Feature & Figur

Makesta IPNU-IPPNU, Kaderisasi dan Titik Balik NU Karangrena

Keberlangsungan Makesta atau Masa Kesetiaan Anggota IPNU-IPPNU bukan hanya akan menjadi sesuatu yang penting dan berpengaruh bagi NU Karangrena Maos Cilacap; Lewat makesta IPNU-IPPNU, benih-benih kader NU itu dapat tumbuh, berkembang, dan meregenerasi NU di masa depan.

IPNU-IPPNU Karangrena

Untuk itu, berkaca dari suksesnya penyelenggaraan makseta IPNU-IPPNU Karangrena yang dilangsungkan dua hari pada Sabtu-Ahad tanggal 26-27 Februari 2022 di TPQ Nurulhuda Desa Karangrena, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, menjadi tonggak sejarah penting bagi NU Karangrena  dimasa yang akan datang.

Bukan apa, dari banyaknya peserta makseta IPNU-IPPNU Karangrena  tahun 2022 di TPQ Nurul Huda, ada sejumlah 25 peserta dan 24 peserta diantaranya merupakan peserta lokal dari Desa Karangrena.

Basith Wahib salah satu tokoh NU Karangrena mengatakan sebelumnya bahwa keberadaan makesta sangat penting, untuk itu dirinya mendorong IPNU-IPPNU Karangrena generasi saat ini harus menyelenggarakan makesta di Karangrena.

“Pentingnya kaderisasi NU dimulai dari makesta IPNU-IPPNU, bagaimanapun mereka adalah calon kader terbaik masa depan NU” kata Basit

Basit yang juga dalam acara makesta IPNU-IPPNU Karangrena 2022 tersebut sebagai salah satu pemateri tentang ke-NU an dan Aswaja. Dirinya mendorong organisasi lain yang berafiliasi dengan NU seperti senior IPNU-IPPNU Karangrena, GP Ansor Karangrena, Fatayat NU Karangrena, dan lain sebagainya; harus terus menjadi fasilitator dan mendorong para peserta makesta IPNU-IPPNU Karangrena 2022 guna menjadi kader terbaik.

“Makesta secara harfiah itukan masa kesetiaan anggota, disini mereka dilatih untuk menjadi militan dan menumbuhkan kesadaran organisasi mencapai tujuan bersama dalam berorganisasi” tandas Basit saat ditemui NU Cilacap Online di Karangrena (27/2).

Selain Basith, pemateri dalam makesta IPNU-IPPNU juga di isi dari perwakilan PC IPNU-IPPNU Cilacap, adapun pengisi materi lain seperti kepemimpinan dan Kebangsaan oleh Mohamad Wahyudi Ketua GP Ansor Karangrena. Sedangkan materi organisasi di bawakan oleh Toto Priyono, salah satu aktivis GP Ansor dan juga Pembina IPNU-IPPNU Karangrena.

Kaderisasi NU Karangrena

Maka dengan sejumlah kepentingan meregenerasi NU khususnya di Desa Karangrena lewat berbagai kegiatan yang salah satunya makesta IPNU-IPPNU 2022. Diharapkan dapat mendorong populasi warga NU Karangrena menjadi lebih baik dari sebelumnya mengingat ormas islam lain juga sangat berkembang di Karangrena.

Rosidi (56) tokoh NU Karangrena, yang kini masih aktif di barisan ansor serbaguna (Banser) Karangrena mengungkapkan, ada perbedaan mendasar kondisi saat ini dan dimasa lalu ketika tahun 1990 sampai 2000-an di dalam perkembangan warga NU.

Menurutnya, meski kondisi geografis Desa Karangrena dan Desa Kesugihan sebagai basis utama warga NU tidak berjauhan tetapi di tahun itu era 90 sampai 2000-an bahkan sampai saat ini. Kondisi kontras itu masih terjadi, yang mana warga NU di Karangrena terbilang masih sedikit, bahkan untuk mengaku NU menjadi sesuatu yang asing saat itu.

Baca Juga : Download Buku Kaderisasi IPNU

“Di Karangrena kaum beragama khusunya islam dulu belum melek organisasi ya kya NU ini. Maka dikatakan Karangrena itu dibawah lampu patromak yang terang (Kesugihan) yang membawa pengaruh besar NU di Cilacap, Namun karangrena sendiri tidak tersinarinya karena tepat dibawahnya, kini alhamdulilah beda, dulu orang NU seangkatan dapat dihitung jari dan saat ini terdapat titik terang angkatan muda sudah banyak” kata Rosidi

Masuknya berbagai pengaruh ormas islam lain saat itu di era 90-2000-an, yang mana gerakan NU sendiri karena keterbatasan membuat adanya perlambatan perkembangan NU pada dekade itu di Karangrena. Akan tetapi dengan perkembangan NU saat ini di Karangrena juga semangat dari generasi muda NU Karangrena, dirinya optimis NU Karangrena akan terus lebih baik dari sebelumnya.

Titik Balik NU Karangrena

Titik balik perkembangan NU di Karangrena terlihat ketika beberapa tokoh NU baik yang berasal dari Karangrena dan pendatang dari luar desa Karangrena menginisiasi NU Karangrena harus mandiri.

Pada tahun 2010-an, beberapa tokoh NU menginisiasi adanya kejelasan wakaf Mushola Nurul Huda Karangrena, yang mana saat ini di ubah menjadi masjid satu-satunya yang wakafnya jelas untuk NU Karangrena dan kini menjadi pusat kegiatan NU Karangrena.

Selain itu, secara kepengurusan organisasi, NU Karangrena juga mulai ditumbuhkan, dimana setelahnya banyak trobosan menganai eksistensi NU di Karangrena dengan berbagai program dakwah dan pendekatan lain. Salah satunya adalah menginisiasi adanya TPQ Nurul Huda Karangrena yang pembangunannya mulai dirintis dan di inisiasi tahun 2017 dan diresmikan pada tahun 2020 yang lalu.

Maka sejalan dengan geliat adanya kepengurusan di NU Karangrena yang terorganisir, disatu sisi juga menumbuhkan semangat pemuda yang bernaung di dalam NU seperti GP Ansor, IPNU-IPPNU, Fataayat NU dan lain sebagainya yang mulai tumbuh di tahun 2018 lalu di Karangrena.

Organisasi NU di Karangrena

Perkembangan serta program-program organisasi NU di Karangrena yang melibatkan pemuda telah mencapai titik yang jelas bahwa kaderisasi NU telah mengalami adanya titik terang melalui Banom atau Badan otonom NU Karangrena.

Tentu sejalan dengan berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh Banom NU seperti pemberdayaan ekonomi, social, dan lembaga dakwah, kedepan juga harus dibarengi dengan kecakapan sumber daya manusia mengelola rumah besar NU dan badan otonomnya khusunya di Karangrena.

Pembekalan kader NU kedepan dengan pendekatan semangat organisasi, militansi, dan hierarkis pada tiap-tiap klasifikasi badan otonom yang saling mendukung satu sama lain adalah pekerjaan rumah besar NU Karangrena kedepan, saling bergandeng tangan membentuk secara berkelanjutan kader-kader yang ujungnya mengampu NU secara keseluruhan di masa depan.

Kontributor : Toto Priyono
Editor : Shevilla Dewi Pramudita

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button