ISNU, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (NU)

NU CILACAP ONLINE – ISNU adalah singkatan dari Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (NU), badan otonom organisasi NU yang memiliki visi, misi, fungsi dan tujuan, dan secara resmi dikukuhkan pada tahun 2010 lewat Muktamar NU ke- 32 di Makassar.

Sarjana NU

Sebagai Banom NU, ISNU Ikatan Sarjana NU memiliki fungsi untuk membantu melaksanakan kebijakan NU pada kelompok sarjana dan kaum intelektual; yang mempunyai integritas, kejujuran, dan komitmen, visi, kreativitas, ketahanan mental, dan keadilan yang merupakan amanat muktamar NU ke-29 di Cipasung Jawa Barat pada tahun 1994.

ISNU menyelenggarakan Kongres yang pertama kalinya pada 17 – 19 Februari 2012 di Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur. Dr. Ali Masykur Musa terpilih sebagai Ketua Umum ISNU dalam kongres tersebut. Baca juga IPNU, Landasan Berfikir, Bersikap, Berorganisasi dan Jati Diri

Fakta rentang waktu deklarasi, pengukuhan ISNU sebagai Banom NU, sampai kongres I menunjukkan bahwa kemunculan ISNU Ikatan Sarjana NU sebagai Ormas (organisasi kemasyarakatan) bagian dari NU tidaklah mulus. 13 tahun seusasi deklarasi, baru bisa menyelenggarakan konggres.

PD (Peraturan Dasar) dan PRT (Peraturan Rumah Tangga) ISNU pun baru terbit lewat kongres tersebut. Ketidakmulusan tersebut bukan karena terhamat, tetapi kondisi eksisting ISNU-nya yang belum tegak.

Setelah deklarasi, ISNU bisa dianggap telah mengalami tidur panjang. ISNU baru dilihat dan diperhatikan orang setelah kongres I di bawah kepemimpinan Dr. Ali Masykur Musa, yang saat ini masih menjabat sebagai anggota BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).

Baca Juga:

ISNU dan Aswaja

ISNU bisa menjadi salah satu kekuatan Islam Indonesia yang merawat dan mengembangkan nasionalisme religius nan humanis. Harapan tersebut di atas cukup beralasan, mengingat akidah, asas, tujuan, dan pedomanperilaku ISNU memang mendukung hal itu.

Dalam PD ISNU Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama pasal 6 dijelaskan bahwa ISNU berakidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Di bidang akidah mengikuti madzhab Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansyur Al-Maturidi; di bidang fiqh mengikuti salah satu dari empat madzhab (Maliki, Hanafi, Syafi’I, Hanbali); dan di bidang tasawuf mengikuti madzhab Imam Junaid Al-Baghdadi dan abu Hamid Al-Ghazali.

Dalam khazanah peradaban Islam, golongan Ahlussunah wal Jama’ah (Aswaja) dikenal berkarakteristik moderat, tidak ekstrim (tawasuth), seimbang dalam segala hal (tawazun), termasuk dalam penggunaan dalil ‘aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli (bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits), selalu membela kebenaran dan mengedepankan keadilan (al-I’tidal, tegak lurus), dan toleran dalam bersikap (tasamuh), yakni menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup dan keyakinan yang berbeda, tanpa harus mengakui atau membenarkan prinsip dan keyakinan berbeda dimaksud dan tanpa kehilangan jatidiri atau keteguhan pada prinsip dan keyakinan sendiri.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ISNU berasas Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian, ISNU menerima nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan idiil dan konstitusional, serta mengakui dan menghargai ke-Bhineka-an sebagai sesuatu yang niscaya bagi bangsa Indonesia. Juga turut berperan aktif mempertahankan NKRI. Baca juga GP Ansor NU, Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama

Tujuan dan Usaha ISNU

ISNU Ikatan Sarjana NU, memiliki tujuan sebagaimana termaktub dalam PD ISNU pasal 10 yaitu:

  1. Mewadahi kegiatan-kegiatan para sarjana, ilmuwan, dan profesional NU dari berbagai disiplin ilmu agar terarah efektif, dan efisien, sekaligus berfungsi sebagai laboratorium NU di berbagai tingkatan;
  2. Meningkatkan pengembangan Islam Ahlussunah wal Jama’ah, ilmu pengetahuan, dan teknologi; dan
  3. Meningkatkan sinergitas kegiatan NU dalam mencapai dan memperjuangkan kesejahteraan umat dan masyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Baca juga Tujuan Dan Usaha Organisasi Nahdlatul Ulama (NU)

