Lesbumi NU Cilacap-PP Miftahul Huda Kroya Garap Film Nyantri

NU CILACAP ONLINELembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU PCNU Cilacap menggandeng pesantren Miftahul Huda Kroya dalam pembuatan film berjudul “Nyantri” yang mengangkat tema kehidupan pesantren.

Kolaborasi ini terlihat dalam proses pembuatan film Nyantri yang telah mulai pengambilan shoting pada hari Rabu, 6 Desember 2023. Lokasi shoting berlangsung di Desa Kedawung kecamatan Kroya. Adapun santri yang terlibat adalah kelas Multimedia.

Ketua PC Lesbumi NU Cilacap Nashr Mudhaf mengemukaan latar belakang pengambilan tema pesantren dalam film.

“Film Nyantri adalah untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa selain merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia, pesantren juga tempat pembentukan karakter yang baik dan lengkap bagi santri,” ungkap Nashr.

“Pesantren Miftahul Huda Kroya merupakan satu contoh pesantren di Cilacap yang menyediakan banyak varian kegiatan pembelajaran maupun ruang kreatifitas santri,” ujar Nashr.

“Salah satunya adalah adanya kelas multimedia yang disediakan untuk para santri ini,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama penanggung jawab Kelas Multimedia, Gus Irfan Zakky, mengungkapkan terima kasih kepada PC Lesbumi NU Cilacap.

“Terima kasih untuk Lesbumi NU Cilacap. Sudah memberi kesempatan kepada santri kami untuk merasakan langsung proses produksi film Nyantri,” kata Gus Irfan.

Baca juga Trailer Film Sang KIAI

Sektor Fardu Kifayah

Pengasuh Pesantren Miftahul Huda Kiai Abdal Malik, menuturkan bahwa selain diajarkan bidang yang merupakan fardhu ‘ain bagi tiap individu umat Islam. Dalam kegiatan belajar-mengajar sektor fardhu kifayah juga menjadi nilai tambah di Pesantren Miftahul Huda.

“Termasuk sektor fardhu kifayah itu kan bidang sains dan teknologi, ekonomi dan bisnis, dunia kesehatan, dan lain-lain. Bidang-bidang ini juga merupakan salah satu prioritas garapan Pesantren Miftahul Huda,” tandas kiai muda yang juga sebagai Katib Syuriyah PCNU Cilacap ini.

Baca juga Dakwah Bil Film Dan Revolusi Kebudayaan : Lesbumi 1962

Kiai Abdal menambahkan, bahwa sektor ini perlu dihidupkan dalam pesantren. Tujuannya agar para santri mampu pula berperan aktif menjawab tantangan jaman. Selebihnya ini memberi kemaslahatan lebih ketika mereka terjun di tengah masyarakat.

“Kami sangat berharap ketika para santri menempati sektor tersebut mereka akan lebih siap. Karena pesantren sudah menempa mereka dari sisi karakter maupun kepribadian yang berlandaskan  akhlaqul karimah,” pungkasnya. (dmr/Naeli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button