Antologi NU

Contoh Usaha Organisasi Nahdlatul Ulama (NU), Apa Saja ?

Ada beberapa pertanyaan tentang usaha organisasi Nahdlatul Ulama (NU) beserta contoh – contohnya dengan pertanyaan yang beragam; seperti sebutkan, jenis, contoh, uraikan, jelaskan, rincian apa saja usaha usaha NU?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menarik karena bisa saja yang menanyakan adalah; warga NU, masyarakat umum, pemerintah, mitra organisasi, atau bahkan pengurus NU sendiri. Juga, menarik untuk menduga apa latar belakangnya sehingga memiliki pertanyaan-pertanyaan semacam apa saja contoh usaha usaha NU sebagai organisasi.

Antara Tujuan dan Usaha NU

Yang tidak kalah menariknya adalah untuk menjawab pertanyaan seputar contoh usaha NU dengan pembuktian yang bisa memberi manfaat; setidaknya manfaat secara pengetahuan, informasi atau bahkan sekadar rasa ingin tahu.

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sebagaimana organisasi sosial kemasyarakatan lainnya, tentu memiliki tujuan; sementara tujuan tujuannya terjabarkan di dalam usaha usaha tertentu yang mendukung. Antara tujuan dan usaha organisasi NU, memiliki ksinambungan yang saling menguraikan dan menjelaskan.

Jika tujuan lebih bersifat umum, maka demikian juga di organisasi NU. Tujuan teruraikan dalam bentuk dan jenis usaha, contoh usaha yang menjawab pelaksanaan sekaligus terlaksananya tujuan tersebut. Tentang tujuan organisasi NU sudah teruraikan, silakan dilihat di artikel ini.

Dengan demikian, usaha NU adalah upaya pengurus organisasi NU dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan; untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan tertentu dan cita-cita jangka panjang Nahdlatul Ulama.

Pelaku Usaha di Organisasi NU

Siapa pelaku usaha dari organisasi NU? Atau, siapa yang melaksanakan usaha dalam bentuk program dan kegiatan? Organisasi Nahdlatul Uama memiliki perangkat yang terdiri dari Lembaga, Badan Otonom dan Badan Khusus. Ketiganya menjadi subjek pelaksana usaha dengan obyek usaha yang beragam.

Sebagai pelaku, tugas Lembaga NU adalah mewujudkan berbagai macam jenis usaha beserta contoh dan uraiannya; sesuai amanat organisasi yang termaktub dalam AD ART NU maupun Peraturan Organisasi NU. Jenis dan contoh usaha oleh lembaga NU biasanya terhubung langsung dengan organisasi NU di tingkatan yang ada.

Sementara itu, Badan Otonom juga demikian; sebagai pelaku, mereka mewujudukan tujuan NU dalam bidang dan usaha tertentu yang terjabarkan dalam Peraturan dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PDPRT) Badan Otonom NU yang bersangkutan. Contoh dan jenis usaha nya mengacu pada AD ART NU, sekaligus kepada PDPRT Badan Otonom yang saling menjelaskan dan menguatkan.

Bagaimana dengan perangkat organisasi Badan Khusus? Sejatinya, sama. Sebagai pelaku usaha organisasi NU; juga mengupayakan terlaksana dan terwujudnya program dan kegiatan sebagai cerminan bentuk usaha. Badan Khusus memiliki tugas dan wewenang untuk mewujudkan usaha NU seperti tercermin di artikel ini >> Badan Khusus NU.

Struktur Pelaksana Usaha NU

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) memiliki 6 Tingkatan Struktur Organisasi; yaitu PBNU, PWNU, PCNU-PCINU, MWCNU, Ranting NU dan Pengurus Anak Ranting NU. Pada struktur yang ada, masing-masing memiliki jenis usaha dengan rincian yang berbeda-beda. Sehingga pelaksanaan dan pelaksana usaha NU sangat tergantung pada struktur yang ada.

Meskipun demikian, ada kesamaan dan kesaatuan usaha NU yang tidak bisa dipisahkan; bahkan menjadi keharusan pada setiap level struktur organisasi NU. Ada jenis usaha yang dari tingkatan tertinggi sampai tingkatan struktur terendah memiliki kesamaan; antara lain mengupayakan berlakunya ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Berlakunya ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari tujuan organisasi NU. Dengan demikian, struktur organisasi NU, termasuk Lembaga dan Badan Otonom NU; juga berkewajiban menyematkan seluruh jenis usahanya pada orientasi (dalam) tujuan tersebut.

