MWCNU

Akun Facebook, Instagram, Dan Youtube MWCNU Majenang

Bersamaan Dengan Peringatan Hari Santri

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Majenang, Cilacap meresmikan tiga akun resmi media sosial yaitu Facebook, Instagram dan Youtube sesaat setelah upacara peringatan Hari Santri Nasional di SMK Diponegoro Majenang, (22/10).

Sekretaris MWCNU Majenang, Ali Mansur menyampaikan perkembangan teknologi pada era sekarang ini berkembang begitu pesat terutama perkembangan teknologi informasi yang menjadikan beragam informasi begitu cepat disebarkan dan diterima.

“Masyarakat dari berbagai kalangan terutama generasi muda kini sudah semakin akrab dengan berbagai aplikasi yang ada di telpon selulernya,” ujar Ali Mansur.

Akun Medsos NU Majenang

Hal tersebut mendorong MWCNU Majenang pada momentum Hari Santri Nasional berinisiai untuk membuat tiga akun resmi media sosial sebagi kado di hari santri.

“Dalam momentum hari santri kali ini kami melaunching tiga akun resmi media sosial yakni Facebook (@MWCNU Majenang), Instagram (@mwcnu_majenang), dan YouTube (Mwcnu Majenang)” terangnya.

Lebih lanjut Ali Mansur berharap dengan adanya akun resmi media sosial ini berbagai kegiatan yang dilakukan oleh MWCNU Majenang beserta Banom dan seluruh unsur-unsurnya dapat dipublikasikan kepada masyarakat luas dengan lebih cepat dan efisien.

“Akun media sosial MWCNU Majenang bertujuan untuk ikut serta mengisi ruang publik yang ada di internet dengan membuat konten dakwah dari para Ulama Ulama NU. Semoga media sosial ini dapat bermanfaat bagi NU serta masyarakat secara umum,” harapnya.

Baca Artikel Terkait:

Pelatihan Jurnalistik

Sementara itu Wakil Sekretaris MWCNU Majenang, Mujib Tohir menyampaikan media sosial milik MWCNU Majenang akan dikelola oleh tim sekretariat yang berperan sebagi admin terdiri dari lima orang yakni, Ali Mansur, Badrus Soleh, Mujib Tohir, Deni Susilo, Ali Sodikin dan Zaenul Bahri.

“Saat ini pengelolanya adalah tim sekretaris NU Majenang. Kendati demikian, siapa saja sebetulnya boleh ikut berperan dengan menjadi kontributor,” ungkapnya.

Mujib Tohir menambahkan pasca dirinya mengikuti pelatihan jurnalistik NU Online yang di faslilitasi oleh NU Cilacap Official Media beberapa waktu yang lalu rencananya akan mengadakan pelatihan serupa.

Tujuanya supaya ada pengimbasan bagi para kader-kader NU yang berasal dari lembaga, ranting, badan otonom, serta instani pendidikan yang ada di bawah naungan MWCNU Majenang memiliki kemampuan jurnaslistik.

“Nantinya kader-kader yang dilatih (jurnaslistik) dapat menjadi kontributor untuk mengisi konten media sosial yang ada,” terangnya.

Facebook Instagram Youtube MWCNU Majenang
Peserta Upacara Hari Santri MWCNU Majenang di Halaman SMK Diponegoro, pelaksanaan Upacara berjalana dengan hikmat

Upacara Hari Santri

Sementara itu, pelaksanan upacara Hari Santri Nasional 2021 tingkat MWCNU Majenang diselenggarakan di SMK Diponegoro Majenang. Upacara diikuti oleh Pengurus MWCNU, Ranting NU, Badan Otonom NU, Siswa-siswi SMK Diponegoro Majenang serta santri Pondok Pesantren Salafiyah Diponegoro dengan menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Rais Syuriyah MWCNU Majenang, KH Musbihin Hasyim. Upacara Hari Santri diikuti oleh para peserta dengan hikmat, mereka menyimak sambutan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang di bacakan oleh Inspektur Upacara.

Melalui Situs Islam Aswaja ini, Rais Syuriyah MWCNU Majenang, KH Musbihin Hasyim mengajak kepada seluruh warga NU agar menjadikan Hari Santri sebagai momentum untuk kembali mengenang perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Santri hendaknya tahu sejarah mengapa tiap tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional. Sebelumnya tanggal 10 November telah lebih dahulu kita ketahui sebagai Hari Pahlawan Nasional.

“Namun sebagi santri hendaknya tahu juga bawa yang medasari perlawanan 10 Novemeber 1945 di Surabaya diawali dengan adanya fatwa dari pendiri Nahdlatul Ulama Hasdrotusyaikh Hasyim As’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 yang menyatakan bahwa perjuangan membela tanah air hukumnya wajib yang dikenal dengan Resolusi Jihad,” katanya

Dengan peringatan Hari Santri Nasional, lanjut KH Musbihin Hasyim, diharapkan para santri dapat kembali mengenang perjuangan kaum santri saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan negara.

Resolusi Jihad Sang Maha Kiai

Ditempat terpisah Ketua MWCNU Majenang KH Hizbulloh Huda, menyampikan bahwa Hari Santri terlahir karena adanya Resolusi jihad yang difatwakan oleh Hadrotusyaikh Hasyim As’ari. Meskipun resolusi jihad tersebut dikeluarkan oleh seorang dengan gelar Maha Kiai, namun tetap dinamakan Hari Santri.

Karena santri memiliki jiwa ta’dzim, tawadhu yang sangat hebat, dan sang Maha Kiai pun adalah seorang santri dari kiai yang mengajarinya ilmu agama, seterusnya sampai tersambung sanad keilmuanya sampa Nabi Muhammad Saw. lalu sampai Malaikat Jibril dan bermuara pada Allah Swt.

“Hari Santri adalah penghargaan tertinggi bagi kalangan santri,” ungkapnya.

Gus Huda (sapaan KH Hizbulloh Huda) memberikan pesan kepada seluruh warga NU khusunya bagi para santri untuk senantiasa memulyakan para Ulama, serta  terus menjadi penjaga ilmu Ulama serta bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,

“Jadilah santri penjaga ibu pertiwi dan pengawal NKRI,” serunya.

Kegiatan Hari Santri ditutup dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an 30 Juz dan Gebyar Shalawat di Pondok Pesantren Salafiyah Diponegoro. Di malam harinya, mengikuti Lailatul ijtima’ bersama PCNU Cilacap melalui sambungan zoom.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button