Dokumentasi

NU Cilacap: Hari Santri Momentum Menangkal Arus Radikalisme

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap menyatakan perlunya menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum untuk menangkal arus radikalisme di masyarakat, intoleransi dan korupsi. Drs KH Nasrullah Muchson MH Ketua PCNU Cilacap mengungkapkan hal itu saat menjadi Pembina Upacara Bendera dalam rangka Hari Santri Nasional tahun 2021 (22/10).

Dalam amanatnya, KH Nasrullah Muchson menyampaikan, upaya menangkal penyebaran arus radikalisme dan kebangkitan ideologi radikal dan ekstrim, perlu upaya serius, terstruktur, dan terpadu dari pemerintah bekerjama bekerjasama dengan para ulama.

“Untuk menangkal arus radikalisme, kita membutuhkan penerapan setrategi jangka panjang untuk keutuhan NKRI. Sebab, muara dari ideologi radikalisme dan ekstremisme adalah merusak tatanan persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Strategi Menangkal Arus Radikalisme

KH Nasrullah Muchson menampaikan tiga strategi menangkal arus radikalisme. Pertama, pentingnya menggalakkan pendidikan kewarganegaraan Pancasila di sekolah-sekolah dan universitas, sekaligus lembaga pendidikan masyarakat,” ujarnya.

“Kaderisasi kelompok radikal umumnya berlangsung di kalangan remaja dan pemuda. Pendidikan kewarganegaraan yang berorientasi menanamkan kesadaran sejarah  dan kebangsaan Ahlussunnah Wal Jamaah  dapat meneguhkan semangat nasionalisme,” terangnya.

Artikel Terkait

Karena itu, kurikulum, buku dan materi ajar, serta guru dan dosen pendidikan kewarganegaraan yang memahami semangat ke-Islaman akan menjamin arah transformasi Indonesia menuju negara yang menjunjung tingga tinggi keadaban dan nilai keagamaan.

Kedua, pendidikan keagamaan di sekolah dan universitas harus diarahkan untuk mengajarkan Islam dalam bingkai penegakan NKRI.

“Karena itu, pemerintah harus benar-benar memantau dan mengevaluasi secara berkala pendidikan agama Islam tersebut,” ujarnya.

Baca Juga : Agama dan Pancasila Bukanlah Sesuatu yang Bertentangan

Kualitas kurikulum dan para gurunya harus terus ditingkatkan. Sementara materi yang diajarkan dalam pendidikan agama itu benar-benar diarahakan diarahkan agar tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar kebangsaan Indonesia.

Ketiga, pemerintah perlu mendorong secara intensif, agar para ulama dan tokoh politik Islam mendiseminasi ajaran Islam yang damai dan moderat dalam bingkai Dasar Negara Pancasila. Pemerintah harus bekerja sama dengan tokoh-tokoh agama itu dalam mensosialisasikannya. Bahwa penggunaan kekerasan dalam konsep jihad mesti dipahami secara substantif dan kontekstual.

“Dalam situasi damai seperti sekarang, jihad harus dipandang sebagai pesan etis kemanusiaan dalam Islam untuk mewujudkan dan membela kepentingan bersama, yaitu cita-cita bangsa dan negara,” tegasnya.

Intoleransi dan Korupsi

KH Nasrullah Muchson juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena dan sikap intoleransi yang akhir akhir ini oleh ungkapan sentimen-sentimen etnis atau agama.

“Adalah hal yang memprihatinkan, bahwa banyak peristiwa intoleransi yang akhir-akhir ini yang mengemuka karena adanya keinginan untuk menjadikan agama sebagai landasan satu-satunya dalam politik demokrasi. Negara seringkali juga gagal meredam, apalagi menuntaskan, berbagai konflik sosial atau kekerasan yang terpicu oleh sentimen-sentimen etnis atau agama,” ungkapnya.

Sementara itu, masih menurut KH Nasrullah Muchson, korupsi oleh politisi dan pejabat negara, misalnya, masih menjadi tontonan yang mencolok dalam demokrasi. Sementara penegakan hukum masih belum sepenuhnya menyentuh unsur keadilan.

“Kekecewaan yang menimpa secara bertubi-tubi inilah yang menjadi akar dari mudahnya masyarkat tertarik, yang terpicu oleh politisasi sentimen agama,” sambungnya.

Hal ini memicu sikap intoleransi bahkan tidak sedikit anak muda yang bersedia untuk bergabung ke dalam organisasi radikal yang berbasis pada khilafah; sebagai “Negara Alternatif” selain NKRI.

PCNU Cilacap Hari Santri 2021

Hari Santri NU Cilacap

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap menggelar Upacara Hari Santri Nasional 2021, Jumat (22/10); di halaman Kantor PCNU Cilacap yang beralamat di Jalan Raya Kalisabuk  Km. 15, Cipelus, Kalisabuk Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Badan Otonom (Banom) dan Lembaga NU se Kabupaten Cilacap mengikuti Upacara. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Cilacap Samsul Auliya Rahman, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Cilacap, Ketua Banom serta Lembaga NU. Bertindak sebagai inspektur upacara Ketua PCNU Cilacap KH Nasrullah Muchson.

Aksi Marching band siswa MTs Queena Khadijah Cilacap memeriahkan ikut Upacara Hari Santri; Grup Marching band yang telah beberapa kali menjuarai perlombaan ini membuat menghibur peserta upacara dengan lagu Mars Ya Lal Wathon; juga Alif Ba Tsa milik Band Wali.

Selain upacara bendera, dalam rangka memeriahkan hari Santri Nasional 2021, PCNU Cilacap juga menggelar Semaan Alqur’an 30 Juz. Kegiatan ini terlaksana oleh Jamiyatul Qurro Wal Huffadz (JQH);  semaan Al Qur’an berpusat di Masjid Nur Tjokrosiwoyo pada sore harinya tepatnya pukul 15.00 WIB.

Rangkaian Hari Santri masih berlanjut pada Jumat malam dengan kegiatan Lailatul Ijtima’. Sejumlah pengurus dan anggota Banom, Lembaga dan Kader NU mengikuti kegiatan ini. Lailatul Ijtima’ berpusat di Aula Gedung Pusdiklat PCNU Cilacap dan dimulai pada pukul 19.00.

(Achmad Nur Wahidin)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

eighteen − 4 =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button