Ratusan Guru Ngaji Asuhan RMINU Cilacap Ikuti Pelatihan Baca Al-Qur’an Metode Annahdliyah

NU Cilacap Online – Dalam upaya meningkatkan kualitas mutu pendidik dalam pengajaran dan pembelajaran Al-Qur’an yang sistematis,dan standar. Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama ( RMINU ) Cilacap mengadakan pelatihan guru maupun calon guru ngaji dengan methode An Nahdliyah. Pada Sabtu (26/7/2025) bertempat di Gedung TPQ-Madin Darul Ulum Desa Sidamukti Kecamatan Patimuan Cilacap.

Pelatihan ini diikuti oleh 115 peserta yang berasal dari berbagai unit lembaga Pendidikan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) yang ada di wilayah Cilacap Barat.

Menurut Sekretaris RMINU Cilacap KH Muhammad Salman Alfarisi materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis belajar membaca Al-Qur’an metode An-Nahdliyah,tetapi juga tentang bagaimana menjadi seorang pengajar yang baik dengan menerapkan sistem kurikulum pembelajaran pada Lembaga non formal seperti TPQ dan Madrasah Diniyah.

“Dengan adanya pelatihan metode An-Nahdliyah, guru ngaji diharapkan menjadi lebih terampil dan inovatif dalam mengajar Al-Qur’an, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan bagi santri. Semoga terus dapat berkembang,terarah,berkualitas dan penuh dengan keberkahan” ujar KH Salman.

Proses Belajar Mengaji Yang Monoton

Saat ini, proses belajar mengaji sering kali dianggap sebagai aktivitas yang monoton dan membosankan, terutama bagi generasi anak santri yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi dan informasi.

Banyak santri merasa bahwa metode yang digunakan dalam pembelajaran mengaji belum mampu menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik mereka, sehingga motivasi dan minat belajar pun cenderung menurun.

Seorang guru ngaji tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu agama, tetapi juga harus mampu menjadi pendidik yang kreatif, sabar, dan inspiratif.

Tanggung jawabnya sangat besar yakni mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya pandai membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencintai ajarannya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini tentu menjadi beban yang berat jika tidak didukung oleh sistem dan metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.

“Oleh karena itu, penting bagi para guru ngaji untuk terus berinovasi dalam menyampaikan materi. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah penggunaan pembelajaran dengan Metode Annahdliyah” pungkasnya

Selain itu, membangun hubungan emosional yang positif antara guru dan santri dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman, penuh kasih sayang, dan tidak menekan.

Dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, para santri akan merasa dihargai, termotivasi, dan lebih mudah memahami Al-Qur’an serta mencintai ilmu agama yang diajarkan.

Penulis: KH Salman Alfarisi.

Editor: Khayaturrohman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button