Insan Indah Pribadi, Bapak Kebangkitan Perfilman Cilacap

NU CILACAP ONLINE – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Majenang, Cilacap baru-baru ini memberikan penghargaan kehormatan kepada insan perfilman sekaligus aktivis kebudayaan Cilacap, Insan Indah Pribadi sebagai Bapak Kebangkitan Perfilman Cilacap.

Anugerah piagam gelar diterima oleh pimpinan komunitas Sangkanparan Cilacap Topik Suseno di sasana pagelaran Layar Tanjleb Festival Film Purbalingga (FFP) di Sanggar Matur Nuwun, Majenang, Cilacap. Senin, 3/7/2023.

Ketua Lesbumi Majenang Imam Hamidi Antassalam mengatakan anugerah gelar kehormatan diberikan berdasarkan kesepakatan rembug punggawa Lesbumi sebagai apresiasi atas dedikasi pada sosok yang telah memberi sumbangsih nyata pada kebangkitan perfilman Cilacap. Dan
kiprahnya di kancah lokal maupun nasional, sudah tak diragukan lagi.

“Insan Indah Pribadi (IIP) adalah pribadi petarung yang kuat. Dalam eksistensi dunia perfilman dadalah insan yang tangguh, dan atas kerja kreatifnya membuat perfilman Cilacap bangkit dan berkembang.” terangnya.

Sutradara dan Produser Film

Selaku sineas sosoknya dikenal sebagai sutradara, produser film maupun teater, hingga sebagai pendiri komunitas cinema legendaris ‘Sangkanparan’

“Sosoknya merupakan inspirasi bagi banyak anak muda di Cilacap, lewat komunitas Sangkanparan yang didirikan itulah dia telah banyak membimbing anak muda di Cilacap melek digital dan cinema.

Sebagai pembimbing dan guru, dia merupakan sosok yang tak pelit ilmu. Sebagai orang yang dituakan dia selalu membantu siapa saja tanpa pandang bulu.

Seringkali dirinya mengisi forum-forum diskusi ataupun seminar baik di kampus-kampus maupun di sekolah-sekolah SMA/SMK. Memfasilitasi mereka para pelajar/mahasiswa untuk melahirkan karya-karya film. Dengan mengedukasi akan pentingnya membuat karya film.

Di samping itu, dia membuktikan saat dunia dilanda pagebluk, pandemi covid-19 lalu, melalui Komite Ekomoni Kreatif Cilacap yang dipimpinnya, melalui ragam visualisasi produk yang dijajakannya dia banyak membantu para pelaku UMKM Cilacap untuk bertahan, bangkit, dan bangkit.

Sebagai aktivis kebudayaan dirinya telah puluhan tahun mendedikasikan hidupnya pada bidang seni budaya.

Baca juga Pidato ‘Anugerah Piagam Gelar” untuk Bapak Kebangkitan Perfilman Cilacap

Sosoknya memberi semangat, membangkitan dan mengembangkan kesenian dalam rangka pemajuan kebudayaan daerah.

Sebagai aktivis kebudayaan, dia ikut serta memprakarsai berbagai kegiatan pameran sejarah, lukisan, serta festival maupun pagelaran musik. Dan sampai akhir hayatnya mengemban amanah sebagai wakil ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap.

Insan Indah Probadi
Almarhum Insan Indah Probadi (kiri) dalam salah satu scene Film Batik Jiwaku

Biografi Insan Indah Pribadi

Siapa Insan Indah Pribadi? Lahir di Cilacap, 07 Oktober 1982, sepulang dari menempuh pendidikan akhir Desain Komunikasi Visual (DKV) Akademi Seni dan Desain Indonesia (ASDI) Solo, tahun 2009 mulai berjejaring bersama komunitas-komunitas film di Banyumas Raya.

Keseriusanya dalam dunia multimedia menjadikan rumahnya banyak dikunjungi oleh para pelajar dengan maksud ingin mewujudkan cita-cita dan berkarya dalam bentuk film.

“Bahkan sepeninggal beliau, pun hingga kini sangkanparan masih menjadi magnet, tempat bagi para pelajar untuk belajar banyak hal tentang multimedia dan film.” Terang Topik Suseno pemuda yang pernah merima penghargaan kebudayaan ‘Lintang Kemukus’ FFP Tahun 2022.

Baca juga LESBUMI NU Cilacap, Modernisasi Tak Harus Tinggalkan Tradisi

Hari Jumat, 28 Oktober 2022 lalu, Dunia film Cilacap berduka, Sosok inspiratif yang selama ini menjadi ujung tombak perfilman di Kabupaten Cilacap, Insan Indah Pribadi, wafat di usia 40 tahun, dengan meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.

Terakhir sebelum wafat, diketahui IIP merilis film musikal berjudul ‘Maos’ (Baca). Dan siapa sangka, disekian banyak karyanya, yang paling menonjol dan mendapat banyak apresiasi tidak hanya oleh Bupati Cilacap yang terakhir dirilisnya.

Film musikal ‘Maos’ (Baca). Film tersebut mengangkat cerita tentang perjuangan masyarakat Cilacap dalam melawan penjajahan Belanda, melalui strategi dengan simbol-simbol yang ada dalam kain batik. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button