PCNU Cilacap Bertransformasi, Dari Organisasi Massa Menjadi Organisasi pelayanan

NUCOM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap tengah bertransformasi, melakukan pembenahan besar-besaran. Bukan hanya struktur, tapi juga cara kerja. Dari Organisasi Massa Menjadi Organisasi pelayanan.
Adapun pembenahan sistem kerja pada 18 Lembaga, 8 Banom, dengan menerapkan 6 Zonasi untuk melayani semua warga langsung ke bawah.
Tujuannya satu yakni agar program NU benar-benar sampai ke warga, dari kota sampai ke pelosok desa.
Pemberlakuan mekanisme dan program tata kerja organisasi ini sudah mulai bergerak sejak awal periode masa khidmat 2024-2029, PCNU Cilacap kepemimpinan KetuaTanfidziyah H. Paiman Sahlan dan Rais Syuriyah KH Su’ada Adzkiya.
Baca juga: Jejak Sejarah PCNU CILACAP: Dari Kiai Ke Kiai, Dari Kroya, Kesugihan, Hingga Majenang
Rangkuman Profil PCNU Cilacap yang dirilis tahun 2025, menuangkan penjabaran visi misi ke dalam dokumen setebal 188 halaman, dokumen ini membedah habis “mesin” organisasi NU di Bumi Wijayakusuma.
PCNU Cilacap merinci 18 Lembaga sebagai “tulang punggung” kerja organisasi. Tujuannya agar tidak ada lagi program yang “nggantung” karena tidak jelas siapa yang mengeksekusi.
Berikut Daftar Lengkap 18 Lembaga PCNU CILACAP DAN TUGASNYA:
Bidang Agama, Pendidikan dan Pesantren
- LDNU – Lembaga Dakwah NU: Kembangkan Islam Aswaja Annahdliyah sampai ke ranting dan mushola;
- LP Ma’arif NU: Data pendidikan formal: TK, MI, MTs, MA, SMK di lingkungan NU;
- RMINU – Rabithah Ma’ahid Islamiyah: Kuatkan dan kembangkan pondok pesantren;
- LPTNU – Lembaga Pendidikan Tinggi NU: Dorong lahir dan kembangnya kampus NU;
- LBMNU – Lembaga Bahtsul Masail: Jadi “rujukan fatwa” untuk masalah aktual dan tematik.
Baca juga: PLPK Ujung Tombak LAZISNU Cilacap
Bidang Ekonomi, Sosial dan Kemanusiaan
6. LPNU – Lembaga Perekonomian NU: Gerakkan Badan Usaha Milik NU (BUMNU), UMKM, koperasi, dan kemandirian ekonomi warga;
7. LPPNU – Lembaga Pengembangan Pertanian NU: Urus pertanian, lingkungan hidup, dan kelautan;
8. LKKNU – Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU: Fokus pada keluarga, sosial, kependudukan;
9. LAZISNU / NU Care LAZISNU: Himpun dan salurkan Zakat, Infaq, Shadaqah untuk mustahiq;
10. LWP-NU – Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU: Kelola tanah wakaf dan aset NU;
11. LPBINU – Lembaga Penanggulangan Bencana NU: Tanggap darurat, mitigasi bencana, perubahan iklim;
12. LKNU – Lembaga Kesehatan NU: Layanan kesehatan, posyandu, dan RS NU.

Baca juga: Rapat Pleno 2026: Evaluasi Program, Penguatan Kinerja, dan Luncurkan “NU Trans”
Bidang Hukum, SDM, Budaya dan Media
13. LAKPESDAM NU: Pusat kajian, riset, dan pengembangan SDM NU
14. LPBHNU – Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum NU: Bantuan hukum gratis dan advokasi warga
15. LESBUMI NU – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia: Kembangkan seni dan budaya Islam
16. LTNNU – Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU: Tulis, terjemah, terbit buku dan kelola media NU
17. LTMNU – Lembaga Ta’mir Masjid NU: Hidupkan dan berdayakan masjid sebagai pusat peradaban
18. LFNU – Lembaga Falakiyah NU: Urus rukyat, hisab, kalender, dan pengembangan ilmu falak.
Baca juga: Lesbumi Gila! Mengayuh Ontel Dalam Perjalanan, Berkhidmah Bangun Peradaban
Dari 18 lembaga ini terlihat jelas arah PCNU Cilacap tidak lagi hanya mengandalkan rapat dan ceramah. Kini ada 18 lembaga yang punya tugas spesifik dan terukur. Mulai dari urusan langit sampai urusan perut warga.
Beberapa Lembaga yang membumi:
- LAZISNU / NU Care: Kelola zakat, Infak, Sedekah, melalui Kontak Infak (Koin) Gocap untuk dhuafa, dan bencana;
- LDNU: Urus dakwah Aswaja Annahdliyah sampai ke ranting;
- LP Ma’arif NU: Nata ribuan madrasah dan sekolah NU;
- LPNU & LPPNU: Gerakkan ekonomi dan pertanian warga NU;
- LKNU: Urus Klinik dan layanan kesehatan hingga ke pelosok;
- LPTNU: Dorong lahir dan kembangkan kampus NU;
- LPBHNU: Dampingi warga yang punya masalah hukum;
- LPBINU: Tanggap bencana, perubahan iklim, sampai Kelautan/Kemaritiman.
