Empat Banom NU yang Harlah pada Bulan Maret, Siapa Saja?

NUCOM — Pada bulan Maret, ada empat badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama (NU) yang memperingati hari lahirnya. Empat Banom NU yang Harlah pada Bulan Maret, siapa saja?
Empat banom itu adalah IPPNU, Lesbumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia), Muslimat NU, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), dari empat Banom itu ada satu banom bernama Lembaga yakni Lesbumi NU.
Jika disusun berdasarkan tahun, maka Muslimat NU lebih tua, yakni tahun 1946, disusul Pergunu 1952 IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) didirikan pada tanggal 2 Maret 1955 di Malang, lalu Lesbumi 1962.
Namun, Jika disusun berdasarkan tanggal kelahiran, maka IPPNU paling dulu lahir, lalu Lesbumi yakni pada tanggal 28, disusul Muslimat tanggal 29, dan Pergunu tanggal 31.
IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama)
IPPNU adalah organisasi kepelajaran yang berstatus sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama. Organisasi ini lahir pada 2 Maret 1955 di Malang dengan pendiri sekaligus ketua umum pertamanya bernama Hj. Umroh Machfudzoh.
Organisasi IPPNU berkonsentrasi pada pembinaan dan pengkaderan pelajar-pelajar putri NU yang masih duduk di bangku sekolah atau madrasah tingkat menengah dan tingkat atas, serta mahasiswi di tingkat perguruan tinggi.
Muslimat NU
Meskipun bibit-bibit berdirinya sejak akhir tahun 1930-an, tapi baru pada muktamar ke-16 di Purwokerto tahun 1946, Muslimat NU resmi menjadi bagian NU.
Pengurus Muslimat pertama Penasehat : Ny Fatmah Surabaya Ketua : Ny Chadijah Pasuruan Penulis : Ny Mudrikah Penulis II : Ny Muhajja Bendahara : Ny Kasminten Pasuruan Pembantu : Ny Fatehah Pembantu : Ny Musyarrafah Surabaya Pembantu : Ny Alfijah
Dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga Muslimat yang pertama, pasal 2, disebutkan Badan ini bertujuan: Menyadarkan para wanita Islam Indonesia akan kewajibannya, supaya menjadi ibu yang sejati, sehingga dapatlah mereka itu turut memperkuat dan membantu pekerjaan NU dalam menegakkan agama Islam.
Peranan Muslimat semakin maju, pada Muktamar NU tahun 1950, sudah terdapat sidang kombinasi yang melibatkan syuriyah, tanfidziyah dan Muslimat selain menyelenggarakan sidang-sidang sendiri. Pada Muktamar di Palembang tahun 1952, Muslimat secara resmi menjadi badan otonom NU sendiri dengan nama Muslimat NU yang dapat mengatur rumah tangganya sendiri.
Pergunu (Persatuan Guru NU)
Menurut Ensiklopedia NU, Pergunu adalah badan otonom NU yang menghimpun dan menaungi para guru, dosen, don ustadz. Secara organisasi, Pergunu dibentuk dari hasil Konferensi Lembaga Pendidikan Ma’arif NU pada tahun 1952.
Konferensi merekomendasikan untuk membentuk organisasi guru NU. Selanjutnya, Ma’arif NU Surabaya yang diberi mandat untuk membentuknya berhasil mendirikan PC Pergunu Surabaya pada 1 Mei 1958.
Setelah melalui proses yang cukup panjang, Pimpinan Pusat Persatuan Guru NU berhasil dibentuk pada 14 Februari 1959 dengan Ketua Umum Bashori Alwi. Kongres pertamanya diadakan pada 17-20 Oktober 1959 yang diikuti 27 cabang dan Bashori Alwi kembali terpilih sebagai ketua umum. Kongres kedua diselenggarakan pada 1966 dengan memilih Mardji’in Syam sebagai ketua umum, sekaligus terjadi perpindahan kantor pusat dari Surabaya ke Jakarta.
Tahun perintisan Pergunu sitetapkan sebagai awal Pergunu, sementara hari lahirnya pada tanggal 31 Maret.
Lesbumi
Pada tahun 1960-an, Indonesia memiliki banyak lembaga kebudayaan langsung maunpun tidak memiliki afiliasi terhadap sebuah parta. Waktu itu, NU yang berubah status sejak 1952 menjadi partai politik, juga memiliki lembaga kebudayaan. Namanya Lesbumi, dibentuk tahun 1962.
Berdasarkan Surat Keputusan PB Partai NU No. 1614/Tanf/VII-62, tanggal 1 Shofar 1382 H/3 Djuli 1962 berikut ini susunan Pengurus PP Lesbumi pertama
Ketua Umum : H. Djamaluddin Malik Wk. Ketua I : Usmar Ismail Wk. Ketua II. : Drs. Asrul Sani Sek. Jendral : Anas B.S. Sekretaris I : Hasbullah Chalid Bcndahara Urnum : H. Mohd. Madehan Wk. Bendahara : H. A. Latief
ANGGOTA-ANGGOTA: 1. H. Tubagus Mansur Makmun 2. H. Mahbub Djunaidi 3. H. Husny 4. H. Abd. Sjukur Tajib 5. Ishari (Djawa Timur) 6. Nadjaruddin Naib 7. Huscin Alaydrus 8. K. Musa Machfudz 9. Muhtar Byna
PEMBANTU-PEMBANTU AKTIF: l. KH M. Wahib Wahab 2. H. A. Sjaichu PENASEHATAKTIF: 1. KH M. Idham Chalid 2 H. Zainul Arifin 3KH Saifuddin Zuhri 4. KH. Fatah Jasin
CHUSUS PENTJAK SILAT: 1. KH.M. Tambih 2. H. Djum Maksum PELINDUNG: KH. Abd. Wahab Hasbullah.
Baca juga: Inilah Daftar Hari Istimewa NU dalam Satu Tahun Kalender Masehi





