Badan Otonom NU

IPNU IPPNU Padangjaya Majenang Silaturahmi Lintas Generasi

Pengurus dan kader IPNU IPPNU Padangjaya Majenang Cilacap mengadakan kegiatan silaturahmi halal bihalal lintas generasi dengan acara sholawatan di halaman Masjid Jami’ Salafiyah Padangjaya Majenang Cilacap, Rabu (26/05/2021).

Silaturahmi kepada keluarga, sanak saudara, bermaaf-maafan, lebaran, badanan, purpuran, halal bihalal atau pisowanan adalah agenda yang tak pernah tertinggal di momen bulan syawal paska merayakan Idul Fitri.

Begitu juga dengan idul fitri di bulan syawal 1442 Hijriyah tahun ini. Banyak warga, organisasi, dan komunitas memanfaatkan momen istimewa itu untuk bersua dan bergembira bersama. Dan nampaknya tidak bisa ditinggalkan oleh masyarakat meski di tengah pandemi covid-19. Namun halal bil halal yang satu ini digelar dengan cara berbeda.

Irama tartil sholawat, pembacaan kitab barjanji begitu syahdu dan riang dengan iringan musik tradisi genjring/rebana pun kehadiran tampilan santri sekolah seni menari-nari, berputar indah, mereka penari sufi Lesbumi NU, memberi energi daya tambah. Suasana jadi hangat, khusuk dan khidmat. Apalagi di saat malam yang Istimewa di bawah bulan merah. Sebagaimana diketahui bertepatan dengan kejadian penting, peristiwa langka yakni gerhana bulan total.

IPNU IPPNU Padangjaya Majenang

Perlu diketahui sebelum acara sholawatan dihelat para santri Pencak Silat Pagar Nusa NU Majenang tampilan seragam hitam hitam pun aktraktif dengan kebolehan pesona jurus bayangan silatnya. Mengagumkan.

Ketua PR IPPNU Padangjaya Majenang, Agnia Nisa Agustina mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan majelis silaturahmi menjadi berkah karena lintas generasi berkumpul, bermunajat bersama berharap ridlo illahi dan dengan bersholawat berharap syafaat Nabi SAW.

“Kehadiran kader IPNU IPPNU lintas generasi Padangjaya Majenang ini, dan semuanya, bisa saling bersua dalam khikmat bersilaturahmi. Bisa berbagi kasih, muhasabah, muthola’ah, dalam rangka asah, asih dan asuh terutama bagi kader IPNU IPPNU guna penguatan ikatan organisasi,” ujarnya.

Ia juga berharap, setelah kegiatan ini adanya Majelis Alumni IPNU IPPNU dan bisa adakan halal bihalal akbar. Mantan Pengurus dan aktivis IPNU Cilacap, Banu Tolib, menyebutkan bahwa kader IPNU IPPNU dalam melakukan proses berorganisasi harus saling bersatu dan berbagi rasa.

“Itu diperlukan untuk bangun kekuatan berorganisasi,” katanya.

Diapun mengapresiasi atas program yang dikerjakan PRNU Padangjaya yang dipimpin oleh Suyadi, S.Pd, begitu aktif dalam upaya menghidup-hidupkan jamaahnya.

“Di Padangjaya ini tidak ada yang bukan kegiatan NU. Adapun kegiatan majlis taklim berjalan dan senang Kumpul semakin menjadi keberkahan semuanya. Tandanya sehat itu berkumpul. Jadi jelas jauh dari corona. NU bukan saja merayakan tapi juga melayani.” terangnya.

Namun ada pesan yang lebih mendalam yang disampaikan olehnya, bahwa saat ini, dunia sedang mengalami masa mlungsungi (perubahan). Alam sedang menjalankan sunatullah, memproses perbaikan-perbaikan ke arah yang lebih baik. Proses meski membutuhkan waktu yang cukup lama. Masa normal berubah menjadi new normal.

New normal berubah bisa jadi extra normal. Masyarakat harus lebih waspada menjalani masa proses ini. Al Insanu Ibnijamani. Lumbung desa disiapkan, solidaritas warga dipererat, organisasi diperkuat. Pasrah kepada Gusti Alloh. Insya Allah pada Selamat.

Banu Tolib Kasi PD Pontren Kemenag Cilacap

Kedatangan Banu Tolib, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap yang juga sosok kiai muda ini disambut suka cita Ketua PR NU Padangjaya Suyadi dan warga. Dia pun menghibahkan 30 mushaf Al Qur’an untuk Mushala dan Masjid di Ranting NU Padangjaya. Tabuhan rebana dikumandangkan oleh grup hadroh Al Haedar, pimpinan Arif Rijalul Ansor Padangjaya.

Hadir pula Direktur Amanu KH Hamid Alwi, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Majenang Syamsul Bakhri, Kasatkoryon Banser Majenang Samsul Riyanto beserta pasukannya, Kades Padangjaya Tursino beserta perangkat desa lainnya dan Ketua Lembaga Takmir Masjid (LTM) NU Majenang Kiai Suratman beserta pengurus MWCNU Majenang lainnya.

Di sana juga ada Slamet Riyadi, pemilik Samesco Sandang Majenang yang juga penggagas acara halal bihalal di tengah pandemi covid-19 itu. Kades Padangjaya Tursino mengatakan kehadirannya dan para kasepuhan di majlis guna memberi semangat pada generasi penerus bangsa yakni Pemuda NU terlebih kader IPNU dan IPPNU.

“Bisa lebih semangat dalam menuntut ilmu dan mendapatkan keberkahan,” harapnya.

Yang tidak kalah penting, kata kades Tursino yang juga aktivis IPNU tahun 1990an adalah kerukunan dan keguyuban warga agar lebih dipererat, sehingga keamanan dan kenyamanan lingkungan hidup bermasyarakat sehat, kesejahteraan menguat dan hidup pun jadi nikmat.

Kegiatan disambut bahagia oleh ahli wilayah, ahli bait muassis Masjid Jami’ Salafiyah yakni Kiai Adib Al Karim Bin Almagfurlah Kiai Hambali Bin Almagfurlah KH Abdul Ghoffar

“semoga tahun depan halal bihalal bisa diadakan lebih besar dan akbar”. pungkasnya.

Perlu diketahui konon keberadaan Masjid Jami’ Salafiyah Padangjaya Majenang merupakan salah satu masjid tertua di Majenang yang menyebarkan pokok-pokok ajaran Islamiyah An Nahdliyah, pencetak para pejuang Hizbullah di jaman pergerakan dan tempat berkumpulnya ahli tarekat An Naqsabandiyyah.

Pewarta: Imam Hamidi Antassalam
Editor: Munawar A.M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

sixteen − fourteen =

Back to top button