Lembaga NU

LPTNU Cilacap Sukses Gelar Workshop Pembuatan Film

Santri merupakan aset Bangsa yang tidak ternilai harganya, karena mereka sebagai pewaris masa depan Bangsa dan Negara di masa yang akan datang. Jika mereka tidak disiapkan dengan baik, mungkin masa depan Bangsa dan Negara akan suram. Santri merupakan subyek yang sangat berpotensi untuk mempunyai pengetahuan luas, berintelektual tinggi dan terbebas dari intervensi berbagai kelompok kepentingan serta militan guna membantu mewujudkan keberhasilan pembangunan moral Bangsa.

Santri, khususnya yang menjadi pelajar SMA/K/MAN/MA dalam ilmu psikologi beranggapan bahwa mereka sudah bukan anak-anak lagi. Namun, mereka belum mampu memegang tanggung jawab seperti orang dewasa, tepatnya adalah masa remaja. Oleh karena itu, masa remaja merupakan suatu tahapan individu yang menunjukan ketidakseimbangan psikologis, terutama dalam melepaskan nilai-nilai baru untuk mencapai kedewasaan. Oleh karena itulah dibutuhkan adanya pengarahan dan pendampingan yang ketat dari orang yang berada disekitarnya.

Mereka bisa menjadi agen perubahan zaman, mereka dapat menetralisir analisir buruk dalam dunia maya melalui kemampuan multimedia. Santri yang terbekali dengan kemampuan multimedia terutama untuk membuat film ataupun melakukan live streaming dengan baik, setidaknya dapat menayangkan kegiatan-kegiatan positif yang ada dalam dunia pesantren. Menayangkan pengajian kyai secara live atau juga membuat film pendek yang bernuansa edukasi.

Sampai saat ini masih banyak pesantren yang belum berperan aktif dalam dunia maya, walaupun dalam kesehariannya mereka senantiasa mengkaji ilmu Agama yang bersifat humanis, dengan mengusung tawadzun, tasamuh dan tawasuth. Ini sebenarnya yang dibutuhkan oleh semua umat manusia untuk dapat melangsungkan eksistensinya di dunia.

Andai saja setiap pesantren di Indonesia atau setidaknya 50 % dari pesantren yang ada di Indonesia bisa menayangkan pengajian kyai dalam dunia maya, andai saja pesantren dapat mengemas nilai-nilai yang senantiasa berlaku dalam kehidupan mereka untuk kemudian dijadikan konsumsi visual, kemungkinan besar jagad maya tidak dipenuhi dengan ragam provokasi dan ujaran kebencian, juga radikalisme tidak menemukan ruang untuk tumbuh berkembang.

Konten provokasi, hoax, ujaran kebencian serta rajaran radikalisme seringkali muncul dalam dunia maya yang dikonsumsi oleh sebagian dari kita dengan tidak menggunakan filter yang baik, sehingga dicerna seutuhnya. Sayangnya hal ini tidak dibarengi dengan adanya penyeimbang dari konten-konten tersebut, sehingga kegaduhan yang terjadi dalam dunia maya, seringkali berimbas dalam dunia nyata, meresahkan dan sangat mengganggu harmonisasi masyarakat Indonesia.

Bebasnya aktifitas dalam dunia maya menjadikan banyak kelompok tertententu yang memanfaatkan celah ini untuk menggapai tujuan mereka dengan mengesampingkan kedamaian umat.

Mudahnya akses ke dunia maya sudah seharusnya menjadi perhatian serius bagi kalangan pesantren, bagaimana mereka mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk kebaikan adalah sebuah usaha yang seharusnya diwujudkan supaya santri dan pesantren dapat berperan aktif dalam gerak perubahan globalisasi untuk mewarnai dan menggiring kepada kebaikan bersama.

Oleh karena itu, dengan melihat pertimbangan di atas, Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama Kabupaten Cilacap bekerjasama dengan Lesbumi, RMI dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kabupaten Cilacap telah melaksanakan Workshop pembuatan Film dan Live Streaming.

Baca Juga :

Rapat Kerja LPTNU, IPNU IPPNU Cilacap Untuk Sinergi Kegiatan
Multimedia Media Dakwah Paling Tepat Untuk Generasi Milenial

Harapannya dengan kegiatan ini dapat memotivasi dan membekali santri dengan mengenal dan mampu memanfaatkan multimedia di kabupaten Cilacap untuk menyiapkan diri dalam menghadapi Era media sosial dan mewarnai globalisasi dengan nilai-nilai luhur pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu – Minggu, Tanggal 17-18 September 2022 di Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap (UNUGHA),

Dengan narasumber yang sangat kompeten dalam dunia perfilman, adalah mas Teguh Rusmadi, mas Nasrudin Mudaff dan mas Dinaryanto, mereka sangat mengapreasisasi antusiasme para peserta dalam mengikuti workshop, hal ini dibuktikan dengan melahirkan tiga karya; Pendaftaran Unugha, Rapi Parkir dan Alas Kaki.

Kegiatan ini adalah Workshop Multimedia: Pembuatan Film dan Live Streaming “Santri Cilacap”. Dalam sambutannya, ketua Lesbumi Badrudin, MH mengatakan bahwa pada prinsipnya kegiatan ini adalah untuk memotivasi dan membekali santri di Kabupaten Cilacap dengan pengetahuan dan ketrampilan pembuatan film, serta melakukan live streaming dengan baik, sehingga mampu menyiapkan diri dalam era media sosial untuk dapat berperan aktif dalam mewarnai globalisasi dengan nilai-nilai kepesantrenan.

Hal ini disambut oleh ketua FKPP Cilacap, KH. Sugeng Mualim. Santri memnag diharapkan memiliki kemampuan multimedia yang mumpuni, untuk dapat menjadi penyeimbang informasi dalam dunia maya dan edukasi akhlaq pesantren, sehingga akhlaq pesantren bisa menjadi tren baru dalam dunia remaja di zaman yang serba digital.

Dan pada akhirnya ketua LPTNU Cilacap, KH. Soiman Nawawi menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan juga di wilayah tengah dan barat, tengah meliputi Kawunganten sampai Patimuan dan barat meliputi Karangpucung sampai Dayeuhluhur dan nantinya dari ketiga wilayah zonasi tersebut akan dipilih perwakilan untuk melaksanakan pendalam materi selama maksimal 7 hari dengan mentargetkan mereka siap berproduksi dan memiliki studio gabungan.

Kontributor : Machrus Ali
Editor : Achmad Nur Wahidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button