Keputusan organisasi pada struktur NU yang ada, mempengaruhi penetapan contoh, jenis dan apa saja usaha NU; juga skala prioritas, inisiatif dan kondisi kearifan lokal turut memengaruhinya. Semakin rendah struktur NU, memungkinkan jenis usaha lebih sederhana, simpel, skala lebih kecil namun dengan orientasi yang tetap. Sebaiknya, semakin tinggi struktur organisasi NU, maka semakin besar, luas, kompleks; pun demikian, dengan orientasi yang sama.

Baca Juga : NU, Organisasi Keagamaan & Kemasyarakatan Islam Aswaja

Beberapa Contoh Jenis Usaha NU

Di bawah ini adalah beberapa contoh dan jenis usaha NU:

  1. Dakwah Islam; misalnya peningkatan kualitas muballigh / pendakwah, peaksanaan dakwah dalam bentuk kajian; pengajian, pembangunan sarana dakwah
  2. Pesantren; usaha NU di bidang pengembangan jaringan pengasuh, pendirian dan pembangunan pondok pesantren, pemberdayaan ekonomi pesantren.
  3. Pendidikan; pendirian lembaga pendidikan tingkat dasar menengah dan atas seperti Madrasah, Madrasah Diniyah, Sekolah Kejuruan, Madrasah Aliyah; juga usaha dalam peningkatan mutu pendidikan
  4. Ekonomi; pendirian Badan Usaha Milik Organisasi NU, Koperasi, Lembaga Keuangan seperti BMTNU; juga pendampingan kelompok UMKM dan ekonomi produktif
  5. Pertanian; usaha di bidang pertanian seperti pembuatan demplot padi percontohan, pertanian organik dan perkebunan.
  6. Keluarga; sepertti peningkatan kualitas kehidupan rumah tangga, penyuluhan, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga
  7. Sumber Daya Manusia; pelaksanaan pelatihan, pendidikan, pendampingan buruh migran, peningkatan SDM di berbagai bidang.
  8. Hukum; usaha NU melaksanakan pendampingan hukum bagi yang membutuhkan; legislasi, pelatihan praktisi hukum, kajian produk hukum, juga
  9. Seni Budaya; melestarikan seni budaya Islam dan Nusantara; pentas seni budaya, pertunjukan kesenian; peningkatan kualitas SDM;
  10. Zakat Infak dan Shadaqah; menghimpun, mengelola dan mendistribusikan zakat infaq dan shadaqah kepada yang mebutuhkan, termasuk upemberdayaan ekonomi
  11. Perwakafan; pelayanan administrasi dan proses sertifikasi aset organisasi sebagai benda wakaf dan mendayagunakannya; juga dalam rangka pengamanan aset wakaf NU
  12. Kajian Hukum Islam; pelaksanaan bahtsul masail, kajian Kutub Al Mu’tabar, dan pendokumentasian produk hukum Islam
  13. Kemasjidan; usaha NU memakmurkan Masjid, peningkatan kualitas Imam Masjid an Khatibl penyediaan naskah khutbah Jumat juga pengamanan aset Masdjid dan Mushallah.
  14. Kesehatan; contohnya pendirian dan pengelolaan Rumah Sakit, Klinik dan layanan kesehatan lainnya; juga peningkatan SDM NU di bidang kesehatan seperti dokter, perawat, bidan dan tenaga medis lainnya;
  15. Ilmu Falak; peningkatan pemahaman ilmu falak, astronomi, penerbitan ikhbar awal bulan, jadwal imsakiyah, kerjasama antar stakeholder
  16. Dokumentasi dan Penerbitan; mengelola majalah, media berbasis internet seperti website dan mengelola akun media sosial;
  17. Pendidikan Tinggi; mendirikan dan mengelola perguruan tinggi seperti beberapa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) yang sudah berjalan
  18. Penanggulangan Bencana; di bidang ini usaha NU meliputi pelatihan relawan kebencanaan, pemberian bantuan korban bencana alam, peningkatan skill penanggulangan berbagai macam bencana; juga termasuk publikasi masalah kebencanan

Beberapa contoh dan jenis usaha NU di atas tentu tidak mewakili semua yang menjadi ketetapan pelaksana usaha NU pada struktur yang ada. Juga masih bersifat umum, belum terperinci. Namun setidaknya sudah bisa menggambarkan apa saja jenis-jenis usaha NU di bidang bidang yang ada.

Baca Juga >> Khittah NU, Khittah Nahdlatul Ulama, Khittah Nahdliyyah

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 − five =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button