Esai Opini Wawasan

Menjadi Perempuan Merdeka

Oleh Retno Putri Adie Safitri

Apa pengertian dasar dan ciri dari perempuan merdeka? Bagaimana pula ikhtiar untuk menjadi perempuan merdeka? Retno Putri Adie Safitri mengulasnya di artikel esai berikut ini.

Saat kita membaca sejarah, banyak sekali cerita yang menunjukkan kalau derajat perempuan berada di bawah laki-laki. Tuntutan patriarki yang sangat besar, membuat para kaum Adam memiliki rasa superior yang sangat tinggi. Banyak peristiwa historis yang menunjukkan bahwa perempuan merupakan makhluk yang sangat lemah baik dari fisik maupun pemikiran. Sering kali sejarah menunjukkan bahwa perempuan tidak diberi kebebasan. Kemerdekaan belajar dan memilih jalan hidupnya sendiri saja mereka tidak berhak memiliki, apalagi kebebasan dalam berkecimpung di dunia politik.

Secara etimologis, perempuan berasal dari kata “empu” yang memiliki arti sebagai tuan, kepala, hulu, orang yang mahir/berkuasa, atau yang paling besar. Lalu, apabila dilihat dari kata perempuan yang berhubungan dengan kata “ampu”, perempuan ini memiliki arti sokong, memerintah, penjaga keselamatan, penyangga, bahkan bisa diartikan sebagai wali. Kata merdeka sendiri memiliki makna bebas, independent, dan tidak bergantung.

Dari definisi di atas, bisa kita lihat bahwasanya perempuan memiliki tingkat kehormatan yang sangat tinggi. Jadi, tidak bisa diakui kalau derajat perempuan berada di bawah laki-laki. Apalagi di dalam ajaran agama Islam, perempuan merupakan makhluk yang dimuliakan. Hal tersebut ditunjukkan oleh diturunkannya Surah An-Nisa di dalam kitab suci al-Qur’an.

Kita juga dapat melihat bahwa saat ini para perempuan sudah memiliki banyak sekali kebebasan. Kebebasan tersebut bisa kita lihat di dalam kebebasan belajar dan menuntut ilmu, kebebasan memilih pekerjaan, kebebasan berkecimpung di dunia politik, bahkan kebebasan dalam memimpin sesuatu seperti organisasi sampai menjadi kepala negara sekalipun.

Artikel Terkait

Banyak sekali perempuan tangguh dari jaman Rasulullah hingga saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini perempuan cukup memiliki tempat yang sejajar dengan kaum laki-laki. Contoh perempuan tangguh dan merdeka di jaman Rasul di antaranya Siti Khadijah binti Khuwailid yang dikenal sebagai wanita terpandang karena kekayaannya serta merupakan pimpinan wanita Quraisy. Selain itu, ada juga Sayyidah Aisyah RA. yang dikenal dengan kecerdasannya, Hafshah binti Umar yang hebat dalam kemampuan membaca dan menulis, serta masih banyak perempuan hebat lainnya.

Bagaimana Menjadi Perempuan Merdeka?

Kebebasan yang sudah banyak perempuan dapatkan pada saat ini haruslah kita gunakan sebaik mungkin. Kita tidak lagi merasakan sesaknya mengemukakan pendapat, susahnya mendapatkan pendidikan, ataupun kita tidak lagi dipaksa untuk menggunakan baju “kemben” yang seolah-olah sangat membatasi ruang gerak kita.

Seperti yang kita tahu, Indonesia sedang merayakan tahun ke-76 kemerdekaannya. Lalu, apakah kita sudah menjadi perempuan yang merdeka pula? Perempuan yang merdeka bisa dilihat dari sisi pola pikirnya. Apakah sejauh ini pola pikir para perempuan di Indonesia telah menunjukkan pola pikir yang merdeka? Sebaiknya, jangan sampai di tengah kebebasan yang ada pada saat ini, kita malah terpenjara oleh pola pikir di diri kita sendiri.

Banyak sekali perempuan yang hanya berinvestasi pada fisik mereka. Mereka hanya memberikan perawatan yang terbaik untuk wajah dan badan mereka tanpa tujuan yang jelas. Namun, tentunya ini bukanlah hal yang salah. Merawat diri merupakan bentuk rasa syukur kita terhadap apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Tetapi, akan lebih baik jika diikuti dengan memperbaiki akhlak dan pola pikir menjadi lebih maju.

Baca Artikel Terkait

Juara II Lomba Esai >> Perempuan TANGGUH, Perempuan HEBAT
Juara III Lomba Esai >> Nahdlatul Ulama, Perempuan dan Bangsa 

Perempuan yang merdeka memiliki ciri kebebasan dalam menuntut ilmu, kebebasan mengkritisi isu sosial dan politik. Hal tersebut bisa kita tempuh melalui cara berikut.

