Pondok Pesantren

Halaman Pondok Pesantren ini berisi berita kegiatan profil Kyai Ulama Santri Pendidikan Pesantren di lingkungan Organisasi Islam Aswaja NU, juga sejarah, peran dan perkembangan Pondok Pesantren.

Lahirnya NU di Surabaya 31 Januari 1926 tidak bisa dilepaskan dari peran Pondok Pesantren. NU lahir atas prakarsa dan dukungan para Ulama Pesantren yang berhaluan Aswaja, Ahlussunnah Wal Jamaah / ASWAJA.

Dinyatakan dalam Anggaran Dasar NU (tahun 2015): Nahdlatul Ulama didirikan oleh Ulama Pondok Pesantren di Surabaya pada tanggal 16 Rajab 1344H bertepatan dengan tanggal 31 Januari 192 untuk waktu yang tak terbatas.

Itulah bentuk pengakuan Organisasi NU atas keberadaan Pondok Peantren. Lalu, jika ditinjau dari aspek sejarah, sejak didirikan dan dalam masa perkembangannya, NU selalu dalam dukungan Ulama-Ulama Pesantren.

NU, Pondok Pesantren dan Aswaja merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ide di balik pendirian Organisasi NU bermula dari upaya dan ijtihad untuk melestarikan Manhaj Aswaja (baik Akidah, Syariah maupun Tasawuf).

Manhaj Aswaja tersebut, sudah ada sebelum NU berdiri, sudah terlebih dahulu terlembagakan di pondok pensantren melalui pendidikan, kemudian oleh para Ulama diintegrasikan ke dalam Jamiyyah Nahdlatul Ulama.

Pondok Pesantren adalah soko guru bagi organisasi NU. Hal itu tercermin dalam rumusan tentang ikhtiar-ikhtiar di balik didirikannya Organisasi NU. NU melanjutkan Manhaj Aswaja untuk dikembangkan, dilestarikan dan disyiarkan terus menerus tanpa meninggalkan pondok pesantren, melalui Jamiyyah / Organisasi.

Di kemudian hari, salah satu ikhitar Organisasi NU hubungannya dengan Pondok Pesantren, membentuk RMI / RMINU, yaitu Rabithah Maahid Al Islamiyyah, menjadi Lembaga NU dalam struktur organisasi yang sah dan pasti.

Semoga Laman yang disajikan oleh Situs Islam Aswaja NU Cilacap Online ini bermanfaat.

Back to top button