MWCNU

UPZIS MWCNU Kesugihan Kuatkan Sinergi Dengan Lembaga-Banom

UPZIS MWCNU Kesugihan kuatkan sinergi dengan Lembaga dan Banom, dengan menggelar acara halal bi halal dan silaturahim bersama segenap Koordinator Lapangan (Korlap) dan Petugas Lapangan Penjemput Koin (PLPK) se-Kecamatan Kesugihan. Acara digelar di komplek Pesantren Salafiyah Al Falah Desa Karangkandri Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap pada hari Sabtu (23/05).

Ketua MWCNU Kesugihan KH Towil Albaha turut hadir dalam acara tersebut. Selain itu, hadir pula Ketua, direktur dan fundraising NU Care LAZISNU Cilacap. Momen halal bi halal ini sekaligus dalam rangka menguatkan kinerja dan semangat Korlap dan PLPK di Kecamatan Kesugihan.

Halal bihal UPZISNU Kesugihan
Halal Bihalal UPZISNU Kesugihan kuatkan sinergitas antar lembaga dan Banom

Dalam laporannya, Ketua UPZIS MWCNU Kesugihan Lukman Hakim menyampaikan bahwa saat ini, dari 16 Ranting yang ada di Kesugihan sebanyak 14 Ranting telah aktif melaksanakan program Koin NU.

“Dari 14 Ranting tersebut, UPZIS MWCNU Kesugihan memiliki 300 orang PLPK dan 10 ribu orang munfik. Adapun jumlah perolehan koin terbaru yakni bulan Mei sejumlah Rp. 176.997.700 ”, terangnya.

Dengan demikian perolehan koin NU di MWCNU Kesugihan saat ini menempati peringkat pertama dengan jumlah terbesar di Kabupaten Cilacap. Pencapaian ini menurut Lukman bukanlah didapat dengan mudah melainkan melalui proses yang panjang dan juga banyak rintangan.

“Untuk itu kami berharap agar teman-teman Korlap dan PLPK bisa mempertahankan kinerja dan semangat. PLPK juga berperan penting dalam ketepatan pentasarufan Koin NU karena bersinggungan langsung dengan masyarakat. Mereka lebih paham keadaan real di lapangan siapa-siapa yang benar-benar membutuhkan pertolongan, katanya

“Untuk itu Korlap UPZIS MWCNU Kesugihan dan PLPK harus jeli dan aktif memantau dan melaporkan”, lanjut Lukman.

LAZISNU Cilacap Sebagai Rujukan

Hal senada disampaikan juga oleh Ketua LAZISNU Cilacap H Wasbah Samudra Fawaid.

“Sekarang ini Cilacap menjadi kabupaten dengan perolehan Koin terbesar di Jawa Tengah bahkan se Indonesia. LAZISNU Cilacap bahkan menjadi rujukan bagi LAZISNU-LAZISNU di Kabupaten lain. Tapi sekarang yang menjadi sorotan bukan lagi jumlah perolehan koinnya melainkan bagaimanakah alokasi Koin NU”, kata Wasbah Samdra.

Untuk itu Wasbah mendorong kepada UPZIS MWCNU Kesugihan kuatkan sinergi dengan Lembaga dan Banom-Banom yang ada untuk membuat rencana-rencana strategis dalam membuat program.

“Silahkan Banom-Banom yang ada Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU IPPNU, duduk bersama dengan UPZIS MWCNU Kesugihan untuk berdikusi. Bangun sinergitas antara Lembaga dan Banom. Buatlah program-program strategis dan terbuka. Namun yang harus diperhatikan bahwa ada prgrma yag disetujui ada yang tidak. Program yang disetujui adalah yang sesuai dengan 4 pilar LAZISNU (sosial, pendidikan, ekonomi, kesehatan)”, pungkas Wasbah.

Penulis: Naely Rokhmah
Editor: Munawar A.M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

one + twelve =

Pilih Artiikel Menarik Lainnya
Close
Back to top button