  1. Berpendidikan

Pendidikan menjadi hal yang sangat penting di dalam kehidupan. Dalam ajaran agama Islam pun menunjukkan bahwa menuntut ilmu merupakan hal yang sangat wajib untuk dilakukan. Ini terbukti di dalam al-Quran dan berbagai hadits salah satunya ialah sabda Rasul “Tuntutlah ilmu dari buaian (bayi) hingga liang lahat.” yang membuktikan bahwasanya di dalam semasa hidup kita sangat diwajibkan untuk senantiasa menuntut ilmu.

Ini pun berlaku untuk para perempuan tangguh di dunia. Tidak ada lagi pemikiran “untuk apa sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya di dapur juga” karena menempuh pendidikan tidak sebatas itu. Dalam menempuh pendidikan, kita akan lebih diluaskan dalam pemikiran dan sudut pandang. Banyak hal yang tidak bisa didapat apabila kita tidak menempuh pendidikan. Oleh karena itu, perempuan yang merdeka pastinya tidak akan meremehkan bahkan meninggalkan pendidikan.

  1. Memiliki pola pikir yang baik

Perempuan dengan pendidikan yang baik lebih besar kemungkinannya dalam memiliki pemikiran yang baik pula. Pola pikir yang baik dapat membawa negeri menuju kebangkitan atas pemikirannya. Pola pikir ini juga sangat berpengaruh dengan tingginya kualitas Sumber Daya Manusia di suatu negara. Sumber Daya Manusia yang baik akan membawa negeri menuju merdeka yang sesungguhnya, apalagi untuk para perempuan, para calon ibu yang nantinya akan mencetak generasi terbaik di negeri ini. Pembentukan pola pikir yang baik akan membentuk parenting dalam mengurus anak. Dengan ini, pola pikir anak akan ikut baik pula. Sehingga terbentuklah generasi hebat dari para ibu tangguh yang merupakan garda terdepan membentuk generasi bangsa.

  1. Berpikir kritis

Dengan adanya pendidikan yang membentuk pola pikir seseorang, pasti terbentuk pula pola pikir kritis terhadap apa yang terjadi di dalam negaranya. Perempuan hebat dan tangguh merupakan perempuan yang memperhatikan kondisi sekitar serta tahu apa yang harus mereka lakukan. Salah satu perempuan tangguh dengan pola pikir kritisnya ialah Najwa Shihab. Beliau sangat berpengaruh di dalam jalannya sosialdan politik di Indonesia. Dengan adanya perempuan tangguh dan merdeka semacam Najwa Shihab yang lain di negeri ini dapat dipastikan Indonesia akan menuju merdeka yang sesungguhnya.

Untuk menjadi perempuan yang merdeka, kita tidak boleh hanya berleha-leha atas kebebasan yang ada. Kita harus tetap memperbaiki apa yang salah di dalam diri kita, menjadi lebih baik disetiap harinya, saling mendukung atas sesama perempuan sehingga kita dapat menjadi perempuan yang tangguh. Dengan majunya perempuan tangguh, Indonesia akan segera tumbuh dengan segala potensinya.

Kesimpulan

Kebebasan yang didapat oleh para perempuan pada saat ini merupakan hal penting yang tidak boleh disia-siakan. Kebebasan berpendidikan merupakan salah satunya yang sangat berpengaruh terhadap kepribadian para perempuan. Pendidikan dapat membentuk pola pikir yang baik sehingga setiap pribadi memiliki peluang lebih dalam berpikir kritis. Pemikiran yang kritis merupakan hal yang berpengaruh terhadap baik-buruknya sosial dan politik di sekitar kita. Pendidikan bisa membentuk perempuan merdeka yang tangguh sehingga mereka dapat membawa Indonesia menuju lebih baik lagi.

Sebagai perempuan, kita harus memperhatikan pentingnya memperoleh pendidikan, karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap pembentukan pola pikir masing-masing pribadi. Pola pikir tersebut sangatlah penting untuk dimiliki oleh para perempuan, karena dengan pola pikir yang baik, kita juga bisa menjadi pribadi yang berpikir kritis. Hal tersebut sangat penting karena mereka saling ketergantungan. Faktor di atas juga sangat memengaruhi terhadap cara mereka dalam mendidik generasi bangsa. Dengan hal tersebut kita dapat menjadi perempuan yang tangguh, sehingga Indonesia dapat tumbuh bersama para perempuan, ibu, dan generasi terbaik yang telah dicetak oleh para perempuan itu.

Artikel Esai Menjadi Peremuan Merdeka ini adalah Pemenang Pertama Lomba HUT RI Ke-76 PC IPPNU Cilacap, Kategori Esai. 

Tentang Penulis; Retno Putri Adie Safitri, Pimpinan Ranting IPPNU Banjareja, Nusawungu, Cilacap. Mahasiswa Semester 3 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 + 18 =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button