Badan Otonom NU

4 Agenda Utama Kaderisasi IPNU Yang Perlu Diketahui, Apa Saja?

Ada 4 agenda utama kaderisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yaitu penguatan ideologi, menumbuhkan kepekaan dan spirit sosial-kebangsaan, penguatan skill organisasi dan literasi digital. Ke empat 4 agenda utama kaderisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut harus benar-benar diakomodir secara optimal.

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, biasa disingkat IPNU, harus merumuskan mulai dari sekarang mengenai agenda apa yang harus digarap bersama dalam rangka membenahi organisasi keterpelajaran ini menjadi lebih baik dan diminati oleh khalayak pelajar.

Kenapa ikhtiar tersebut penting? Menengok sejarah kongres mengingatkan kita pada jargon teknis yang lebih banyak dikenal dalam ilmu politik: eksepsionalisme. Istilah ini sering dibaurkan dengan kulturalisme dan esensialisme. Etimologis ia bermakna ‘perkecualian‘, terminologis merujuk pada sebuah kondisi, fitur, atau karakteristik budaya tertentu yang diatribusikan kepada kelompok atau bangsa tertentu.

Ia merepresentasikan identitas budaya yang khas, melekat, built-in dalam tubuh setiap bangsa/ kelompok. Dalam konteks IPNU, kita seakan dikutuk oleh mitos Eksepsionalisme. Kenapa demikian?

Karena dinamika kepengurusan IPNU, ada sebuah tradisi yang sangat sulit sekali untuk dirubah, yakni keterlibatan dan konsentrasinya secara dominan untuk mengawal dan mensukseskan calon ketua, serta menjadi ―kendaraan untuk meraup keuntungan pribadi.

Padahal orientasi dasar masa khidmat di IPNU adalah upaya untuk melakukan kaderisasi untuk selanjutnya mengisi dan mewarnai pos-pos penting dalam mengabdikan diri pada organisasi, agama dan negara secara bersamaan.

Selanjutnya, dalam istilah managemen, buku pedoman kaderisasi IPNU ini merupakan tahapan ―planning” yang harus dilalui agar ke depan dalam melakukan ―actuating” tetap pada koridor dan kebutuhan kader dari bawah.

Sehingga, untuk menciptakan format kaderisasi yang benar-benar substansial dan produktif, setiap kader harus melakukan upaya berfikir kembali (rethingking) tentang agenda apa yang harus ditetapkan secara bersama-sama di dalam setiap event kaderisasi.

Adapun 4 agenda utama kaderisasi IPNU yang harus benar-benar diakomodir secara optimal adalah; penguatan ideologi, menumbuhkan kepekaan dan spirit sosial-kebangsaan, penguatan skill organisasi dan literasi digital.

  1. Ideologi, menginternalisasikan aqidah aswaja serta mengimplementasikannya melalui kajian-kajian ilmiah dan aktivitas sehari-hari (amaliah yaumiyah) sebagai modal dasar dalam turut serta melestarikan ajaran Ahlusunnah wal jamaah an-Nahdliyah. Upaya ini berdasarkan fenomena maraknya ideologi yang mencoba menggulingkan kemapanan aswaja yang selama ini menjadi basis ideologi NU dalam beragama dan bernegara.
  2. Menumbuhkan kepekaan dan spirit sosial-kebangsaan. Dewasa ini semakin masif gerakan-gerakan baik berlatar agama maupun politik yang mengancam stabilitas kedaulatan bangsa Indonesia. Untuk itu, kaderisasi menjadi ruang antara, untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kompetensi sosial agar mampu membaur dengan baik kepada masyarakat, yang sekaligus mau membentengi masyarakat dari pemahaman-pemahaman yang tidak cocok dengan karakteristik budaya Indonesia. Untuk itu, program kerja kaderisasi juga tak boleh ―kedap dengan denyut kehidupan masyarakat, harus menyatu padu merasakan eluh-kesah masyarakat. Hal ini sebagai cermin dan modal jika suatu ketika kader IPNU menjadi seorang yang memiliki kewenangan, ia akan menomorsatukan masyarakatnya, bangsa dan negaranya.
  3. Skill organisasi. Menengok eksistensi dan pembinaan pelajar di kota-kota besar yang sangat minimalis, maka IPNU secara cepat perlu merumuskan ekspansi organisi terutama di kota-kota besar (metropolitan dan megapolitan) terutama pada generasi millenial dan mereka yang mengambil jurusan ilmu eksak di sekolah atau kampusnya, terutama sekolah dan perguruan tinggi negeri. Selain itu, juga dicanangkan gerakan satu juta komisariat, baik tingkatan sekolah, pesantren dan mahasiswa. Pengembangan organisasi ini orientasinya adalah pembentukan cabang-cabang perkotaan serta komisariat-komisariat di semua jenjang pendidikan. Terutama di lembaga pendidikan umum.
  4. Literasi Digital. IPNU dewasa ini harus merespon perkembangan teknologi informasi, terutama media sosial dan media massa elektronik. Karena disanalah media yang bisa mempengaruhi seseorang secara efektif dan cepat. IPNU harus mampu memproduksi dan memenuhi narasi-narasi yang powerfull guna mengampanyekan nilai-nilai ideologi ahlu sunnah wal jamaah dan keindonesiaan sebagai bagian dari upaya cyber kaderisasi bagi kalangan eksternal atau bahkan mungkin mereka-mereka yang memiliki latarbelakang keluarga dan lingkungan yang NU, namun terpengaruh oleh paham lain melalui media sosial. Maka, upaya rehabilitasinya harus melalui media sosial pula.

Demikianlah 4 agenda utama kaderisasi IPNU yang menjadi poin penting dalam rangka mengembalikan marwah dan citra diri IPNU yang terdidik dan up to date terhadap perkembangan zaman. Upaya yang melibatkan secara serius berbagai pihak ini, diharapkan mampu membuat IPNU kian diminati dan dinikmati produknya oleh seluruh pelajar serta masyarakat umum.

Artikel 4 Agenda Utama Kaderisasi IPNU dinukil dari Buku Pedoman Kaderisasi IPNU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

four + seven =

Back to top button