17 PRNU Bersama 17 Muslimat NU Majenang Resmi Dilantik, Rais Syuriah PCNU Cilacap Titip Tiga Hal

NU Cilacap Online — Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Majenang mengadakan acara pelantikan bersama pengurus pada 17 Ranting NU dan 17 Pimpinan Ranting Muslimat NU masa khidmat 2025-2030 yang berada di Kecamatan Majenang pada Ahad (21/12/2025), bertempat di SMK Diponegoro Majenang, Cilacap.

Kegiatan bertajuk ‘Merajut Khidmah Komitmen Berjam’iyah’ ini menjadi landasan bersama bahwa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, NU tetap bersatu.

“Kekuatan utama kita adalah komitmen untuk tetap satu barisan, satu komando, dan satu tujuan dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama,” Terang Kusnana selaku ketua Panitia Pelaksana.

“Selain pengurus Ranting, acara hari ini juga istimewa karena dihadiri oleh perwakilan Pengurus Anak Ranting (PAR) se-Kecamatan Majenang,” Ujarnya

“Hal ini menunjukkan bahwa denyut nadi organisasi Nahdlatul Ulama di Majenang masih sangat kuat, mulai dari tingkat desa hingga ke tingkat dusun atau anak ranting,” Imbuhnya.

Dia menyampaikan bahwa setelah Pelantikan Ranting NU Dan Pimpinan Ranting Muslimat NU Se-Majenang akan dilanjutkan Konferensi PAC Muslimat NU Majenang.

“Adapun konferensi PAC Muslimat NU Majenang tersebut dalam rangka memilih Ketua PAC Muslimat NU Majenang Masa khidmat 2025-2030,” ungkapnya.

Petugas yang melantik 17 PRNU se-Majenang adalah Rais Syuriah PCNU Cilacap, KH Suada Adzkiya. Sementara Pelantikan Pimpinan Ranting Muslimat NU se Kecamatan Majenang dilakukan oleh Ketua PCMNU Dra. Hj. Nasirotuddiniyah.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Suada, menitipkan tiga pesan penting kepada para pengurus yang baru.

“Izinkan saya menyampaikan tiga pesan kepada para pengurus yang baru dilantik. Pesan ini saya ambil dari apa yang pernah diutarakan salah seorang Rais Aam PBNU, KH Ali Maksum, imbuhnya dihadapan para pengurus yang dilantik.

Kiai Suada menyebutkan bahwa tiga pesan itu yakni pertama, jadilah orang yang mengerti dan menjadi pembelajar Nahdlatul Ulama secara terus menerus.

“Berkhidmat di NU itu harus total. Mengingat NU merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial, agama dan pendidikan, maka jika Anda melakukannya itu sama halnya Anda dengan ibadah. Ditambah lagi dengan tujuan didirikannya NU untuk menjaga faham Ahlussunnah Waljamaah dan keutuhan NKRI, semakin lengkaplah Anda beribadah” tuturnya.

Pesan kedua yang harus dilakukan oleh pengurus baru, yakni jangan berhenti untuk tetap menjaga dan menjalankan tradisi atau amaliyah-amaliyah yang khas dari NU.

“Misalnya amaliyah puasa sunah rajab, tarwiyah, tarawih 20 rakaat, qunut subuh, tahlilan, marhabaan, istighatsahan, dan yang sejenisnya, tradisi yang berbasis pada keagamaan itu jangan sampai hilang,” ucapnya.

“Pesan ketiga yakni para pengurus wajib menjalankan sekaligus melanggengkan wirid ba’da Maghrib dan Subuh sebagai identitas dan ciri khas Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah. Sekaligus memastikan amalan itu tetap dilaksanakan pada masjid-masjid dan Mushala-mushala NU. Jika tidak, jangan salahkan siapa-siapa jika ada masjid yang tadinya amalan NU berubah menjadi bukan NU, ” tandas kiai yang juga pengasuh Ponpes Miftahul Huda Kroya itu.

Untuk diketahui, kegiatan pelantikan tersebut dihadiri Camat Majenang, Rais Syuriah PCNU Cilacap beserta jajarannya, Rais Syuriyah beserta Ketua Tanfidiyah dan jajaran Lembaga dan Banom MWCNU Majenang. Hadir juga dalam kesempatan tersebut tamu undangan baik Forkompincam dan pemerintah desa setempat. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button