Badan Otonom NU

Semaan Al-Qur’an Semalam Suntuk GP Ansor Tritih Wetan

Rayakan Tahun Baru Hijriah, Kader Ansor Desa Tritih Wetan Kecamatan Jeruklegi menggelar kegiatan semaan Al-Qur’an semalam suntuk, Senin (09/08) malam.

Tahun baru hijriyah merupakan salah satu hari besar umat Islam. Umat Islam di berbagai dunia termasuk Indonesia merayakan tahun baru tersebut dengan beraneka ragam kegiatan. Tak terkecuali Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Tritih Wetan, di Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

GP Ansor Tritih Wetan menyelenggarakan program tahunan, berupa Semaan Al-Qur’an Semalam Suntuk pada hari Senin, 9 Agustus 2021 bertepatan dengan malam 1 Muharram 1443 H.

Ansor Tritih Wetan diketahui sebagai sebagai salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama teraktif di tingkat Pimpinan Ranting di wilayah Kecamatan Jeruklegi.

Kegiatan semaan kali ini dilaksanakan di Musholla Baitul ‘Izzah yang berlokasi di Jalan Ismoyo Jati, Desa Tritih Wetan. Pelaksanaan program tersebut berupa pembacaan juz-juz dalam Al-Qur’an oleh setiap peserta semaan.

Semaan dimulai seusai sholat ashar diawali pembukaan oleh Ketua Pengurus Ranting NU   (PRNU) Tritih Wetan Kiai Ahmad Mustadi.

Program semaan ini merupakan rangkaian kegiatan tadarus yang dilanjut khataman ba’da Subuh, kemudian ziarah ke makam almarhum Kiai Nasrudin, dan ditutup dengan acara tumpengan (sarapan bareng). Tak lupa kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Semaan Al-Qur’an Semalam Suntuk oleh Gerakan Pemuda Ansor Tritih Wetan ini bagian dari nguri-nguri tradisi dan budaya NU. Bahwasanya meski dalam situasi pandemi, tradisi ke-NU-an harus terus dijalankan, disosialisasikan, dan digalakkan. Oleh karena itu, kegiatan ini melibatkan undangan dari setiap badan otonom Nahdlatul Ulama di Tritih Wetan.

“Sudah seyogyanya kita sebagai umat Islam harus menyambut tahun baru Islam dengan suka cita. Kita harus menghangatkan suasana malam tahun baru Islam dengan kegiatan ibadah. Salah satunya tadarus Al-Qur’an. Tentunya agar di ujung tahun 1442 H dan mengadapi awal tahun 1443 H kita semua mendapat keberkahan di dunia maupun di akhirat,” tutur  Ketua Ranting GP Ansor Tritih Wetan Fauzi Latif.

Artikel Tentang GP Ansor Lainnya

Apa itu Semaan Al-Qur’an?

Semaan berasal dari akar kata simaa’ (Bahasa Arab) artinya mendengar. Kata simaa’ sendiri sudah diserap menjadi bahasa Indonesia yakni simak. Jadi semaan artinya adalah kegiatan mendengar atau menyimak bacaan Alqur’an. Pembaca Al-Qur’an pada semaan biasanya seorang hafidz atau hafidzoh, yakni orang yang hapal Alqur’an 30 juz.

Semaan Al-Qur’an adalah tradisi mendengarkan pembacaan Al-Qur’an di kalangan masyarakat pesantren dan warga NU baik di perkotaan maupun di kampung-kampung.

Kegiatan Semaan Al-Qur’an Ansor Tritih Wetan menjadi bagian dari amaliyah dan ibadah warga NU. Dimana orang yang mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an juga terhitung sebagai ibadah dan mendapatkan pahala.

Penulis: Charisma Fatimah Azzahro
Penyunting: Achmad Nur Wahidin

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button