Lembaga NU

Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU)

Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama/LTMNU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan dan pemberdayaan Masjid.

LTMNU merupakan Lembaga yang ada dalam struktur Nahdlatul Ulama (NU). LTMNU sendiri, terlahir dengan nama Haiah Ta’miril Masajid Indonesia (HTMI) pada tahun 1976 sebagai lembaga di bawah naungan PBNU. Pada Muktamar NU yang ke-31 bertempat di Asrama Haji Donohudan Solo tahun 2004, berubah namanya menjadi LTMINU. Sedangkan pada Muktamar ke 32 pada tahun 2010 di Makasar selanjutnya disebut dengan LTMNU.

Visi Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU); Masjid sebagai pusat peradaban dengan mengintegerasikan aspek ubudiyah, mu’amalah (iqtishodiyah/ekonomi), ijima’iyah (social) dan tarbiyah (education).

Misi Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU);

  • Menjadikan masjid sebagai gerakan moral dengan meningkatkan iman dan takwa dan menjadi pusat gerakan mencerdaskan umat.
  • Menjadikan masjid sebagai inspirasi membangun peradaban umat dalam mewujudkan Islam rahmatan lil’lamin.
  • Menjadikan masjid sebagai pusat konsolidasi ukhuwah diniyah, ukhuwah insaniyah dan ukhuwah wathaniyah.
  • Menjadikan masjid sebagai instrumen mewujudkan kemaslahatan umat.
  • Menjadikan masjid sebagai pusat beribadah dan juga sebagai solusi terhadap segenap persoalan yang berkembang dalam masyarakat.

Tujuan Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU); Sebagaimana dijelaskan Ensiklopedia NU adalah revitalisasi masjid supaya masjid tak hanya menjadi tempat salat, tetapi menjadi tempat yang selalu tecermin dalam doa para jamaahnya: Allahumma inni as’aluka salamatan fid dini, wa afiyatal fi jasadi, wa ziyadatan fil ilmi wa barakatan firrizki, wa taubatal koblal maut, wa rahmatan indal maut wa maghfiratan ba’dal maut.

Sejarah Lembaga Takmir Masjid NU

KH Saifuddin Zuhri dalam bukunya menyebutkan bahwa NU disebarkan para tokohnya dari surau ke surau. Tidak salah karena para tokoh tersebut adalah para ahli masjid. Mereka hidup dan tinggal dekat masjid. Dengan demikian, NU meletakkan pusat gerakkan melalui masjid.

Hal itu bisa dibuktikan pada masa awal NU berdiri. Beberapa bulan setelah didirikan, pada 1926, NU mengadakan muktamar pertamanya di Surabaya. Kegiatan tersebut ditutup dengan pengajian umum di Masjid Ampel. Kegiatan tersebut dihadiri 10 ribu warga. Dua tahun berikutnya, pada momentum yang sama, diadakan hal serupa di tempat itu juga.

Ketika muktamar NU bergeser ke barat, yaitu Semarang pada tahun 1929, kegiatan diakhiri hal serupa, yaitu pengajian umum yang dihadiri belasan ribu orang. Tahun berikutnya hal serupa berlangsung di Semarang. Tahun berikutnya di Cirebon. Lalu Bandung, Jakarta, dan seterusnya.

Dari waktu ke waktu, NU terus bergerak menghadapi tantangan zaman. Para kiai kemudian membentuk lembaga khusus yang menangani masjid yang sekarang disebut LTMNU atau Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama.

Menurut Ensiklopedia NU, lembaga tersebut bertugas menjalankan kebijakan NU di bidang pengembangan dan pemberdayaan masjid. Secara resmi lembaga tersebut didirikan pada 12 Dzulhijjah 1390 atau 9 Februari 1971 di Surabaya. Pada waktu itu, nama lembaga tersebut adalah Hai’ah Ta’miril Masjid Indonesia (HTMI).

Para kiai kemudian mengubah HTMI menjadi Lembaga Takmir Masjid Indonesia (LTMI) pada Muktamar NU ke-31 di Solo (2004). Sedangkan nama LTMNU (Lembaga Takmir Masjid NU) merupakan hasil Muktamar NU ke-32 di Makassar (2010).

Berikut ini susunan Pengurus Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama Cilacap, Masa Hidmah 2018-2023:

Ketua : H. Kiswandi
Wakil Ketua : H. Jasmin Jamhari
Wakil Ketua : H. Tahrir Asruri, M.Pd
Wakil Ketua : KH. Sahlan Nasir, SH

Sekretaris : H. Aid Mustaqim
Wakil Sekretaris : Imam Wahyudi
Wakil Sekretaris : Miswan Adi S.IP.

Bendahara : H. Sakiran Wardi, B.A.
Wakil Bendahara : Munawir, S.Ag.

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

twenty − thirteen =

Back to top button