RMINU Cilacap Bekali Guru Ngaji dengan Metode Annahdliyah

NU CILACAP ONLINE – Gedung TPQ-Madin Miftahul Huda Al Husna I penuh dengan Puluhan guru ngaji. Mereke berbondong-bondong hadir untuk mengikuti pelatihan guru ngaji dengan metode Annahdliyah inisiasi Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Cilacap.
Hari itu, Ahad (3/08/2025) Gedung TPQ-Madin Miftahul Huda Al Husna I yang berlokasi di Desa Cikedondong, Kecamatan Bantarsari mendadak semarak oleh suara para guru yang membacakan baris-baris jilid Annahdliyah khas dengan irama dan ketukannya.
Sebanyak 35 peserta yang berasal dari berbagai unit TPQ dan Madrasah Diniyah di wilayah pegunungan ini mendapatkan materi metode An Nahdliyah. Sebuah sistem pembelajaran Al-Qur’an yang sistematis, menyeluruh, dan berstandar.
Materi yang disampaikan tak hanya berfokus pada teknik membaca Al-Qur’an, tetapi juga strategi menjadi pengajar yang baik dengan penerapan kurikulum pembelajaran pada lembaga pendidikan non formal.
Hadir di tengah-tengah peserta, Sekretaris RMINU Cilacap, KH Muhammad Salman Alfarisi mengatakan fungsi dan tanggungjawab guru ngaji.
“Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas pengajaran materi agama, tetapi juga berperan sebagai mentor, mereka memberikan motivasi, inspirasi, dan bimbingan spiritual kepada anak-anak,” ujarnya. Baca juga RMINU Cilacap Masifkan Silaturahmi ke Pesantren
Kiai Salman dalam pelatihan juga menegaskan peran penting guru ngaji dalam membentuk karakter generasi Qur’ani.
“Guru mengaji tidak hanya bertanggung jawab mengajarkan materi agama, tetapi juga menjadi mentor yang memberi motivasi, inspirasi, dan bimbingan spiritual. Dengan pelatihan ini, diharapkan mereka semakin profesional, berstandar, dan mampu mengajarkan Al-Qur’an secara menarik dan efektif sesuai jenjang usia,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan mutu dan wawasan guru ngaji sangat strategis untuk menghasilkan sumber daya manusia yang agamis, cerdas, kreatif, inovatif, serta berakhlak mulia.
Hal ini, lanjutnya, akan mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045 dengan membangun generasi emas sejak dini.
KH Salman hadir bersama Ketua Majelis Pembina TPQ-Madin Kiai Muhammad Tohar sebagai narasumber pada pelatihan yang berlangsung selama 2 hari kedepan.
“Kami menyampaikan kepada guru ngaji tentang cara mudah membaca Al-Qur’an serta sistem pembelajaran yang terarah. Harapannya, mereka bisa mengajarkan dengan metode yang lebih efektif di lembaga masing-masing,” jelasnya.
Sementara, Kepala TPQ Madin Miftahul Huda Al Husna I kiai Darkun menyatakan apresiasif terhadap kegiatan ini. Ia berharap dengan pelatihan ini akan meningkatkan kualitas pengajaran para guru ngaji di wilayah tersebut.
“Pelatihan ini diharapkan menjadi awal dari penguatan kapasitas para pengajar Al-Qur’an di wilayah pedesaan, sehingga keberkahan dan kemajuan pendidikan agama dapat dirasakan secara merata,” tandasnya.





