Sambung Rasa PLPK, Garda Terdepan Besarkan NU Cilacap

NU CILACAP ONLINE – Petugas Lapangan Penjemput Koin (PLPK) yang bergerak di bawah komando Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh (LAZISNU) Cilacap dinilai sebagai garda terdepan NU. Inilah point penting sebagai apresiasi dari Rais Syuriah dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap.
Hal ini disampaikan pada acara Sambung Rasa PLPK NU yang berlangsung pagi ini di halama Gedung Pusdiklat PCNU Cilacap pagi ini, Ahad (6/07/2025).
Tak kurang 400 PLPK dari wilayah Kecamatan Jeruklegi dan Kesugihan hadir pagi itu. Dalam kesempatan tersebut, Rais Syuriah PCNU Cilacap, KH. Su’ada Adzkia, menyampaikan penghargaan tinggi atas dedikasi dan kontribusi luar biasa dari para PLPK dalam memperkuat gerakan NU dan menghidupkan nilai-nilai sosial keagamaan melalui gerakan koin.
“Nabi Musa AS pernah bertanya kepada Allah, ‘Ibadah apa yang paling disukai?’ Bukan shalat, bukan puasa, tapi shadaqah. Karena shadaqah adalah ibadah yang pasti diterima Allah. Maka, kerja PLPK adalah ibadah yang sangat mulia,” tutur KH. Su’ada.
Mbah Sua’ada demikian ia disapa menuturkan alasannnya. “Dalam tugasnya para PLPK tidak hanya mengingatkan akan tetapi bahkan menjemputnya
Ia menambahkan bahwa PCNU Cilacap saat ini menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan LAZISNU. Hingga kini, sebanyak 52 PCNU dari berbagai daerah telah melakukan studi tiru ke Cilacap, dan keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para PLPK.
“Saya yang dituakan di sini hanya bisa mendoakan. Semoga seluruh amal panjenengan diterima oleh Allah SWT. PLPK-lah yang menjadikan NU Cilacap besar,” pungkasnya.
PLPK Garda Depan Politik Agama NU
Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Cilacap bidang , H Yusro, menekankan bahwa PLPK bukan hanya pejuang ekonomi umat, tetapi juga bagian dari kader politik agama yang sudah tersebar di berbagai penjuru Cilacap.
“Hari ini PCNU Cilacap memiliki sekitar 5.000 kader aktif. Mereka sudah menyebar, menjadi kiai mushala, kiai masjid, dan sebagian di antaranya adalah PLPK. Panjenengan adalah garda depan NU dalam politik agama,” jelasnya.
Dalam konteks ini, ia membedakan antara politik agama dan politik kekuasaan. Menurutnya, NU sudah berhasil dalam penataan kader politik agama, namun masih perlu memperkuat keterlibatan dalam politik kekuasaan.
“Yang konsisten nguri-uri NU adalah PLPK. Maka garansinya masuk surga. Karena hanya mereka yang menjaga NU, yang bisa mengklaim itu,” ujarnya penuh keyakinan.
Dalam sesi pengarahan kepada PLPK dan koordinator desa, Ketua LAZISNU Cilacap, H Wasbah Samudra, menegaskan bahwa pencapaian besar LAZISNU saat ini adalah hasil dari dedikasi panjang para PLPK.
“Kita sudah sampai di titik ini karena kekhidmatan PLPK. Tapi ini bukan akhir. Jalan kita masih panjang. Yang bisa menguatkan NU ke depan adalah kemantapan dan konsistensi panjenengan semua,” tegasnya. Baca juga PCNU Cilacap Beri Penghargaan dan Apresiasi Istimewa
Acara sambung rasa ini menjadi ruang silaturahmi dan penguatan peran strategis PLPK sebagai ujung tombak gerakan filantropi NU di masyarakat. Mereka tidak hanya menjemput Koin NU, tetapi juga menjemput keberkahan dan kepercayaan umat.
“Semoga kebersamaan ini terus tumbuh menjadi energi kebaikan yang merata hingga pelosok desa. Terima kasih atas dedikasi seluruh PLPK di Jeruklegi dan Kesugihan. LAZISNU tidak akan besar tanpa kalian,” tandas Wasbah.


