Lembaga NU

Melukis Bersama KOLCAI Semarakkan Konfercab NU Cilacap

Lesbumi NU Cilacap gelar event melukis bersama untuk semarakkan Konfercab NU Cilacap dengan menghadirkan beberapa pelukis Komunitas Lukis Cat Air Indonesia (KOLCAI) Cilacap. Melukis bersama dilaksanakan di Komplek Pesantren Raodhatul Huda Welahan Wetan Adipala, Minggu (29/04)

Sementara Konfercab sedang disibukkan dengan aktivitas para Kiai yang menjalankan sidang-sidang komisi, lalu-lalang para penggembira, dentaman musik dari panggung gembira, dan riuh rendah para pedagang yang memadati stand-stand bazar, ada pemandangan menarik di arena Konfercab NU (Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama) Cilacap 2018

Tampak beberapa orang asyik mencorat-coretkan kuas ke atas kanvas kosong. Orang-orang tersebut adalah para pelukis cat air yang tergabung dalam Komunitas Lukis Cat Air Indonesia Cilacap. Pada kesempatan Konfercab ini mereka diundang khusus oleh Lesbumi PCNU Cilacap untuk turut berpartisipasi dalam Konfercab NU.

“Mereka akan melukis di beberapa titik yang telah ditentukan panitia untuk merekam geliat Konfercab kali ini,” tutur Badrudin Emce, penggagas acara sekaligus ketua Lesbumi PCNU Cilacap. “Tentunya akan berbeda ketika sebuah acara didokumentasikan dengan cara seperti ini dibandingkan jika didokumentasikan secara konvensional dengan kamera,” tambahnya.

Alfiyan, ketua Kolcai Cilacap, menyatakan, “Dalam event kali ini ada 10 anggota Kolcai Cilacap yang mengikuti aksi melukis di arena konfercab ini.”

“Sebenarnya, kegiatan seperti ini sudah sering kami lakukan. Namun, baru kali ini kami mendokumentasikan geliat aktivitas sebuah organisasi, apalagi sebesar Nahdlatul Ulama. Semoga bisa mendapat berkah berkumpul dengan orang-orang sholeh,” tambahnya.

Selain aksi melukis bersama, Lesbumi NU Cilacap juga menggelar panggung gembira yang diramaikan para seniman NU, santri, dan seniman tradisi. “Kami berharap, ini bisa menangkap seluruh potensi yang ada di NU, terutama talenta-talenta seni. Apalagi, para Wali Songo selain mengajarkan Islam juga meninggalkan warisan kesenian yang kaya,” tutup Badrudin Emce

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

nine − 2 =

Back to top button