Inilah Tradisi Nahdliyin Karangjengkol Sambut Ramadhan

NU CILACAP ONLINE – Teriknya  Bagaskara bulan Maret terasa menyengat di kulit, namun tak menyurutkan niat ratusan warga yang berduyun-duyun memadati pemakaman di Dusun Bantarsari Kulon Desa Karangjengkol. Siang itu, Sabtu (18/3/2023) mereka melaksanakan tradisi Nyadran untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Tidak seperti hari-hari biasa, pemakaman yang biasanya rungkud dengan tumbuhan liar, hari itu terlihat bersih. Rupanya warga baru saja melakukan besik bersama.

Di tengah-tengah area pemakaman didirikan sebuah tenda lengkap dengan tikar ala kadarnya dan sebuah sound sistem. Di sanalah tempat untuk para tokoh agama yang akan memimpin doa bersama.

  1. Baca juga Jatman Adipala Pengajian Sambut Bulan Ramadhan

Sementara para warga yang lain duduk bergerombol di sekeliling makam. Setelah semuanya siap, acara tahlil massal pun dimulai dan warga mengikuti dengan khusyu’.

Acara tahlil massal hari itu adalah satu dari beberapa rangkaian kegiatan Nyadran yang dipusatkan di Mushala Al ihsan Dusun Bantarsari Karangjengkol. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang dilaksanakan warga Nahdliyin setempat.

Ta’mir Mushala yang juga panitia acara Ustadz  Agus Hanif mengatakan bahwa acara tersebut dilaksanakan selama 2 hari mengingat ada beberapa rangkaian kegiatan dalam acara ini.

“Acara sudah dimulai sejak hari Jumat (17/3/2023) kemarin dengan semaan Alqur’an dan pembacaan arwah,” kata Ustad Hanif.

Nyadran Nahdliyin Karangjengkol

Pembacaan arwah di sini maksudnya adalah tawassul dengan membacakan  surat Alfatihah yang ditujukan untuk arwah-arwah keluarga yang telah meninggal dunia. Kegiatan ini memakan waktu yang lama sejak pagi hingga malam hari. Karena masing-masing nama arwah dibacakan satu per satu oleh petugas. Tradisi seperti ini sudah jamak dilaksanakan terutama di kalangan pesantren.

“Untuk hari ini adalah puncak acara yang diisi dengan pembacaan doa khatam Alqur’an dilanjutkan pengajian akbar. Setelah pengajian jamaah langsung menuju makam untuk tahlil massal dan berdoa bersama,” sambungnya. Baca juga Doa Doa di Bulan Ramadhan

Ustad Hanif mengatakan kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan tiap tahun bergilir dari Masjid ke mushala-mushala. Tahun ini adalah yang ke 21 .

Acara hari itu juga dihadiri aparat pemerintah desa setempat dan juga jajaran kepengurusan Ranting NU Karangjengkol. Hadir di tengah-tengah acara, Kepala Desa Karangjengkol Mahir Mugiarto mengaku bangga dengan kegiatan ini. Menurutnya ini sebagai bentuk bakti seorang anak kepada orang tua, guru, dan para leluhur.

Bulan suci Ramadhan dengan segala kemuliaannya menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam. Adalah hal yang wajar bila kedatangannya disambut secara istimewa. Ada banyak cara umat Islam menyambutnya seperti acara Nyadran dan Tahlil Massal yang digelar oleh warga NU di Ranting Karangjengkol Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap.

Nyadran dan Tahlil Massal sudah rutin dilaksanakan pada bulan Sya’ban di hampir setiap Dusun di Desa Karangjengkol ini. Menurut Rais Pengurus Ranting NU Karangjengkol Kiai Sulam Munajat, momen nyadran semacam ini juga untuk mengenang jasa para pendahulu dengan membersihkan makam dan menggelar doa bersama. (Naeli Rokhmah)

Baca artikel terkait Muslimat NU Ranting Karangjengkol Santuni 130 Yatim dan Dhuafa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button