Esai Opini Wawasan

Arus Mudik, Arus Balik, dan Arus Bawah

Seperti gerak air yang mengalir, mengarus, arus mudik kadang tidak terbendung, pun demikian arus balik, di antara keduanya ada fenomena arus bawah yang terus menggeliat.

Mudik, atau pulang kampung, sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia sejak dulu kala. Jangan bicara dalil. Orang yang punya dalil atau tidak, tetaplah mudik. Esensi mudik adalah pulang kampung, menengok kampung halaman, bertemu orang tua, handai taulan, dan kawan-kawan masa kecil. Semacam mengenang romansa masa lalu ketika masih hidup di desa.

Ya, tradisi mudik terjadi setelah terjadinya urbanisasi. Urbanisasi terjadi sebagai dampak pembangunan “bias kota”, yang mana, kota-kota tumbuh pesat sebagai pusat perdagangan, industri dan jasa yang tentunya membutuhkan suplay bahan mentah dan juga tenaga kerja. Kedua faktor ini bersumber dari desa.

Desa bereaksi dengan menyiapkan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam industri. Pendidikan dan pelatihan ditingkatkan. Prestise meningkat. Angkatan kerja di desa memilih sektor industri dan jasa di perkotaan ( pull factor ). Lahan-lahan pertanian dan perkebunan ditinggalkan ( push factor ). Profesi sebagai petani kehilangan peminatnya.

Terdapat impuls juga dari generasi sebelumnya yang sukses di perkotaan, dan pulang mudik ke desa dengan pamer cerita keberhasilan. Kota menjadi daya tarik bergeraknya urbanisasi. Nah, para kaum urban inilah yang meramaikan prosesi mudik pada saat hari-hari besar keagamaan, khususnya pada Hari Raya Idhul Fitri.

Baca Juga : Refleksi Birrul Walidain dalam Tradisi Mudik Lebaran

Prosesi ini didukung oleh pemerintah, dengan misal, memberlakukan cuti massal bagi para pegawainya, atau karyawan swasta. Pemerintah pun mewajibkan semua lembaga, negeri atau perusahaan untuk memberikan THR bagi pegawainya. Beberapa perusahaan besar mengendors tradisi ini dengan menyelenggarakan mudik bersama dan gratis.

Ini menyebabkan gelombang arus mudik yang tak terbendung. Tapi ini dahulu, sebelum ada pandemi covid. Sekarang bagaimana? Nampaknya gelombang mudik itu potensi meledak, meskipun di sana sini pemerintah sudah melakukan antisipasi.

Arus Balik

Arus balik adalah proses kembalinya para pemudik ke kota, yaitu kawasan dimana mereka tinggal untuk bekerja.
Gelombang arus balik ini bisa lebih dasyat daripada arus mudik. Mengapa? Karena momentum waktunya lebih berdekatan dan bersamaan. Disamping itu, jumlah yang datang ke perkotaan bisa melebihi orang-orang yang mudik. Banyak kelompok urban baru yang datang sebagai penumpang gelap, menuju kota-kota industri untuk mewujudkan impian dan harapan.

Arus Bawah

Arus bawah, istilah ini populer di tahun 1998-1999, ketika Orba berada diujung tanduk kekuasaannya. Arus bawah adalah cermin kekuatan rakyat yang besar. Arus bawah adalah artikulasi parsisipasi dan keinginan rakyat yang luas.

Termasuk dalam hal mudik. Tidak usah kita hitung. Karena akan sulit. Tapi kita prediksi saja, berapa kira-kira manusia yang terlibat dalam arus mudik dan balik? Berapa jumlah mobil dan motor yang digunakan oleh mereka untuk mudik dan balik? Berapa triliun rupiah yang berputar dalam prosesi balik dan mudik

Baca Juga : Mudik Spiritual Menuju Fitrah Kemanusiaan

Sungguh sebuah potensi besar yang tidak akan pernah terjadi, kecuali pada saat arus mudik dan arus balik. Inilah arus bawah, yang melibatkan pergerakan manusia dalam jumlah yang sangat besar, dalam mobilisasi nilai-nilai tradisi dan agama. Inilah saat ribuan kendaraan, darat, laut, udara, bergerak secara serentak menuju tujuannya masing-masing. Inilah saat triliunan rupiah bergerak dan berputar, menghidupkan sel-sel ekonomi masyarakat.Tapi saat ini kondisi tidak normal. Situasi pandemi juga mengancam dengan dasyat kepada kita semua.

Pertanyaannya, akankah kekuatan-kekuatan ini terbendung oleh pemerintah kita? Berbagai postingan di medsos menunjukkan perlawanan. Jauh-jauh hari banyak yang mencuri star untuk mudik untuk menghindari aturan pemerintah.

Kapasitas aparat pemerintah pasti akan kewalahan untuk menghadang gelombang mudik ini. Kesadaran rakyatlah yang terpenting. Jika rakyat tidak sadar, maka arus mudik, arus balik dan arus bawah, akan bisa mendatangkan arus bah virus covid-19 di negara kita. Semua akan kewalahan mengatasinya.

~Artikel Arus Mudik, Arus Balik, dan Arus Bawah ditulis oleh Toufik Imtikhani  Pojok Cilacap, 050621

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

nine + 11 =

Back to top button