-sama menggerakkan organisasi Nahdlatul Ulama. “Bagaimana mungkin syuriyah akan menggerakkan kalau jajaran syuriyah sendiri tidak bergerak”, demikian salah satu kutipan pernyataan katib PCNU Cilacap.

Adapun harapan dari kegiatan turba syuriyah PCNU ini adalah meningkatnya semangat berorganisasi dari para syuriyah MWCNU maupun Ranting.

Setidaknya ada tiga hal pokok yang menjadi tujuan dari turba ini: Pertama, meningkatnya pemahaman orientasi organisasi para pengurus syuriyah. Kedua, munculnya inisiatif dari syuriyah dalam ikhtiar pelayanan warga atau “khidmah jama’ah. Dan ketiga, munculnya kesadaran para pengurus syuriyah dalam penguatan organisasi atau “taqwiyah jam’iyah”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button