“Ini bentuk NU hadir bukan hanya di mimbar, tapi juga di sawah, di pasar, di rumah sakit, dan di meja hukum,” jelas Ketua PCNU Cilacap H. Paiman Sahlan dalam Muktamar Pengetahun ke IV di Kudus.
Baca juga: Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026: Kemandirian NU hingga Dakwah Digital
PCNU Cilacap Turun ke Bawah
Maka PCNU Cilacap tidak lagi “Jual Nama”, Tapi “Jual Layanan”. Dulu NU identik dengan pengajian dan politik. Sekarang
– Mau sekolah? Ada LP Ma’arif
– Mau berobat? Ada LKNU
– Mau zakat, Infak, maupun bersedekah? Ada LAZISNU
– Kena masalah hukum? Ada LPBHNU
– Mau wakaf produktif? Ada LWP-NU
– Mau bertani? Ada LPPNU
– Mau Berkesenian? Ada Lesbumi NU
– Mau Jadi Wartawan? Ada LTNNU
– Masjid sepi? Ada LTMNU
Banom Rumah untuk Semua Golongan
Selain lembaga, PCNU juga menguatkan 8 Badan Otonom. Ini “sayap” NU yang menyasar kelompok spesifik agar tidak ada yang tertinggal.
Berbasis usia dan komunitas antara lain Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, PMII, KOPRI, IPNU, IPPNU
Berbasis profesi dan kekhususan: ISNU untuk sarjana, SARBUMUSI untuk buruh, PERGUNU untuk guru, Pagar Nusa untuk pencak silat, JQH untuk qori/hafizh, JATMAN untuk ahli thariqah, ISHARINU untuk seni hadrah, dan Serikat Nelayan NU untuk para pelaut.
Artinya, dari anak SD sampai pensiunan, dari semua bidang profesi dari kesehatan, seniman, nelayan Cilacap Selatan sampai dosen di Kesugihan-Majenang, semua punya “rumah” di NU.
Baca juga: Muktamar Beruntun: Lesbumi Membuka Jalan, PBNU Melanjutkan Perjalanan
Strategi Baru Terbagi 6 Zona Kerja
PCNU Cilacap membagi wilayah kerja jadi 6 Zona. Ini untuk mempercepat koordinasi dan menghindari tumpang tindih program.
- Zona 1: Cilacap Selatan, Tengah, Utara;
- Zona 2: Jeruklegi, Kesugihan, Maos, Sampang;
- Zona 3: Kroya, Nusawungu, Binangun, Adipala;
- Zona 4: Kawunganten, Gandrungmangu; Kampung Laut, Bantarsari;
- Zona 5: Patimuan, Kedungreja, Sidareja, Cipari;
- Zona 6: Karangpucung, Cimanggu, Majenang, Wanareja, Dayeuhluhur.
Dengan struktur 18 Lembaga + 8 Banom + 6 Zona. PCNU Cilacap ibarat punya “kementerian” yang cakap dan berani. Lalu bagaimana mengisinya dengan program yang sesuai dan membumi. Tentunya orang-orang yang benar-benar khidmah. Yakni pengurus yang tidak lagi jadi urusan.
Tantangannya sekarang: memastikan 18 lembaga ini tidak jadi “struktur di atas kertas”, tapi benar-benar jalan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga NU, dari ujung Nusawungu sampai puncak gunung Dayeuhluhur.
Pesan Kunci dari Rois Syuriyah
Seperti yang disampaikan Rois Syuriyah KH. Su’ada Adzkiya: “Jika NU bergerak bersama untuk satu tujuan yang sama, maka akan menghasilkan hasil yang luar biasa,”
Kalimat itu jadi pengingat. Dengan 18 lembaga + 8 Banom + 6 Zona, PCNU Cilacap sedang membangun orkestra besar. Dirigennya satu, partiturnya jelas, tinggal semua pemainnya kompak.
Tantangan selanjutnya bukan lagi membuat struktur. Tapi mengisi struktur itu dengan kerja nyata: ada beras untuk warga, ada beasiswa untuk santri, ada pendampingan saat kena musibah.
Profil 2025 ini jadi bukti. NU Cilacap sedang bertransformasi: dari organisasi massa, menjadi organisasi pelayanan.
Inilah peta jalan. Mau NU jadi organisasi pelayanan atau tetap organisasi seremonial, jawabannya ada di sepak kerja pengurus lembaga dan banom 5 tahun ke depan. (IHA)
Wallahu a’lam bishawab..
Baca juga: H Paiman Sahlan Apresiasi MASIKA: Bukti Madrasah NU Berdaya Saing





