Lembaga NU

Lailatul Ijtima LDNU Cilacap di Masjid Agung Darussalam

Lailatul Ijtima Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di Masjid Agung Darussalam Cilacap. Lailatul Ijtima merupakan kegiatan rutin setiap malam Sabtu yang dilaksanakan oleh LDNU Cilacap.

Lailatul ijtima adalah malam saat berkumpulnya seluruh anggota Jam’iyyah NU dalam satu majelis  untuk bertukar pikiran atau memusyawarahkan sesuatu. Kegiatan lailatul ijtima dimaksudkan agar seluruh anggota jam’iyyah NU dapat menenangkan pikiran dan melupakan seluruh kesibukan sehari-hari.

Segala kesibukan dan kepenatan diganti dengan taqarrub (mendekatkan diri) pada Alloh swt, silaturrahim (muwajjahah) dengan ulama’ dan para kyai baik di tingkatan yang ada dengan satu tujuan menuju ridha Alloh swt.

Kegiatan Lailatul ijtima oleh LDNU Cilacap di masjid Agung Darussalam Kabupaten Cilacap diikuti oleh warga NU yang didukung oleh Lembaga, Badan Otonom, MWCNU dan Ranting NU, khususnya di wilayah Kota Cilacap.

Sekilas Lailatul Ijtima

Di kalangan jam’iyah NU ada suatu kegiatan terkenal yg disebut “Lailatul Ijtima”, yaitu: Sebuah pertemuan diwaktu malam yg diselenggarakan pada setiap bulan. Kegiatan ini dilakukan usai shalat isya berjamaah.

Beberapa kalangan menengarai, bahwa Lailatul Ijtima’ itu, pada mulanya adalah kebiasaan para kiyai yg digunakan untuk membahas berbagai permasalahan penting diantara mereka, baik tentang masalah keagamaan maupun berbagai persoalan sosial dan kemasyarakatan. Akhirnya pertemuan seperti itu menjadi kebiasaan orang NU atau para pengurus NU.

Baca Juga:

Acara seperti ini kemudian dimanfaatkan oleh para pengurus dan warga NU untuk membahas, memecahkan dan mencarikan solusi atas problematika organisasi, mulai dari masalah iuran, menghadapi bulan Ramadhan, menentukan awal Ramadhan sampai pada masalah umat yg berat.

Pada masa dahulu, acara Lailatul Ijtima dapat ditemui dari tingkat pengurus Ranting NU, tingkat MWCNU, tingkat Cabang, tingkat Wilayah sampai tingkat PB. Namun seiring dengan tuntutan hidup manusia dan kesibukan mereka yg semakin tinggi serta berbagai rutinitas yg tidak mengenal waktu, maka praktis acara Lailatul Ijtiima ini mulai jarang dilakukan, meski diberbagai daerah masih banyak juga yg menyelenggarakannya pada setiap bulan.

Mengingat urusan Jam’iyah kini semakin banyak dan banyak pula diantara urusan itu yang begitu rumit pemecahannya, maka sebagaimana himbauan PCNU, PWNU maupun PBNU, diharapkan semua kepengurusan NU disemua tingkatan, agar senantiasa mengadakan acara pertemuan bulanan tersebut.

Karena pada setiap kegiatan Lailatul Ijtima, bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal yg berkaitan dengan keorganisasian, mulai dari mensosialisasikan program kerja jam’iyah, menyampaikan hasil evaluasi atas kinerja kepengurusan, penyampaian informasi baru kepada warga jam’iyah, sampai pada pemaparan hasil Bahtsul masail, atau problematika tergerusnya akidah warga, dan disaat saat tertentu.

Pertemuan Lailatul Ijtima bisa juga diselenggarakan pada pagi atau siang hari (menjadi Naharul Ijtima) seperti yg dilakukan oleh sebagian kalangan pengurus Nahdliyin ditingkat PCNU, MWCNU dan lainnya yg selalu diselenggarakan di kantor masing-masing maupun secara bergilir ditempat-tempat yg berbeda.

Baca Juga:

Masing-masing Ranting NU yang menjadi tempat kegiatan tersebut mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah. Yg menggembirakan, tradisi Lailatul Ijtima juga rutin dilaksanakan diluar Jawa, yg antara satu tempat yg digunakan kegiatan dengan tempat lainnya berjarak sangat jauh.

Karena acara Lailatul Ijtima seperti ini selain menjadi media untuk merekatkan konsolidasi organisasi, juga untuk mempererat silaturahmi sesama warga Nahdliyin, terutama antar ulama sepuh dengan pengurus dan antara generasi muda NU dengan para sesepuh NU, sehingga dua manfaat bisa diraih sekaligus.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button