Kiai Abdal Malik; Jadwal Imsakiyah Tanggungjawab NU Terhadap Keabsahan Ibadah Umat

NU CILACAP ONLINE – “Penyusunan jadwal imsakiyah ini adalah amanah perkumpulan. Salah satu tanggung jawab NU adalah memastikan ibadah yang dilakukan oleh warga NU adalah sah. Termasuk di dalamnya ibadah puasa Ramadan,” jelas Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap Kiai Abdal Malik.
Hal ini dia sampaikan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan dan Penetapan Jadwal Imsakiyah pada Senin (2/2/2026) di Gedung Pusdiklat PCNU Cilacap.
Kiai Abdal mencontohkan pentingnya ketepatan waktu dalam perspektif fikih. Menurutnya, kesalahan dalam menentukan waktu dapat berimplikasi pada sah atau tidaknya ibadah puasa.
“Dalam fikih dijelaskan, jika seseorang mengira sudah masuk waktu Maghrib lalu berbuka, padahal matahari belum terbenam, maka puasanya tidak sah. Begitu pula jika seseorang mengira fajar belum terbit lalu ia makan dan minum, padahal fajar sudah terbit, maka puasanya tidak sah. Namun ia tetap wajib menahan diri dan mengqadha puasanya,” terangnya.
Kiai Abdal Malik juga mengisahkan peristiwa yang pernah terjadi di wilayah Semingkir, tepatnya di Pesantren Mbah Su’ada.
Kala itu, seorang santri yang baru bangun tidur langsung mengumandangkan adzan, sehingga banyak santri yang berbuka puasa mengikuti adzan tersebut. Akibatnya, dilakukan qadha puasa secara massal.
“Dari peristiwa itu kita diingatkan betapa pentingnya ketelitian dan kehati-hatian dalam penentuan waktu ibadah,” ungkapnya. Baca juga Jadwal Imsakiyah Konvensional di Era Digital
Melibatkan berbagai lembaga
Rakor tersebut dihadiri oleh sejumlah lembaga terkait, di antaranya Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Robithotul Maahid Islamiyah (RMI), Lembaga Ta’lif wa Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU), Lembaga Ta’mire Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) serta perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap.
Hadir di tengah-tengah acara, Ketua PCNU Cilacap, H Paiman Sahlan, menegaskan bahwa penyusunan dan penetapan jadwal imsakiyah tidak bisa dibebankan hanya kepada satu lembaga saja, melainkan perlu melibatkan berbagai lembaga terkait di lingkungan NU.
“Ini bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Lembaga Falakiyah. Perlu melibatkan beberapa lembaga agar hasilnya lebih matang dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
H Paiman Sahlan juga mengingatkan pentingnya perencanaan dalam setiap program ke-NU-an. Menurutnya, segala sesuatu hendaknya tidak dilakukan secara mendadak.
“Jangan apa-apa dilakukan secara mendadak. Apa yang kita lakukan hendaknya melalui perencanaan. Mudah-mudahan ini menjadi khidmah kita bersama yang diridai Allah SWT,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Lembaga Falakiyah PCNU Cilacap juga menyampaikan tambahan informasi terkait produk kalender NU.
Untuk kalender tahun 2027, akan dilengkapi dengan penandaan hari-hari besar NU serta peringatan di pesantren-pesantren NU di Kabupaten Cilacap.
Selain itu ditegaskan bahwa bagi seluruh lembaga di lingkungan NU Cilacap, pembuatan kalender hendaknya mengacu pada kalender resmi yang merupakan produk Lembaga Falakiyah PCNU Cilacap





