Lembaga NU
Trending

Tukar Guling Masjid NU – LDII Untuk Kemaslahatan Umat

Masjid Baiturrohman di Desa Bener Majenang ini memiliki dua Jamaah, Nahdlatul Ulama (NU) dan Jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Pada hari kamis tanggal 8-april 2021 jam 20.00 WIB Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Majenang menghadiri undangan Kepala Desa Bener Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap dalam acara tukar guling Masjid.

Masjid Baiturrohman yang lama yang dibangun diatas tanah wakaf warga NU di tempati oleh jamaah LDII, sementara masjid baru dibangun LDII di tempati oleh jamaah Nahdlatul Ulama. Adapun masjid yang baru di beri nama tetap masjid Baiturrohman, hal ini berdasarkan musyawaroh dan kesepakatan kedua belah pihak tersebut.

Kegiatan tukar guling Masjid dilaksanakan pada hari kamis malam, 8/4 kemarin. Kegiatan diadakan di Masjid Baiturahman beralamat di Dusun Dawuan RT.01 RW. 06 Desa Bener Kecamatan Majenang. Acara ini diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat Al Qur’an., kemudian dilanjut dengan prakata oleh Kepala Desa Bener, Ketua LDII Majenang, dan sambutan Ketua MWCNU Majenang.

Tukar Guling Berdasarkan Musyawarah

Dalam kesempatan itu Kepala Desa Bener, Ruslan, mengatakan untuk menjaga harmonisasi antar warga masyarakat maka perlu dipertemukan guna meminimalisir kesalahpahaman, disamping itu kehadiran pemerintah desa sebagai bentuk penegasan atas kesepakatan musyawarah bahwa warga masyarakat yang berbeda tersebut saling rukun, menjaga sikap toleran dan keharmonisan hidup rukun warga walau beda pandangan dan aliran agama.” tegasnya hati-hati.

Tukar Guling Masjid NU – LDII Melalui Musyawarah
Peserta Musyawarah Tukar Guling Masjid NU – LDII hadir atas inisiatif Kepala Desa Bener, Majenang, Cilacap

Disampaikan berawal dari rencana LDII guna memperluas masjid Baiturahman sebagai sarana dakwah islamiyah, perencanaan perluasan pembangunannya di samping gedung Madrasah Diniyah atau Taman Pendidikan AlQuran (TPQ) Baiturahman yang berjarak kurang lebih 100 meter dari masjid.

Baca Juga : LTMNU Majenang Gencarkan Pasang Plang Masjid Musholla NU

Warga tidak setuju sehingga diadakan musyawarah, jamaah LDII dan warga pun bermufakat dengan kesepakatan bahwa LDII akan membangun masjid baru di samping TPQ tersebut. sementara masjid yang lama dikelola dan diperuntukkan bagi jamaah LDII.

“selaku pemerintah dan atasnama warga masyarakat bahwa masjid tersebut berdiri di atas tanah wakaf eyang Ranangali sementara masjid baru wakaf dari Hj. Maryamah yang adalah warga jamaah LDII. Tukar guling Kedua Masjid dimaksudkan untuk jaga kerukunan dan kemaslahatan masjidnya untuk islam.” terangnya

Disampaikan dalam soal tukar guling masjid ini dijelaskan terkait kepastian status masjid dan sekaligus penyerahan kunci Kedua masjid oleh Kepala desa bener.

“Masjid Baiturahman yang lama merupakan wakaf dari eyang Ranangali yang dikenal warga NU diberikan untuk LDII Sementara masjid yang baru dari Jamaah LDII wakaf Hj. Maryamah (masih keturunan eyang Ranangali) untuk NU. Luas masjidnya sama 8 x 8 meter sementara luas tanahnya 18 x 16 meter.” terang kades Ruslan.

Kunci Masjid Baiturahman lama di terima Ketua PAC LDII Majenang, Suyatno menyatakan pihaknya menerima kesepakatan tersebut dan tidak mau dipojokan atau dikucilkan.

“kita saudara seiman dan seislam, Mari jaga keharmonisan.” paparnya.

Kunci Masjid Baiturahman baru diterima oleh Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Majenang, Suratman, menyampaikan legawa atas kesepakatan yang diputuskan berdasarkan musyawarah mufakat.

“Alhamdulillah, barakallah ala dinil Islam..” sukurnya

Kepada Situs NUCOM Cilacap, Suratman, Pengurus LTM MWCNU Majenang menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti kerja organisasi hubungannya dengan Masjid NU Desa Bener ini.

“Pasca musywarah ini, kami akan terus melaksanakan pembinaan pengurus masjid, pembentukan pengurus Takmir masjid Baiturrohman, pengukuhan pengurus dengan menerbitkan SK Pengurus Masjid Baiturrohman Desa Bener dari LTMNU MWCNU dan pendampingan ikrar wakaf utk proses sertifikat tanah masjid.” katanya

Acara yang dihadiri oleh hampir seluruh jamaah masjid terdiri dari warga, ketua RT, RW (unsur kepala wilayah), perangkat, kepala Desa Bener, Rois Syuriyah MWCNU Majenang KH Drs Musbihin Hs.MM., Ketua Tanfidiyah MWC NU Majenang KH Hizbulloh Huda SH., Ketua LTMNU Majenang Suratman S.Hi., Kepala Desa Bener, Pimpinan LDII, kedua jamaah NU dan LDII. Fatayat dan Muslimat, GP ANSOR dan BANSER. Acara dipungkasi dengan doa oleh KH Drs Musbihin Hs. MM., dan di lanjutkan pemotongan tumpeng.

Tukar Guling Masjid NU ditandai dengan penyerahan tumpeng
Kepala Desa Bener, Ruslan, menyerahkan potongan Tumpeng kepada Wakif, juga kepada pihak NU Majenang dan LDII Majenang

Jauhi Sikap Ekslusif dalam Beragama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) secara virtual, Rabu 7 April 2021. Kegiatan Munas LDII dipusatkan di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur.

Presiden Joko Widodo mengajak keluarga besar LDII untuk selalu menyuarakan dan meningkatkan toleransi dalam kehidupan sosial keagamaan.

“Saya mengajak kepada seluruh jajaran dan pimpinan dan keluarga besar LDII untuk selalu menyuarakan dan meningkatkan toleransi dalam kehidupan sosial keagamaan kita.” ungkap Jokowi, seperti dikutip dari setkab.go.id.

“sikap saling menghargai segala perbedaan termasuk perbedaan keyakinan serta saling menghormati dan belajar dari orang lain sehingga tercapai kesamaan sikap yang saling menghormati dalam perbedaan.

“Kita harus berpedoman pada ajaran keagamaan yang sejuk, ajaran keagamaan yang ramah, mengedepankan toleransi, serta menjauhi sikap yang tertutup, sikap yang ekslusif.”

“Sikap tertutup, sikap eksklusif adalah sikap yang tidak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika. Sikap tertutup akan memicu dan meningkatkan intoleransi, akan merusak sendi-sendi kebangsaan kita,” pungkasnya.

Kontributor: Fatah Nurdin & Heriyudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

five × 3 =

Back to top button