Nasional

Resmi Jabat Ketua Umum PBNU 2022-2027, Ini Kata Gus Yahya

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2022-2027 di Muktamar ke-34 NU di Lampung, pada Jumat (24/12/2021).

Keputusan tersebut ditetapkan pada Sidang Pleno V yang dipimpin Ketua dan Sekretaris Panitia Pengarah Muktamar Ke-34 NU Prof Muhammad Nuh dan H Asrorun Niam Sholeh di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila).

“Kiai Haji Yahya Cholil Staquf ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2022-2027,” kata Muhammad Nuh sembari mengetuk palu.

“Al-Fatihah,” imbuh Ketua PBNU 2015-2020 itu.

Dalam pemilihan putaran kedua, Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj meraih 210 suara sementara KH Yahya Cholil Staquf meraih 337 suara, sedangkan 1 suara dinyatakan batal. Sebelumnya, saat penghitungan suara, sempat dihentikan sementara untuk melaksanakan sholat Subuh, di sela-sela arena pemilihan.

Artikel Terkait

Pemilihan Ketum baru PBNU

Hasil penghitungan putaran pertama terdapat nama KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mendapat 327 suara, KH Said Aqil Siradj 203 suara, dan KH Asad Ali 17 suara, Marzuki Mustamar 2 suara, Ramadhan Bayo 1 suara, absen 1 suara, dan rusak 1 suara.

Setelah mendapatkan dua nama yang berhak maju ke tahap selanjutnya, ketua sidang bersama ketua pelaksana muktamar menyerahkan dua nama tersebut kepada rais ‘aam terpilih untuk memintai rekomendasinya. Kedua nama tersebut akhirnya maju pada pemilihan selanjutnya untuk menentukan ketum PBNU periode 2021-2026.

Ketua Steering Committee Muktamar Ke-34 NU, Muhammad Nuh menyampaikan bahwa sesuai AD/ART dan Tatib muktamar maka KH Yahya Cholil Staquf dinyatakan sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 dalam Muktamar ke-34 NU.

Dalam kesempatan muktamar NU ke-34 ini, Gus Yahya Staquf sempat menyampaikan visinya yaitu menghidupkan pemikiran dan nilai-nilai KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Visi saya untuk memimpin NU ini adalah menghidupkan Gus Dur. Ini saya sudah nyatakan berulang-ulang. Jadi saya sampaikan kepada PWNU, PCNU se-Indonesia bahwa apa yang ingin saya lakukan yaitu visi saya dalam memimpin NU lima tahun ke depan ini bisa dinyatakan dengan sikap menghidupkan Gus Dur,” tutur Gus Yahya.

Inginkan Masyarakat Merasakan Kehadiran NU

“Saya ingin Nahdlatul Ulama sebagai organisasi ini sungguh-sungguh bisa berfungsi dan dirasakan kehadirannya sebagai mana dulu kita semua menikmati fungsi dan merasakan kehadiran Gus Dur,” sambung Gus Yahya. Menurut Gus Yahya, Gus Dur mempunyai visi-visi besar yang masih sangat relevan untuk waktu yang lama.

Tak lupa, Gus Yahya turut mengucapkan terima kasih kepada Said Aqil yang telah ia anggap sebagai guru yang mendidiknya.

“Yang paling awal ingin haturkan terima kasih saya adalah kepada guru saya, yang mendidik saya, menggembleng saya, menguji saja, tapi juga membukakan jalan saya, dan membesarkan saya, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj,” ucapnya.

“Saya tidak tahu apakah akan cukup umur saya untuk membalas jasa beliau, kalau ada yang patut dipuji atas semua ini, pujian itu milik beliau,” sambungnya.

Kemudian, Gus Yahya juga mengucapkan terima kasih kepada panitia, Muktamirin, dan pengurus cabang serta wilayah NU.  Dirinya berterima kasih kepada panitia atas kerja keras bersama sehingga bisa menyukseskan jalannya Muktamar ke-34 NU tersebut.

Selanjutnya, kepada para Muktamirin serta pengurus wilayah dan cabang seluruh Indonesia, Gus Yahya berterima kasih karena telah menerima lamaran kerjanya.

Setelah terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Yahya berharap bisa bekerja bersama-sama.Terutama melangkah maju untuk mengejar cita-cita luhur, masa depan yang mulia bagi NU, bangsa NKRI, serta peradaban umat manusia.juga berharap Allah SWT akan melihat niat baik tersebut sehingga layak mendapatkan limpahan berkah serta pertolongan-Nya.

Editor : Naeli Rokhmah

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button