Catatan Redaksi

Harlah NU Dan Partai Politik, Melihat Dari Sisi Lain

Di halaman Kantor Sekretariat Bersama NU Cilacap, ada beberapa karangan bunga dan Ucapan Harlah NU ke 95, di antaranya dari Partai Politik PDIP, Golkar juga baliho dari PKB. Ruapnya, harlah NU cukup mendapat simpati dari para politisi khususnya di Kabupaten Cilacap. Bagaimana di wilayah Anda?

Bicara NU dan Partai Politik, tidak pernah menjadi topik yang usang. Partai adalah organisasi politik. Sementara NU adalah organisasi keagamaan dan kemasyarakatan Islam. Sama-sama organisasi, melainkan wilayah perjuangannya berbeda.

Bicara sebagai ormas yang besar, NU adalah ormas besar, bahkan terbesar. Untuk fakta ini, banyak partai politik yang secara struktural tidak bisa mengimbangi struktur organisasinya dengan struktur NU, yang nyata ada sampai akar rumput.  Alih-alih “mengimbangi”, tidak sedikit partai politik yang didukung secara struktural oleh orang-orang NU, atau orang-orang yang memiliki tradisi dan amaliyah NU.

Mereka ada di sana, dan banyak jumlahnya. Coba lihat di sekeliling. Dari latar belakang amaliyah keagamaan NU kah para pengurus partai politik di sekitar anda? Untuk case ini, sering terdengar adagium; NU ada di mana-mana. Mungkin lebih tepatnya, warga NU ada di mana-mana (untuk membedakan Jamiyyah dengan Jamaah)

Fakta sejarah secara turun temurun ini tidak bisa digeser. Memang, ada titik singgung antara semangat ideologis NU dengan embrio partai-partai politik, khususnya yang berhaluan nasionalis. Mereka ada sejak pra kemerdekaan. Persinggungan ini bertahan. Namun diantaranya, wadah mereka sudah tidak ada. Dan NU masih tetap berdiri kokoh.

Melihat NU dari sisi politik, tidak kalah menarik. Mungkin, satu-satunya Ormas yang ada di Indonesia, hanya NU yang bertahan sampai saat ini, dan pernah menjadi Partai Politik (Partai NU). Artinya, kedekatan ideologis NU sebagai ormas dengan partai politik memang ada. Setidaknya; secara ideologi perjuangan, sama-sama sebagai organisasi yang memperjuangkan kepentingan masyarakat; bedanya, yang satu intra-parlementer, dan NU ekstra-parlementer.

Dengan demikian, jarak NU dengan politikpun sebenarnya sangat dekat. Dalam pengertian, bahwa NU memang memainkan peran-peran politik, tapi tidak seperti praktik-praktik politik ala PDIP, Glokar, PKB. NU memiliki jalur politik tersendiri. Al Maghfurlah Kiai Ahmad Muhammad Sahal Mahfudz pernah merumuskan politik NU, yang beliau sebut dengan Politik Tingkat Tinggi NU, di SINI

Buah dari Politik Tingkat Tinggi NU, bisa dilihat di sini; meskipun NU tidak melaksanakan politik praksis, namun NU jutseru menginspirasi partai-partai politik ketika berbicara tentang ideologi kebangsaan. Tentang Ideologi Pancasila, misalnya.

PDIP, jelang Harlah NU 95 secara nasional menggelar Peringatan Harlah NU virtual secara Nasional. Ada beberapa clue yang diusung PDIP; di antaranya, NU adalah Mitra PDIP dalam Membumikan Nilai-Nilai Pancasila. Bagaimana dengan partai-partai lain? Mungkin belum saat ini. Atau saat ini, tapi tertunda untuk beberapa saat.

Untuk alasan apapun, pertanyaannya sederhana: mengapa partai politik memperingati Harlah NU? Apakah ini akan menjadi trend di masa depan? Atau sekadar untuk warming menuju Muktamar NU tahun 2021? Atau jangka panjang menuju Pilpres 2024?

‘Ala Kulli Hal, inilah trend baru persinggungan nasional antara NU dengan Orpol. Semua ini tidak datang tiba-tiba. dan di era multi-digital seperti sekarang ini, semua bisa digerakkan dalam waktu yang singkat. Di atas semuanya, Kita yang ada di organisasi NU, tidak boleh berhenti untuk menjadi bagian dari sejarah. Sebagaimana Partai Politik bisa menentukan arah bangsa ini, pun demikian, NU tidak boleh tinggal diam untuk proaktif menentukan masa depan bangsa, dengan cara NU.

Alhamdulillah, mewakili unsur Redaksi NU Cilacap Online, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga NU, para parpol, juga dari BRI dan Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, yang sudah mengapresiasi Harlah NU ke 95. Mari bersinergi menyebarkan aswaja untuk keutuhan NKRI. Jazaakumullahu Ahsanal Jaza.(Admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

twenty − 10 =

Pilih Artiikel Menarik Lainnya
Close
Back to top button