Pondok Pesantren

Santri Penyintas Covid19 Jadi Pendonor Plasma Darah Konvalesen

Santri penyintas atau mantan pasien covid19 diharapkan mau jadi pendonor plasma darah atau konvalesen. Hal itu disampaikan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) Cilacap kepada Pengasuh Pondok Pesantren Cigaru Majenang. Di samping mengapresiasi, PMI mengajak Pesantren Cigaru menjadi salah satu produsen plasma darah.

Hal itu disampaikan Sony Kristianto, Bagian Umum PMI Kabupaten Cilacap. Rabu, 3/2/2021, siang kemarin. PMI Cilacap bersilaturahmi di pesantren Cigaru Majenang, dan kedatangannya disambut baik oleh pengasuh pesantren, KH. Mazin Al Hazary.

Dalam kunjungan tersebut, PMI mengapresiasi upaya dan langkah penanganan pandemi covid 19 di pesantren Cigaru yang cepat pulih, dengan semangat, saling berbagi, saling melindungi, kondisi pesantren pun normal seperti sediakala. Kendati demikian Pesantren tetap menerapkan prokes (protokoler kesehatan) new normal.

Harapan dari Plasma Konvalesen

Kali ini, PMI membidik Klaster Pesantren. Salah satunya Pesantren Cigaru, Majenang, Cilacap. Donor plasma darah yang dikenal publik sebagai terapi plasma konvalesen belakangan menjadi harapan bagi semua pasien positif Covid-19.

Seiring bertambahnya jumlah pasien positif COVID-19, permintaan penyembuhan menggunakan plasma darah sebagai terapi pemulihan pasien COVID-19 juga turut meningkat. Maka, Pendonor darah plasma konvalesen menjadi perhatian khusus bagi Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah.

Di Jawa Tengah geliat, upaya PMI mengajak masyarakat membantu sesama dengan donor darah plasma, terus di galakkan. Di antaranya menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, sosialisasi kepada penggerak donor, melalui media sosial, dan ditambah pendekatan kepada pimpinan instansi ataupun organisasi.

Pasalnya, banyak pasien sembuh dengan menggunakan metode terapi plasma, seperti dialami oleh Rois Syuriyah PCNU Cilacap, KH Su’ada Azkiya, dikabarkan sembuh sesudah menjalani terapi donor plasma tersebut.

KH Mazin AlHajar, pengasuh pesantren Cigaru Majenang, menanggapi trenyuh dengan mengisahkan pengalaman sang Kiai sepuh (KH Su’ada Azkiya), beliau menjadi inspirasi bagi semua, rasa empati kemanusiaan menjadi tergugah, barangkali demikian itu akan membangkitkan jiwa santri penyintas, yakni mantan pasien positif covid 19 dari klaster pesantren.

“Adanya donor plasma yang akan direncanakan nanti, barangkali cara kami (santri) membumikan pesan Al Qur’an dengan upaya tolong menolong dalam takwa. Di samping nantinya sebagai praktik santri mewujudkan nilai-nilai kebangsaan dan kenusantaraan, humanisme dalam kebhinekaan, kesalehan sosial dalam pancasila. dan Rahmatalil ‘alamin dalam menjaga NKRI.” terang Kiai yang akrab dipanggil Buya Mazin ini.

Jadi Pendonor Plasma Darah Atau Konvalesen bagaimana sarat nyaBagian umum PMI Kabupaten Cilacap, Soni Kristianto mengatakan pihaknya bersyukur dan akan menjadwalkan kegiatan yang di maksud, assesment donor plasma, pengambilan donor plasma pada santri pesantren setelah berkoordinasi dengan Kepala kantor Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia Kabupaten Cilacap

“Syarat utama pendonor atau Donor Plasma Konvalesen adalah mereka yang pernah terkonfirmasi positif dan telah sembuh. Tahapan skrining, sampling, lalu cocok. dan semoga dalam waktu dekat ini pelaksanaannya, akan dijadwalkan dulu.” ungkapanya.

Dia menambahkan, upaya pencegahan penyebaran infeksi covid 19 telah dilakukan pemerintah dengan vaksinasi.

“Vaksinasi itu guna mencegah, antiboby tubuh agar kebal, sehingga tidak bisa tertular virus corona. Sementara terapi plasma konvalesen itu untuk penyembuhan bagi orang yang terinfeksi covid 19.” pungkasnya

Masa PSBB diperpanjang sebab wabah pandemi Covid-19 yang dari hari ke hari mengalami peningkatan. Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin, mencanangkan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen, guna penyembuhannya.

Sementara Gubernur Prov. Jateng, Ganjar Pranowo, berinovasi mencanangkan program gerakan Jateng Di Rumah Saja pada tanggal 6-7/2, sebagai upaya pencegahan transmisi dan penyebaran penularan covid 19.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyambut positif ide dari Forum Komunikasi Pondok Pesantren Jawa Tengah, untuk menjadikan pondok pesantren (ponpes) sebagai lumbung donor plasma konvalesen.

“Mereka siap untuk mendonorkan darahnya (plasma konvalesen). Apalagi anak pondok pesantren relatif masih usia muda (15 sampai 30 tahun). Kita akan memberi edukasi dan berkoordinasi supaya santri bisa melakukan donor plasma konvalesen,” kata Taj Yasin dalam rapat Penanganan COVID-19 di Kantor Gubernur, Senin (18/01/2021).

Kontributor: Imam Hamidi Antassalam

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

eleven − three =

Back to top button