Badan Otonom NU

Fatayat Nusawungu Sosialisasi Pemulasaraan Jenazah & Tepung Mocaf

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama Nusawungu menggelar beberapa agenda kegiatan, di antaranya adalah sosialisasi pemulasaraan jenazah covid-19 dan pelatihan pembuatan olahan makanan dari tepung mocaf, Minggu (18/04). Acara ini untuk memperingati HARLAH Fatayat NU ke 71, sekaligus memperingati Hari Kartini.

Acara pembukaan Kegiatan dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Desa Nusawungu Kecamatan Nusawungu. Baru kemudian saat acara sosialisasi, dibagi 2 tempat. Untuk sosialisasi pemulasaraan jenazah dilaksanakan di GOR, sedangkan untuk pelatihan pembuatan olahan tepung mocaf dilaksanakan di aula.

Acara ini dihadiri oleh ketua dan Pengurus Harian Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Cilacap. Untuk peserta sendiri tidak hanya dari Fatayat tapi lintas BANOM dari Muslimat, Ansor, IPNU dan IPPNU. Jumlah peserta membludak sampai 200 orang melebihi target awal 170 orang.

Dakwah, Kesehatan dan Ekonomi

Ketua PC Fatayat NU Cilacap Tun Habibah menyampaikan, bahwa acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HARLAH Fatayat di PAC Nusawungu.

“Jadi agenda peringata Harlah Fatayat Nusawungu ini menyasar pada 3 bidang, yakni bidang Dakwah, Kesehatan dan Ekonomi. Untuk hari ini kita fokus pada bidang Kesehatan dan ekonomi yaitu sosialisasi pemulasaraan jenazah covid-19 dan pelatihan pembuatan olahan tepung mocaf. Sedangkan untuk bidang dakwah nanti ada kegiatan tadarus dan istighosah, tapi pelaksanaannya minggu depan”, terang Tun Habibah.

Baca Juga : MWCNU Nusawungu Luncurkan Mobil Layanan Kesehatan

Tun Habibah menjelaskan alasan kegiatan tidak dilaksanakan sekaligus karena mempertimbangkan waktu pelaksanaan ini bertepatan dengan Bulan Ramadhan. Disamping itu juga masih suasana pandemi.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sosialisasi pemulasaraan jenazah dengan dipandu oleh Bidang Kesehatan UUT Musyrifah dan Bidang Dakwah Musyrifatul Ulumi. Pada sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan fakta, bahwa pemulasaran jenazah dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) bukan hanya pada jenazah Covid-19 saja, tetapi juga jenazah dengan riwayat penyakit menular.

“Jadi bukan hanya jenazah penyakit covid-19 saja yang dalam perlakuannya harus ekstra hati-hati dengan memakai atribut APD. Tapi juga ada beberapa penyakit yang menular seperti Hepatitis dan HIV. Dua penyakit ini sangat berpotensi menular juga sangat berbahaya. Bahkan lebih bahaya dibandingkan Covid-19”, terang Uut Musyrifah.

Peserta Sosialisasi Pemulasaraan Jenazah & Tepung Mocaff

Sosialisasi pemulasaran jenazah ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam pemulasaran jenazah di warga Nahdliyin. Harapannya nanti warga NU khususnya Fatayat tidak lagi gagap menghadapi permasalahan seputar pemulasaran jenazah jangan hanya mengandalkan kayim saja

Baca Juga : Urusan Pemulasaraan Jenazah, Jangan Angkat Tangan / Menyerah

Selain untuk memberikan ketrampilan pemulasaran jenazah, sosialisasi tersebut juga menjawab keresahan umat atas isu pemulasaran jenazah covid-19 yang tidak sesuai syari’at. Peserta tampak sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan.

Sosialisasi Tepung Mocaf

Sementara itu di aula, pelatihan pembuatan olahan tepung mocaf berlangsung tak kalah seru. Dibimbing oleh bidang ekonomi Iis Istiqomah dan Siti Rukoyah serta Wakil Ketua PC Fatayat NU Cilacap Heni Setia Ningsih, peserta diajak untuk mempraktekkan langsung pembuatan Egg roll dan brownis berbahan dasar tepung mocaf.

Tepung mocaf merupakan tepung hasil olahan ketela pohon. Umbi kayu yang di Cilacap populer dengan sebutan budin ini sangat mudah ditemukan di Cilacap. Selain itu harganya juga sangat murah, kisaran Rp 2000-Rp 3000 perkilonya.

Dengan diolah menjadi tepung mocaf, nilai ekonomis ketela menjadi naik. Bila selama ini budin hanya bisa diolah sebagai panganan tradisional dengan harga murah meriah, maka setelah diolah menjadi tepung mocaf bisa diolah menjadi makanan modern bernilai ekonomi tinggi. Saat ini PAC Fatayat Cipari telah memproduksi tepung mocaf dan menjadi produk andalan dalam penguatan ekonomi di PAC Cipari

Tepung mocaf menjadi bahan alternatif pengganti tepung terigu. Ia memiliki beberapa keunggulan dibandingkan tepung terigu, diantaranya Lebih sehat dan aman dikonsumsi. Rasanya juga tak kalah enak dengan olahan tepung terigu. Tepung mocaf juga bisa digunakan untuk diet bagi yang ingin mengurangi berat badan atau yang punya penyakit gula.

Tun Habibah mengungkapkan, PAC Fatayat Nusawungu setelah adanya pelatihan ini bertekad akan berinisiatif membuat olahan makanan berbahan dasar tepung mocaf dan menjualnya.

“Nantinya Fatayat Nusawungu akan berinisiatif mengolah aneka makanan berbahan mocaf ini. Adapun tepung mocafnya, PAC Cipari siap memasok bahannya. Untuk selanjutnya penjualan akan difasilitasi oleh koperasi dimana koperasi ini mayoritas anggotanta adalah kader Fatayat. Sehingga mereka yang telah memproduksi makanan tidak bingung memasarkannya”, terang Tun Habibah.

Tun Habibah juga berharap dengan kegiatan ini akan menstimulasi kader fatayat di seluruh Cilacap untuk mengeksplore potensi ekonomi di wilayahnya masing-masing.

“Alhamdulillah saat ini sudah ada beberapa PAC yang sudah mempunyai badan usaha, seperti PAC Cipari dengan tepung mocafnya, kemudian PAC Kesugihan dengan sabun liquidnya, terus PAC Gandrung dengan bank sampah nya. Saya optimis nantinya PAC-PAC yang lain juga akan mengikuti Langkah mereka. Dengan saling menguatkan dalam hal ekonomi, saya yakin nantinya akan membuat kader Fatayat semakin semangat dalam berkhidmah melalui organisasi Fatayat ini”, pungkas Tun Habibah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

11 − 5 =

Back to top button