Hukum & Syariah

Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Spirit Kemerdekaan

Undang Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017 akan menjadi semangat utama untuk melakukan akselerasi agar kebudayaan bisa mendapat tempat yang layak dalam agenda strategis nasional.

Disampaikan Sekretaris Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Inaya Wulandari Wahid, dalam siaran persnya, menjelang Temu Nasional Seniman Dan Budayawan Nahdlatul ulama 2022, Rakernas V Lesbumi NU. Kamis, 1/12 di Jakarta.

“Oleh karena itu, kami akan membahas berbagai topik secara seksama demi menghasilkan rumusan yang menjawab berbagai tantangan mutakhir di bidang kebudayaan,” tegas Putri Bungsu Gus Dur, Inaya Wulandari Wahid.

Kebudayaan merupakan wahana yang melingkupi keseluruhan hidup manusia. Namun, kebudayaan belum menjadi prioritas utama dalam agenda strategis nasional dibanding ekonomi, teknologi, pertahanan dan lain sebagainya.

Akibatnya, berbagai faktor lain tersebut diraih dan diimplementasikan di luar kerangka kebudayaan sehingga sering tidak selaras dengan manusia yang menjalaninya.

Baca juga: Lesbumi Sebagai Banom NU Ditolak, Ini Tanggapan Lesbumi PBNU

Menurutnya praktik marginalisasi kebudayaan sebagaimana tersebut di atas bukan hanya fenomena nasional namun global.

Di tengah situasi internasional yang sedang mengalami ketegangan di bidang politik, ekonomi dan militer, kebudayaan dapat mengambil posisi sebagai wahana diplomasi untuk membangun hubungan saling memahami dan menerima antar manusia dan bangsa serta menawarkan visi tata kehidupan yang konsisten, adil, dan manusiawi.

“Visi tersebut dapat dilakukan dengan jalan memajukan kebudayaan di berbagai sektor.” Terangnya.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya bahwa Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (LESBUMI NU), akan menggelar Temu Seniman Dan Budayawan Muslimin Indonesia 2022 dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-V pada 2-3 Desember 2022 di Perkampungan Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini mengangkat tema “Tauhid Menumbuhkan Kebudayaan, Menyuburkan Pohon Kehidupan”. Dijelaskan tema tersebut merupakan saripati, intisari dari gerakan kebudayaan Islam Nusantara yang dikenal dengan Saptawikrama LESBUMI NU.

Saptawikrama maupun Tujuh kebijakan strategi kebudayaan Islam Nusantara ‘ala ahlissunnahwaljama’ah Annahdliyah tersebut menjadi langkah tempuh guna pemajuan kebudayaan nasional bahkan dunia

Kontributor : Fachrul Mancode
Editor : Imam Hamidi Antassalam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button