Antologi NU

Penulisan Singkatan Tingkatan Organisasi NU Yang Benar

Bagaimana penulisan singkatan tingkatan organisasi di lingkungan NU yang benar? Bagaimana pula penulisan singkatan tingkatan Organisasi NU yang salah? Kita tahu ada 6 tingkatan organisasi NU, yaitu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang / Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama dan Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama.

Penulisan Singkatan Tingkatan Organisasi NU yang benar dan yang salah

Penulisan singkatan pada tingkatan organisasi NU yang benar dan yang salah adalah sebagai berikut:

  1. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, penulisan singkatan yang benar adalah PBNU, singkatan yang salah; PB NU atau P B N U (masing-masing huruf dipisahkan dengan spasi).
  2. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, singkatan yang benar adalah PWNU, singkatan yang salah; PW NU atau P W N U (masing-masing huruf dipisahkan dengan spasi).
  3. Pengurus Cabang/Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama, penulisan singkatan yang benar adalah PCNU / PCINU, singkatan yang salah; PC NU, PCI NU, P C N U atau P C I N U (masing-masing huruf dipisahkan dengan spasi).
  4. Pengurus Majelis Besar Nahdlatul Ulama, penulisan singkatan yang benar adalah MWCNU, singkatan yang salah; MWC NU atau M W C N U (masing-masing huruf dipisahkan dengan spasi).
  5. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama, penulisan singkatan yang benar adalah PRNU, singkatan yang salah PR NU atau P R N U (masing-masing huruf dipisahkan dengan spasi).
  6. Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (NU), penulisan singkatan yang benar adalah PARNU, singkatan yang salah PAR NU atau P A R N U (masing-masing huruf dipisahkan dengan spasi).

Masalah singkatan pada tingkatan kepengurusan organisasi NU memang kelihatannya hal yang sepele. Kita nyaris tidak pernah menyoal dan mempermasalahkannya. Namun pada hakikatnya singkatan pada tingkatan organisasi NU itu merupakan hal yang sangat prinsip. Mengapa? Karena itu menyangkut kredibilitas organisasi. Betapapun dan bagaimanapun juga, dalam hal tertib administrasi organisasi, harus mengacu dan menganut pada kaidah penulisan singkatan yang benar.

Penulisan Singkatan Yang Benar

Lalu, bagaimana kaidah penulisan singkatan yang benar? Ini yang harus diperhatikan. Ada 6 tata cara penulisan singkatan yang benar menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), yaitu:

  1. Singkatan Nama Orang, Gelar, Sapaan, Jabatan, atau Pangkat Diikuti dengan Tanda Titik Pada Setiap Unsur Singkatan.
  2. Singkatan dari Nama Lembaga Pemerintahan, Instansi Pendidikan, Badan atau Organisasi, Serta Nama Dokumen Asli Negara yang Disingkat Huruf Awalnya Mesti Ditulis Dengan Huruf Kapital
  3. Singkatan yang Terdiri atas Huruf Awal Bukan Nama Orang Mesti Ditulis dengan Huruf Kapital tanpa Tanda Titik
  4. Singkatan yang Terdiri atas Tiga Huruf atau Lebih Diikuti dengan Tanda Titik
  5. Singkatan dalam Istilah Penulisan Surat Menyurat yang terdiri atas Dua Huruf Mesti Diikuti oleh Tanda Titik di Setiap Katanya
  6. Singkatan Lambang Kimia, Satuan Ukuran, Takaran, Timbangan, dan Mata Uang Tidak Perlu Diikuti oleh Tanda Titik

Baca Artikel Terkait

Jika melihat dan memperhatikan kaidah dan tata cara penulisan singkatan yang benar di atas., maka untuk tingkatan organisasi NU, penggunaan dan penulisan singkatan-singkatannya masuk kategori yang ke 2. Karena NU masuk kategori sebuah Badan atau Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Analisis sederhananya sebagai berikut; pola penyingkatan pada hakikatnya mengambil bagian-bagian dari kalimat asli yang utuh dalam kepanjangannya. Contoh, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama adalah kalimat panjang yang asli dan merupakan satu kesatuan.

Jika dilakukan penyingkatan secara utuh dan yang benar, maka singkatannya menjadi PCNU, bukan PC NU atau malah P C N U (dengan spasi di antara huruf). Demikian juga untuk singkatan pada tingkatan organisasi NU di bawahnya.

Maka, mari gunakan penulisan singkatan untuk tingkatan organisasi NU yang benar. Biasakan menggunakan singkatan yang benar. Mulailah meninggalkan pengguan dan penuisan singkatan yang salah. Gunakan singkatan yang benar, terutama pada aspek-aspek resmi dan formal organisasi seperti Kop Surat.

Pengucapan Singkatan

Antara penulisan dengan pengucapan singkatan adalah dua hal yang berbeda. Jika penulisan, sebaiknya mengacu pada kaidah penulisan singkatan, maka dalam hal pengucapan kalimat, mengucapkan kalimat yang lebih singkat dari kalimat asalnya, tidak ada ketentuan yang baku.

Kita, di organisasi NU, boleh dan sah mengucapkan kalimat-kalimat seperti; PW Nahdlatul Ulama, PB Nahdlatul Ulama, Pengurus Ranting NU, Pengurus Cabang NU. Semua itu konteksnya pengucapan, bukan penulisan dalam rangka tertib administrasi.

Demikian penulisan singkatan tingkatan Organisasi NU yang benar, dan sudah disesuaikan oleh NU Cilacap Online sebagaimana mestinya, seperti pada gambar di atas. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Makna Kiasan Di Balik Kata FATAYAT, Apa Saja?

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button