Kapan 1 Syawal, Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024?

NU CILACAP ONLINE – Kapan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1445 H/2024? 1 Syawal identik dengan hari perayaan idul fitri, sebuah perayaan yang disimbolkan sebagai kemenangan umat Islam setelah menahan lapar, haus dan nafsu selama sebulan penuh dibulan suci Ramadhan. Lantas kapan 1 Syawal Idul Fitri Tahun 1445 H/2024? Inilah versi Pemerintah, Muhamadiyah dan NU.

Untuk menentukan 1 Syawal sebagai hari raya Idul Fitri tidak bisa sembarangan, ada dua cara yaitu dengan melihat hilal atau dengan cara hisab, hal ini ranahnya Kementerian Agama yang akan menggelar sidang Isbat mendekati hari yang diperkirakan.

1 Syawal Idul Fitri 1445 Versi Pemerintah

Amanat Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, menetapkan 1 Syawal dapat dilihat dari metode rukyat dan hisab yang kemudian dibahas dalam sidang isbat.

Pemerintah mempertimbangkan hasil hisab posisi hilal dengan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Tinggi hilal saat Matahari terbenam menurut kriteria MABIMS minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri 1 Syawal 2024 jatuh pada tanggal 10 atau 11 April 2024. Menurut Kalender Kementerian Agama juga memperkirakan 1 Syawal 2024 jatuh pada tanggal Rabu, 10 April 2024 atau Kamis, 11 April 2024.

Sebelum menggelar sidang, Kemenag akan melakukan rukyatul hilal atau pemantauan hilal 1 Syawal di berbagai titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Sidang isbat akan digelar pada Selasa tanggal 29 Ramadan 1445 H atau bertepatan tanggal 9 April 2024.

“Insyaallah tanggal 9 April 2024, dan┬ákurang lebih 134 titik (pemantauan hilal),”” kata Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin, Senin (18/3/2024).

1 Syawal Idul Fitri 1445 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menentukan permulaan bulan Hijriah. Hari Raya Idul Fitri Muhammadiyah jatuh pada Rabu, 10 April 2024.

Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal tahun ini lebih dulu daripada Kementerian Agama, penetapan Muhammadiyah berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah 1445 Hijriah.

PP Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan, termasuk Hari Raya Idul Fitri 2024. Berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Hari Raya Idul Fitri 2024 jatuh pada Rabu, 10 April 2024.

1 Syawal Idul Fitri 1445 Versi NU

Nahdlatul Ulama (NU) belum menetapkan tanggal masehi dari 1 Syawal 2024 sebagai hari raya Idul Fitri 1445 H. NU menentukan awal Ramadhan dan Idul Fitri menggunakan rukyatul Hilal.

Metode ini dilakukan dengan cara merukyah atau mengamati hilal secara langsung. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat atau gagal terlihat, maka biasanya digenapkan menjadi 30 hari.

Idul Fitri memiliki makna keagamaan, budaya, dan spiritual yang mendalam bagi umat Islam, melambangkan rasa syukur, pembaruan, dan persatuan.

Idul Fitri merupakan puncak perayaan dari babak refleksi spiritual umat Islam dari menjalani periode puasa selama bulan suci ramadhan. Maka untuk sementara merujuk pada jadwal Imsakiyah PBNU dan juga PCNU Cilacap yang telah beredar bahwa akhir puasa Ramadhan 1445 H jadwal selesai pada hari Selasa, 9 April 2024 dengan begitu perkiraan 1 Syawal 1445 H adalah hari berikutnya yakni Rabu, 10 April 2024.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Astronomi Emirates, Ibrahim Al Jarwan, memperkirakan Hari pertama Idul Fitri kemungkinan akan jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Kendati demikian, astronom ungkap bakal sulit prediksi awal Idul Fitri karena fenomena langit.

Dikatakan kelahiran bulan sabit Syawal akan bertepatan dengan gerhana Matahari total pada 8 April. Akibat gerhana ini, akan sulit untuk melihat Bulan sabit Syawal setelah Matahari terbenam, seperti dilansir dari Gulf News.

“Coincidentally, the birth of the Shawaal crescent will align with the occurrence of a total solar eclipse on April 8, 2024. The crescent’s appearance before midnight implies that it will be visible after sunset the following day in most parts of the Islamic world.” (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button