Usaha ISNU Mencapai Tujuan: sebagai orgaisasi NU yang memiliki tujuan, sebagai Badan Otonom, ISNU juga memiliki usaha untuk mencapai tujuannya. Berikut ini usaha usaha ISNU untuk mencapai tujuan berorganisasi:

  1. Menghimpun dan mengorganisasikan para warga ilmuwan serta insan profesional pondok pesan tren NU atau sarjana (51, 52, 53) dan guru besar pendidikan umum dari berbagai disiplin ilmu se cara modern dan terarah.
  2. Memfungsikan organisasi sebagai laboratorium NU.
  3. Membantu NU dalam mencarikan solusi pemeca han permasalahan.
  4. Membantu NU dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus menyiapkan generasi NU masa depan lebih berbobot, baik akhlak, iman maupun ilmunya.
  5. Secara substansial turut memperkaya muatan ilmiah kegiatan-kegiatan NU di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  6. Memperlancar hubungan dan kerja sama antar sesama anggota, antarperkumpulan sejenis, di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan bidang keahliannya dalam hal pengembangan kajian kajian Islam, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  7. Mengadakan pertemuan-pertemuan ilmiah seperti penataran, seminar, simposium, dan lokakarya.
  8. Dalam batas dan persyaratan tertentu, memfasilitasi berkembangnya pemikiran-pemikiran ilmiah paraanggota, antara lain berusaha mempublikasikan dan menerbitkan karya-karya ilmiah para anggota dalam sebuah penerbitan yang memadai serta menerbitkan buletin bagi para anggota dan khalayak umum;
  9. Menyelenggarakan diskusi atau temu wicara secara reguler dengan umat Nahdliyon di kalangan pesantren, pengurus NU maupun masyarakat umum.
  10. Mengadakan usaha atau ikhtiar yang halal dan sah. Baca juga Tujuan NU, Usaha NU

Program Kegiatan ISNU

Ada 4 program pokok ISNU, yaitu:

  1. Pemetaan dan pengembangan potensi kader terdidik NU.
  2. Optimalisasi peran dan mobilitas sosial warga NU.
  3. Pengkajian masalah-masalah keindonesiaan.
  4. Pengembangan jaringan kerja nasional dan internasional.

Program pokok tersebut terjabarkan dalam bentuk kegiatan sehingga mencerminkan fungsi ISNU lebih detail dan jelas. Baca juga Sejarah Organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU)

Tujuan-tujuan ISNU tersebut di atas , juga program pokok nya menadi penjabaran misi dalam bentuk kegiatan kegiatan ISNU sebagai berikut:

  1. Menghimpun potensi para ilmuwan dan profesional di lingkungan NU;
  2. Berperan dalam pengembangan pendidikan dan kehidupan sosial ekonomi dalam rangka menyiapkan generasi kepemimpinan. Juga sumberdaya manusia (SDM) yang berakhlak luhur, berkualitas dan terpercaya bagi Jam’iyah NU, khususnya dalam memasuki era globalisasi;
  3. Membentuk komunitas ilmiah;
  4. Menyelenggarakan berbagai kegiatan penelitian dan pengkajian yang inovatif, strategis, dan antisipatif;
  5. Menjembatani komunikasi antara Jam’iyah dan Jama’ah NU; dan
  6. Menghimpun dana untuk pengembangan dan pemberdayaan umat.

Dengan kegiatan-kegiatan seperti tersebut di atas, visi, misi, fungsi ISNU ; juga tujuan ISNU bisa terimplementasikan secara lebih kongkrit. Dalam aktifitas organisasinya, dengan berbagai harapan.

Baca Juga >> Situs Berita Kegiatan Lembaga dan Badan Otonom NU

Harapan masyarakat, terutama Nahdliyyin, demikian besar terhadap visi misi ISNU; menjadi katalisator kemajuan umat, bangsa dan Negara. Menguatkan kehidupan beragama yang ramah dan toleran terhadap penganut agama lain. Juga menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Sebagai pedoman perilaku, ISNU menjunjung tinggi akhlakul karimah serta mengembangkan ukhuwah Islâmiyahukhuwah wathaniyah; juga ukhuwah basyariyah atau ukhuwah insâniyah yang didasari prinsip-prinsip ketulusan, keadilan, moderasi, keseimbangan dan toleransi.Juga dtegaskan, ISNU berpedoman pada Al-Qur’an, As.Sunah, Al-Ijma’, dan Al-Qiyas, sama halnya dengan NU sebagai organisasi induknya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button